alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Komisi A Dorong Camat Realisasikan PIWK

SIDOARJO – Mekanisme anggaran Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) digadang sebagai salah satu cara untuk menanggulangi masalah jalan rusak di Sidoarjo. Komisi A DPRD Sidoarjo pun mendorong para camat agar segera merealisasikan.

Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo, Tarkit Erdiyanto menyebutkan, masalah yang sifatnya bersinggungan dengan kepentingan masyarakat umum harus bisa segera terkoordinir. Artinya tidak ada lagi alasan bagi camat untuk berkilah terkait realisasi anggaran PIWK. “Anggaran ini sudah digedok, harusnya sudah mulai dieksekusi. Kalau mau mengeluh sebelum digedok,” tuturnya.

Politikus PDIP itu menambahkan, anggaran yang ada di PIWK memang tidak bisa sepenuhnya mengcover perbaikan jalan rusak. Seperti halnya di Kecamatan Tulangan yang mendapatkan anggaran untuk perbaikan jalan tidak sampai Rp. 100 juta. “Jadi memang perlu pemetaan prioritas,” sambungnya.

Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo Choirul Hidayat menambahkan, jika dilihat dari kekuatan anggaran yang dikucurkan, prosentase untuk mengcover jalan rusak di masing-masing kecamatan memang tidak sampai 100 persen. “Sedari awal penggunaan anggaran ini memang untuk perawatan. Kalau umpama jalannya sudah diperbaiki semua, lalu perawatannya sebagian menggunakan PIWK masih memungkinkan,” terangnya.

Di lain pihak, Camat Tanggulangin, Sabino Mariano mengungkapkan jika dana PIWK belum ditransfer ke kecamatan. Yang ada, hanya transfer anggaran persedian. Anggaran itu merupakan dana rutin yang ditransfer ke kecamatan. “Itu untuk operasional kantor seperti biaya listrik, telepon, air dan lainnya,” sebutnya.

Sabino menambahkan, selain dana belum ditransfer, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak dan juknis) juga belum diterima oleh kecamatan. “Kalau sudah ada regulasi, baru berani. Tapi kami juga sudah mulai survey sembari menunggu,” pungkasnya. (son/opi)

SIDOARJO – Mekanisme anggaran Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) digadang sebagai salah satu cara untuk menanggulangi masalah jalan rusak di Sidoarjo. Komisi A DPRD Sidoarjo pun mendorong para camat agar segera merealisasikan.

Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo, Tarkit Erdiyanto menyebutkan, masalah yang sifatnya bersinggungan dengan kepentingan masyarakat umum harus bisa segera terkoordinir. Artinya tidak ada lagi alasan bagi camat untuk berkilah terkait realisasi anggaran PIWK. “Anggaran ini sudah digedok, harusnya sudah mulai dieksekusi. Kalau mau mengeluh sebelum digedok,” tuturnya.

Politikus PDIP itu menambahkan, anggaran yang ada di PIWK memang tidak bisa sepenuhnya mengcover perbaikan jalan rusak. Seperti halnya di Kecamatan Tulangan yang mendapatkan anggaran untuk perbaikan jalan tidak sampai Rp. 100 juta. “Jadi memang perlu pemetaan prioritas,” sambungnya.

Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo Choirul Hidayat menambahkan, jika dilihat dari kekuatan anggaran yang dikucurkan, prosentase untuk mengcover jalan rusak di masing-masing kecamatan memang tidak sampai 100 persen. “Sedari awal penggunaan anggaran ini memang untuk perawatan. Kalau umpama jalannya sudah diperbaiki semua, lalu perawatannya sebagian menggunakan PIWK masih memungkinkan,” terangnya.

Di lain pihak, Camat Tanggulangin, Sabino Mariano mengungkapkan jika dana PIWK belum ditransfer ke kecamatan. Yang ada, hanya transfer anggaran persedian. Anggaran itu merupakan dana rutin yang ditransfer ke kecamatan. “Itu untuk operasional kantor seperti biaya listrik, telepon, air dan lainnya,” sebutnya.

Sabino menambahkan, selain dana belum ditransfer, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak dan juknis) juga belum diterima oleh kecamatan. “Kalau sudah ada regulasi, baru berani. Tapi kami juga sudah mulai survey sembari menunggu,” pungkasnya. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/