alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Ngeyel Gelar Pesta Tahun Baru, Akan Dibubarkan dan Didenda

SIDOARJO – Forkopimda Sidoarjo membuat aturan ketat untuk menekan penyebaran Covid-19 jelang perayaan tahun baru. Yakni melarang perayaan pesta tahun baru dengan kembang api dan kegiatan yang mengumpulkan massa.

Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo Hudiyono menjelaskan, beberapa ketentuan terkait kegiatan perayaan Natal di tiap-tiap gereja juga dibatasi. Misa Natal lebih banyak dilakukan melalui virtual. Lalu, pengetatan protokol kesehatan serta pemberlakuan jam malam juga akan dilakukan. “Hal ini penting untuk dipatuhi agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 yang semakin luas,” tegas Hudiyono.

Hudiyono juga memastikan kesiapan seluruh jajarannya dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru 2021. “Apalagi bulan Desember diprediksi adanya lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Sidoarjo akhir-akhir ini,” ungkapnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menambahkan, jajaran Polresta Sidoarjo akan menggelar Operasi Lilin 2020 mulai 21 Desember hingga 4 Januari 2021.

“Untuk tahun baru, sepakat tidak ada perayaan. Masyarakat yang ingin melaksanakan perayaan dengan jumlah besar, akan dilakukan tindakan tegas sesuai dengan protokol. Mulai pembubaran sampai denda tindak pidana ringan,” ujarnya.

Untuk pengamanan perayaan Natal di 91 titik gereja di Sidoarjo, melibatkan 295 personel yang sudah diplooting sesuai tingkat kerawanan. “Kami sudah siaga,” terangnya.

Sementara itu, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Mohammad Iswan Nusi menyatakan, kesiapannya membantu dalam kegiatan kamtibmas selama Natal dan tahun baru. Yakni, diberikan bantuan 79 satuan tempur dari Kodam V Brawijaya, 185 personel langsung dibackup ke Polresta Sidoarjo, 355 personel akan disebar ke titik keramaian. “Seperti stasiun, terminal, bandara, mal dan pasar akan kita pantau,” ungkapnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Forkopimda Sidoarjo membuat aturan ketat untuk menekan penyebaran Covid-19 jelang perayaan tahun baru. Yakni melarang perayaan pesta tahun baru dengan kembang api dan kegiatan yang mengumpulkan massa.

Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo Hudiyono menjelaskan, beberapa ketentuan terkait kegiatan perayaan Natal di tiap-tiap gereja juga dibatasi. Misa Natal lebih banyak dilakukan melalui virtual. Lalu, pengetatan protokol kesehatan serta pemberlakuan jam malam juga akan dilakukan. “Hal ini penting untuk dipatuhi agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 yang semakin luas,” tegas Hudiyono.

Hudiyono juga memastikan kesiapan seluruh jajarannya dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru 2021. “Apalagi bulan Desember diprediksi adanya lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Sidoarjo akhir-akhir ini,” ungkapnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menambahkan, jajaran Polresta Sidoarjo akan menggelar Operasi Lilin 2020 mulai 21 Desember hingga 4 Januari 2021.

“Untuk tahun baru, sepakat tidak ada perayaan. Masyarakat yang ingin melaksanakan perayaan dengan jumlah besar, akan dilakukan tindakan tegas sesuai dengan protokol. Mulai pembubaran sampai denda tindak pidana ringan,” ujarnya.

Untuk pengamanan perayaan Natal di 91 titik gereja di Sidoarjo, melibatkan 295 personel yang sudah diplooting sesuai tingkat kerawanan. “Kami sudah siaga,” terangnya.

Sementara itu, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Mohammad Iswan Nusi menyatakan, kesiapannya membantu dalam kegiatan kamtibmas selama Natal dan tahun baru. Yakni, diberikan bantuan 79 satuan tempur dari Kodam V Brawijaya, 185 personel langsung dibackup ke Polresta Sidoarjo, 355 personel akan disebar ke titik keramaian. “Seperti stasiun, terminal, bandara, mal dan pasar akan kita pantau,” ungkapnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/