alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Balai Desa Kemiri Tidak Akan Dieksekusi

SIDOARJO – Besok (22/12), eksekusi lahan seluas 10 ribu meter persegi milik almarhum Sarman di kawasan balai Desa Kemiri, Kecamatan Sidoarjo, akan digelar. Juru sita Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo bersama 300 personel gabungan dari Sabhara, TNI, dan Brimob sudah disiapkan. Hal itu untuk mengantisipasi perkara yang tak diinginkan.

Apalagi, sebelumnya ada aksi warga yang menentang eksekusi itu. Beberapa spanduk penolakan dibentangkan di sekitar balai Desa Kemiri. Malah, warga waktu itu juga sempat memblokir akses masuk ke Kemiri. Mereka mendapat info eksekusi akan digelar saat itu.

Anak kandung Sarman, Endah Kusrini berharap eksekusi tersebut dapat berjalan lancar. Terkait dengan bangunan balai Desa Kemiri, Endah mengaku bangunan itu tak akan dieksekusi. Bahkan bangunan itu akan dihibahkan.

“Itu adalah lahan kami, dan itu hak kami. Kami tidak akan mengeksekusi bangunan itu, bahkan kami menghibahkan juga dengan akses jalan selebar tiga meter,” katanya saat ditemui di kediamannya, di Jalan Hasannudin Celep Utara RT 05/RW 02 Sidoarjo.

Dia sangat berharap, warga bisa legawa. Apalagi, sudah dua kali eksekusi itu gagal. Padahal sudah ada putusan tetap dari Mahkamah Agung (MA). Putusan Kasasi MA itu sudah turun sejak 2001 dan peninjauan kembali (PK) pada 2008 silam.

“Intinya tidak benar kalau ada eksekusi balai Desa Kemiri, kami hibahkan nanti itu. Sementara tanah lapangan bola voli yang ada di depan balai desa dan belakang balai desa masih berupa sawah akan keluarga ambil,” ujar Endah. (far/vga)

 

SIDOARJO – Besok (22/12), eksekusi lahan seluas 10 ribu meter persegi milik almarhum Sarman di kawasan balai Desa Kemiri, Kecamatan Sidoarjo, akan digelar. Juru sita Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo bersama 300 personel gabungan dari Sabhara, TNI, dan Brimob sudah disiapkan. Hal itu untuk mengantisipasi perkara yang tak diinginkan.

Apalagi, sebelumnya ada aksi warga yang menentang eksekusi itu. Beberapa spanduk penolakan dibentangkan di sekitar balai Desa Kemiri. Malah, warga waktu itu juga sempat memblokir akses masuk ke Kemiri. Mereka mendapat info eksekusi akan digelar saat itu.

Anak kandung Sarman, Endah Kusrini berharap eksekusi tersebut dapat berjalan lancar. Terkait dengan bangunan balai Desa Kemiri, Endah mengaku bangunan itu tak akan dieksekusi. Bahkan bangunan itu akan dihibahkan.

“Itu adalah lahan kami, dan itu hak kami. Kami tidak akan mengeksekusi bangunan itu, bahkan kami menghibahkan juga dengan akses jalan selebar tiga meter,” katanya saat ditemui di kediamannya, di Jalan Hasannudin Celep Utara RT 05/RW 02 Sidoarjo.

Dia sangat berharap, warga bisa legawa. Apalagi, sudah dua kali eksekusi itu gagal. Padahal sudah ada putusan tetap dari Mahkamah Agung (MA). Putusan Kasasi MA itu sudah turun sejak 2001 dan peninjauan kembali (PK) pada 2008 silam.

“Intinya tidak benar kalau ada eksekusi balai Desa Kemiri, kami hibahkan nanti itu. Sementara tanah lapangan bola voli yang ada di depan balai desa dan belakang balai desa masih berupa sawah akan keluarga ambil,” ujar Endah. (far/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/