alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Maksimal 7 Orang Meninggal karena Covid-19, Baru Bisa Zona Kuning

SIDOARJO – Angka kematian warga yang terpapar virus korona jenis baru (Covid-19) hingga Rabu (17/11) di Sidoarjo masih ada. Tapi, jumlahnya rendah. Hanya ada satu warga yang meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19.

Total warga yang dinyatakan meninggal dengan status positif Covid-19 sejak Maret hingga Rabu (17/11) sebanyak 482 orang. Warga yang meninggal sebagai suspect berjumlah 83 orang. ”Saat ini angka kematian sedikit, tidak seperti dulu,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman.

Sering kali dalam satu hari, jelas dia, warga yang meninggal hanya satu orang. Bahkan, pernah terjadi dalam sehari warga yang meninggal tidak ada alias nol. Tidak adanya warga yang meninggal karena Covid-19 saat ini menjadi salah satu target yang ingin diwujudkan.

Pemerintah berharap tidak ada lagi kasus kematian karena Covid-19 di Kota Delta. Dengan demikian, zona penanganan Covid-19 bisa segera berubah. Dari zona oranye menjadi kuning. Sebab, untuk mewujudkan zona kuning, angka kematian harus rendah. Dalam sepekan, tidak boleh lebih dari tujuh orang. Itu berarti dalam satu hari maksimal warga yang meninggal dunia satu orang.

Menurut Syaf, sebagian besar warga positif Covid-19 yang telah tiada itu memiliki penyakit penyerta. Akibatnya, virus korona yang menjangkiti mereka memperparah sakitnya sehingga kondisinya kritis dan tidak dapat ditolong.

Sementara itu, warga yang dinyatakan sembuh didominasi tanpa gejala. Bahkan, tidak menjalani perawatan di rumah sakit. ”Mereka melakukan isolasi mandiri,” ucap Syaf.

Saat ini pasien yang menjalani isolasi mandiri pun masih ada. Mereka memilih isolasi di rumah. Sebagian lagi diisolasi di tempat yang disediakan pemerintah. Yakni, salah satu hotel di Sidoarjo. Kapasitasnya 70 orang.  ”Sekarang yang isolasi tinggal 23 orang. Mereka dalam kondisi baik. Tetap tidak ada keluhan meskipun dinyatakan positif Covid-19. Setiap keadaan warga yang diisolasi dipantau oleh tim medis,” tambah Sekretaris Dinkes Sidoarjo Zuhaida. (jpc/opi)

 

SIDOARJO – Angka kematian warga yang terpapar virus korona jenis baru (Covid-19) hingga Rabu (17/11) di Sidoarjo masih ada. Tapi, jumlahnya rendah. Hanya ada satu warga yang meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19.

Total warga yang dinyatakan meninggal dengan status positif Covid-19 sejak Maret hingga Rabu (17/11) sebanyak 482 orang. Warga yang meninggal sebagai suspect berjumlah 83 orang. ”Saat ini angka kematian sedikit, tidak seperti dulu,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman.

Sering kali dalam satu hari, jelas dia, warga yang meninggal hanya satu orang. Bahkan, pernah terjadi dalam sehari warga yang meninggal tidak ada alias nol. Tidak adanya warga yang meninggal karena Covid-19 saat ini menjadi salah satu target yang ingin diwujudkan.

Pemerintah berharap tidak ada lagi kasus kematian karena Covid-19 di Kota Delta. Dengan demikian, zona penanganan Covid-19 bisa segera berubah. Dari zona oranye menjadi kuning. Sebab, untuk mewujudkan zona kuning, angka kematian harus rendah. Dalam sepekan, tidak boleh lebih dari tujuh orang. Itu berarti dalam satu hari maksimal warga yang meninggal dunia satu orang.

Menurut Syaf, sebagian besar warga positif Covid-19 yang telah tiada itu memiliki penyakit penyerta. Akibatnya, virus korona yang menjangkiti mereka memperparah sakitnya sehingga kondisinya kritis dan tidak dapat ditolong.

Sementara itu, warga yang dinyatakan sembuh didominasi tanpa gejala. Bahkan, tidak menjalani perawatan di rumah sakit. ”Mereka melakukan isolasi mandiri,” ucap Syaf.

Saat ini pasien yang menjalani isolasi mandiri pun masih ada. Mereka memilih isolasi di rumah. Sebagian lagi diisolasi di tempat yang disediakan pemerintah. Yakni, salah satu hotel di Sidoarjo. Kapasitasnya 70 orang.  ”Sekarang yang isolasi tinggal 23 orang. Mereka dalam kondisi baik. Tetap tidak ada keluhan meskipun dinyatakan positif Covid-19. Setiap keadaan warga yang diisolasi dipantau oleh tim medis,” tambah Sekretaris Dinkes Sidoarjo Zuhaida. (jpc/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/