alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Muhdlor-Eri Cahyadi Kolaborasi Percepatan Vaksinasi di Surabaya Raya

SIDOARJO – Percepatan vaksinasi wilayah aglomerasi Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik) menuju level 1 tengah dilakukan Bupati Sidoarjo dan Walikota Surabaya. Kolaborasi dua kepala daerah itu juga untuk memulihkan aktivitas ekonomi wilayah aglomerasi. Kerjasama ditandai dengan pelepasan 22 unit Mobil Gerai Vaksin oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali dan Wali Kota Eri Cahyadi di GOR Sidoarjo, Selasa (21/9).

Sebanyak 22 unit mobil gerai vaksin milik Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya itu sudah dilengkapi dengan tenaga kesehatan (nakes). Pelayanan mobile vaksin di Sidoarjo targetnya sampai terpenuhi 70 persen vaksin dosis pertama dari 1,6 juta sasaran. Dalam beberapa hari kedepan puluhan mobil vaksin itu akan keliling di 18 kecamatan melayani vaksinasi masyarakat.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mencatat capaian vaksinasi di Kota Delta mencapai 48 persen dosis pertama dan 28 persen dosis kedua. Percepatan vaksinasi di Sidoarjo masuk ranking tiga di Jawa Timur. Target dari pemerintah pusat melalui Inmendagri No 42 Tahun 2021 menetapkan indikator untuk menuju level 1 cakupan vaksinasi 70 persen dosis pertama.

“Target kita bersama (Sidoarjo, Surabaya dan Gresik) menjadi level 1. Pointnya dari pertemuan ini adalah kolaborasi dan kerjasama kepala daerah Surabaya Raya ini adalah harga mati. Sehingga herd immunity segera tercapai. Kalau kemudian tidak bersama-sama juga percuma karena arus mobilisasinya pengaruh juga, termasuk juga dari segi pemulihan ekonomi,” sambungnya.

Muhdlor mengatakan, pemulihan ekonomi berkaitan dengan izin serta pelaksanaan kegiatan usaha. Terutama izin penyelenggaraan acara. Seperti pembukaan bioskop, usaha event organizer dan sebagainya.

“Tujuan sebenarnya percepatan vaksinasi menuju level 1 ini adalah untuk menggerakkan ekonomi di masyarakat. Kerja ini adalah kerja bareng untuk dinikmati bersama-sama,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan,  percepatan vaksinasi adalah salah satu syarat untuk menentukan level 1, 2 atau 3. Agar Surabaya Raya bisa level 1 maka ketiga daerah itu masing-masing harus memenuhi target percepatan vaksinasi.

“Kolaborasi melakukan percepatan vaksinasi daerah aglomerasi Surabaya Raya itu seperti badan. Kalau satu sakit maka semuanya jadi sakit, karena itu Surabaya Raya ini tidak bisa dipisahkan,” jelasnya

“Kita seperti saudara, kolaborasi menyelesaikan aglomerasi ini secara bersama-sama. Karena Surabaya tidak akan bisa berkembang tanpa adanya Sidoarjo, Sidoarjo tidak bisa berkembang tanpa Gresik dan Surabaya. Surabaya Raya ini sudah satu kesatuan yang utuh tidak bisa dipisahkan,” tambah Eri.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu menyampaikan, vaksinasi di Surabaya sudah mencapai 100 persen. Adanya mobil vaksin sangat membantu dalam percepatan vaksinasi. Karena dalam sehari satu mobil bisa melayani sampai 500 orang.

“Satu mobil ada petugas screening dan vaksinasi. Kalau di Surabaya satu mobil dalam sehari bisa melayani sampai 500 orang, kalau sampai sore bisa sampai 1.000 orang. Bayangkan kalau ada 22 mobil anggap saja satu mobil melayani sekitar 500 -700 orang tinggal dikalikan saja dalam sehari sudah berapa ribu orang yang sudah divaksin. Sehingga percepatan vaksinasi bisa kita lakukan,” terangnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Percepatan vaksinasi wilayah aglomerasi Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik) menuju level 1 tengah dilakukan Bupati Sidoarjo dan Walikota Surabaya. Kolaborasi dua kepala daerah itu juga untuk memulihkan aktivitas ekonomi wilayah aglomerasi. Kerjasama ditandai dengan pelepasan 22 unit Mobil Gerai Vaksin oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali dan Wali Kota Eri Cahyadi di GOR Sidoarjo, Selasa (21/9).

Sebanyak 22 unit mobil gerai vaksin milik Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya itu sudah dilengkapi dengan tenaga kesehatan (nakes). Pelayanan mobile vaksin di Sidoarjo targetnya sampai terpenuhi 70 persen vaksin dosis pertama dari 1,6 juta sasaran. Dalam beberapa hari kedepan puluhan mobil vaksin itu akan keliling di 18 kecamatan melayani vaksinasi masyarakat.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mencatat capaian vaksinasi di Kota Delta mencapai 48 persen dosis pertama dan 28 persen dosis kedua. Percepatan vaksinasi di Sidoarjo masuk ranking tiga di Jawa Timur. Target dari pemerintah pusat melalui Inmendagri No 42 Tahun 2021 menetapkan indikator untuk menuju level 1 cakupan vaksinasi 70 persen dosis pertama.

“Target kita bersama (Sidoarjo, Surabaya dan Gresik) menjadi level 1. Pointnya dari pertemuan ini adalah kolaborasi dan kerjasama kepala daerah Surabaya Raya ini adalah harga mati. Sehingga herd immunity segera tercapai. Kalau kemudian tidak bersama-sama juga percuma karena arus mobilisasinya pengaruh juga, termasuk juga dari segi pemulihan ekonomi,” sambungnya.

Muhdlor mengatakan, pemulihan ekonomi berkaitan dengan izin serta pelaksanaan kegiatan usaha. Terutama izin penyelenggaraan acara. Seperti pembukaan bioskop, usaha event organizer dan sebagainya.

“Tujuan sebenarnya percepatan vaksinasi menuju level 1 ini adalah untuk menggerakkan ekonomi di masyarakat. Kerja ini adalah kerja bareng untuk dinikmati bersama-sama,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan,  percepatan vaksinasi adalah salah satu syarat untuk menentukan level 1, 2 atau 3. Agar Surabaya Raya bisa level 1 maka ketiga daerah itu masing-masing harus memenuhi target percepatan vaksinasi.

“Kolaborasi melakukan percepatan vaksinasi daerah aglomerasi Surabaya Raya itu seperti badan. Kalau satu sakit maka semuanya jadi sakit, karena itu Surabaya Raya ini tidak bisa dipisahkan,” jelasnya

“Kita seperti saudara, kolaborasi menyelesaikan aglomerasi ini secara bersama-sama. Karena Surabaya tidak akan bisa berkembang tanpa adanya Sidoarjo, Sidoarjo tidak bisa berkembang tanpa Gresik dan Surabaya. Surabaya Raya ini sudah satu kesatuan yang utuh tidak bisa dipisahkan,” tambah Eri.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu menyampaikan, vaksinasi di Surabaya sudah mencapai 100 persen. Adanya mobil vaksin sangat membantu dalam percepatan vaksinasi. Karena dalam sehari satu mobil bisa melayani sampai 500 orang.

“Satu mobil ada petugas screening dan vaksinasi. Kalau di Surabaya satu mobil dalam sehari bisa melayani sampai 500 orang, kalau sampai sore bisa sampai 1.000 orang. Bayangkan kalau ada 22 mobil anggap saja satu mobil melayani sekitar 500 -700 orang tinggal dikalikan saja dalam sehari sudah berapa ribu orang yang sudah divaksin. Sehingga percepatan vaksinasi bisa kita lakukan,” terangnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/