alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Komunitas TikTok Luar Daerah Jadi Perhatian

SIDOARJO – Banyaknya masyarakat yang enggan mematuhi protokol kesehatan (prokes) di lokasi keramaian seperti pasar, menjadi perhatian khusus Polresta Sidoarjo. Salah satunya di kawasan Pasar Porong. Masih banyak dijumpai pelanggar prokes di tempat tersebut.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan, pekan depan penindakan pada komunitas pasar ditargetkan segera selesai. Sebab selama ini tempat keramaian memang menjadi target dalam operasi yang dilakukan aparat gabungan. “Komunitas pasar targetnya minggu depan harus klir,” kata Sumardji, kemarin (20/9).

Menurutnya, sejak pemberlakuan denda bagi pelanggar prokes, sudah sulit ditemui lagi warga yang sedang berada di tempat publik namun tak menggunakan masker. Hal itu hasil pantauannya langsung di lapangan, seperti di area alun-alun.

Sabtu malam (19/9) misalnya, 99 persen warga sudah mematuhi prokes. Namun meski demikian, menurutnya yang masih perlu penindakan tegas adalah adanya perkumpulan komunitas TikTok yang berasal dari luar daerah seperti Madura, Pasuruan, dan Surabaya.

Pasalnya, secara fisik mereka sudah memakai masker. Namun sangat sulit untuk bisa jaga jarak serta sangat susah diberi teguran. Meski demikian, hasil operasi yustisi Sabtu malam kemarin berhasil menjaring 20 orang. “Sebenarnya pantauan kami, masyarakat sudah banyak yang patuh, namun operasi harus terus digalakkan sampai kondisi benar-benar aman,” jelasnya. (far/vga)

SIDOARJO – Banyaknya masyarakat yang enggan mematuhi protokol kesehatan (prokes) di lokasi keramaian seperti pasar, menjadi perhatian khusus Polresta Sidoarjo. Salah satunya di kawasan Pasar Porong. Masih banyak dijumpai pelanggar prokes di tempat tersebut.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan, pekan depan penindakan pada komunitas pasar ditargetkan segera selesai. Sebab selama ini tempat keramaian memang menjadi target dalam operasi yang dilakukan aparat gabungan. “Komunitas pasar targetnya minggu depan harus klir,” kata Sumardji, kemarin (20/9).

Menurutnya, sejak pemberlakuan denda bagi pelanggar prokes, sudah sulit ditemui lagi warga yang sedang berada di tempat publik namun tak menggunakan masker. Hal itu hasil pantauannya langsung di lapangan, seperti di area alun-alun.

Sabtu malam (19/9) misalnya, 99 persen warga sudah mematuhi prokes. Namun meski demikian, menurutnya yang masih perlu penindakan tegas adalah adanya perkumpulan komunitas TikTok yang berasal dari luar daerah seperti Madura, Pasuruan, dan Surabaya.

Pasalnya, secara fisik mereka sudah memakai masker. Namun sangat sulit untuk bisa jaga jarak serta sangat susah diberi teguran. Meski demikian, hasil operasi yustisi Sabtu malam kemarin berhasil menjaring 20 orang. “Sebenarnya pantauan kami, masyarakat sudah banyak yang patuh, namun operasi harus terus digalakkan sampai kondisi benar-benar aman,” jelasnya. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/