alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Usulkan Insentif untuk Tenaga Ponkesdes dan Posyandu

SIDOARJO – Tidak hanya untuk tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas, Komisi D DPRD Sidoarjo juga mengusulkan insentif untuk tenaga pondok kesehatan desa (ponkesdes). Termasuk juga untuk kader pos pelayanan terpadu (posyandu).

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih mengatakan, usulan insentif untuk tenaga ponkesdes dan kader posyandu itu masuk dalam rekomendasi Komisi D. Yakni dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021.

“Ini masih dibahas dan digodok bersama,” katanya, Jumat (20/8).

Politisi PKB itu menambahkan, usulan insentif yang diberikan kepada tenaga ponkesdes adalah Rp 500 ribu. Rencananya bisa untuk 6 bulan. Sehingga jika dikalikan 350 orang kebutuhan anggarannya mencapai Rp 1,05 miliar.

Untuk kader posyandu insentif bisa dinaikan dari yang Rp 5 ribu menjadi Rp 25 ribu per orang. “Itu harapannya,” imbuh Nasih.

Menurutnya, tenaga di ponkesdes dan kader posyandu juga patut untuk diperhatikan. Selama pandemi Covid-19 mereka juga ikut berjibaku untuk langkah pencegahan maupun penanganan.

Sehingga pemerintah daerah juga patut hadir memberikan apresiasi terhadap kinerja mereka. Bentuknya adalah suntikan insentif secara finansial. Apalagi, kasus pandemi Covid-19 juga masih belum berakhir. Sehingga peran mereka ke depan juga masih dibutuhkan. (son/vga)

SIDOARJO – Tidak hanya untuk tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas, Komisi D DPRD Sidoarjo juga mengusulkan insentif untuk tenaga pondok kesehatan desa (ponkesdes). Termasuk juga untuk kader pos pelayanan terpadu (posyandu).

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih mengatakan, usulan insentif untuk tenaga ponkesdes dan kader posyandu itu masuk dalam rekomendasi Komisi D. Yakni dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021.

“Ini masih dibahas dan digodok bersama,” katanya, Jumat (20/8).

Politisi PKB itu menambahkan, usulan insentif yang diberikan kepada tenaga ponkesdes adalah Rp 500 ribu. Rencananya bisa untuk 6 bulan. Sehingga jika dikalikan 350 orang kebutuhan anggarannya mencapai Rp 1,05 miliar.

Untuk kader posyandu insentif bisa dinaikan dari yang Rp 5 ribu menjadi Rp 25 ribu per orang. “Itu harapannya,” imbuh Nasih.

Menurutnya, tenaga di ponkesdes dan kader posyandu juga patut untuk diperhatikan. Selama pandemi Covid-19 mereka juga ikut berjibaku untuk langkah pencegahan maupun penanganan.

Sehingga pemerintah daerah juga patut hadir memberikan apresiasi terhadap kinerja mereka. Bentuknya adalah suntikan insentif secara finansial. Apalagi, kasus pandemi Covid-19 juga masih belum berakhir. Sehingga peran mereka ke depan juga masih dibutuhkan. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/