alexametrics
28 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Langgar Protokol Kesehatan, Tempat Usaha Bakal Ditutup

SIDOARJO – Masyarakat diminta serius untuk mematuhi protokol kesehatan. Hal itu berkaitan dengan terbitnya Inpres nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menuturkan, ada sejumlah sanksi yang akan dikenakan bagi masyarakat yang abai pada protokol kesehatan. Mulai sanksi teguran hingga administrasi. Sehingga warga yang berada di keramaian, harus patuh. “Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah tempat keramaian seperti kafe dan tempat usaha,” katanya.

Menurut Sumardji, bagi pengelola usaha seperti kafe dan tempat wisata, jika tidak mematuhi protokol kesehatan maka akan dikenai sanksi teguran. Baik lisan maupun tertulis. “Bahkan sanksi bisa sampai pada penutupan tempat usaha,” sambungnya.

Dia menegaskan, tak ada toleransi nantinya bagi mereka yang melanggar hal itu. Saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait Inpres tersebut. osialisasi akan berlangsung hingga 23 Agustus mendatang. “Tiga hal yang utama, pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, pengunjung harus patuh,” ujarnya.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana menambahkan, pada 24 Agustus-25 September sanksi akan mulai diberlakukan. Dia juga meminta agar pemilik usaha dapat menyediakan segala keperluan protokol kesehatan terutama tempat dan alat cuci tangan. “Kami menekankan cara bertindak anggota harus sesuai sasaran yang sudah kita data,” ujarnya. (far/vga/opi)

SIDOARJO – Masyarakat diminta serius untuk mematuhi protokol kesehatan. Hal itu berkaitan dengan terbitnya Inpres nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menuturkan, ada sejumlah sanksi yang akan dikenakan bagi masyarakat yang abai pada protokol kesehatan. Mulai sanksi teguran hingga administrasi. Sehingga warga yang berada di keramaian, harus patuh. “Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah tempat keramaian seperti kafe dan tempat usaha,” katanya.

Menurut Sumardji, bagi pengelola usaha seperti kafe dan tempat wisata, jika tidak mematuhi protokol kesehatan maka akan dikenai sanksi teguran. Baik lisan maupun tertulis. “Bahkan sanksi bisa sampai pada penutupan tempat usaha,” sambungnya.

Dia menegaskan, tak ada toleransi nantinya bagi mereka yang melanggar hal itu. Saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait Inpres tersebut. osialisasi akan berlangsung hingga 23 Agustus mendatang. “Tiga hal yang utama, pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, pengunjung harus patuh,” ujarnya.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana menambahkan, pada 24 Agustus-25 September sanksi akan mulai diberlakukan. Dia juga meminta agar pemilik usaha dapat menyediakan segala keperluan protokol kesehatan terutama tempat dan alat cuci tangan. “Kami menekankan cara bertindak anggota harus sesuai sasaran yang sudah kita data,” ujarnya. (far/vga/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/