alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Stok Terbatas, Baru 64 Ekor Sapi di Sidoarjo Divaksin PMK

SIDOARJO – Vaksinasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi hewan ternak di Sidoarjo masih belum bisa menyeluruh. Sampai saat ini baru ada 64 ekor sapi yang tervaksin.

Sub Koordinator Kesehatan Hewan Fungsional Medik Veteriner Muda Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo, Rina Vitriasari mengungkapkan, salah satu kendala belum maksimalnya vaksinasi di Sidoarjo karena persoalan distribusi. “Belum dapat jatah (vaksin PMK, Red) dari provinsi,” katanya, Selasa (21/6).

Namun demikian, pihak dinas juga tidak tinggal diam. Dinas bersama tim terus bergerilya ke sejumlah peternak di Sidoarjo. Selain monitoring, Dispaperta juga memberikan penyuluhan kepada peternak terkait penanggulangan wabah tersebut.

Selain itu, petugas juga memberikan obat kepada ternak-ternak yang bergejala. Obat yang dimaksud adalah obat yang berfungsi mengatasi gejala pada ternak.

Data Dispaperta Sidoarjo pekan lalu masih mencatat ada 2.998 hewan ternak sapi yang terinfeksi wabah PMK. Dari jumlah itu ada 935 ternak dalam kondisi sakit, 37 mati, 92 potong paksa, 3 ekor dijual dan 591 ekor ternak sembuh.

Mulai pekan lalu, sejumlah sapi di Sidoarjo sebenarnya sudah mulai divaksin. Vaksinasi perdana terhadap hewan ternak itu dilakukan Kementerian Pertanian bersama Pemprov Jatim. Hanya saja memang stok vaksin yang ada masih terbatas. Pemerintah di tahap pertama tengah mengadakan vaksin sebanyak 800 ribu dosis. Pada 12 Juni lalu telah tiba di tanah air sebanyak 10 ribu dosis.

Vaksin yang sudah tersedia itu bakal didistribusikan ke beberapa daerah. Yakni Koperasi Unit Desa (KUD) sapi perah di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Lalu 4 Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pembibitan yaitu Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturaden, Balai Embrio Transfer Cipelang, Balai Inseminasi Buatan Lembang, dan Balai Inseminasi Buatan Singosari. (son/vga)

SIDOARJO – Vaksinasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi hewan ternak di Sidoarjo masih belum bisa menyeluruh. Sampai saat ini baru ada 64 ekor sapi yang tervaksin.

Sub Koordinator Kesehatan Hewan Fungsional Medik Veteriner Muda Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo, Rina Vitriasari mengungkapkan, salah satu kendala belum maksimalnya vaksinasi di Sidoarjo karena persoalan distribusi. “Belum dapat jatah (vaksin PMK, Red) dari provinsi,” katanya, Selasa (21/6).

Namun demikian, pihak dinas juga tidak tinggal diam. Dinas bersama tim terus bergerilya ke sejumlah peternak di Sidoarjo. Selain monitoring, Dispaperta juga memberikan penyuluhan kepada peternak terkait penanggulangan wabah tersebut.

Selain itu, petugas juga memberikan obat kepada ternak-ternak yang bergejala. Obat yang dimaksud adalah obat yang berfungsi mengatasi gejala pada ternak.

Data Dispaperta Sidoarjo pekan lalu masih mencatat ada 2.998 hewan ternak sapi yang terinfeksi wabah PMK. Dari jumlah itu ada 935 ternak dalam kondisi sakit, 37 mati, 92 potong paksa, 3 ekor dijual dan 591 ekor ternak sembuh.

Mulai pekan lalu, sejumlah sapi di Sidoarjo sebenarnya sudah mulai divaksin. Vaksinasi perdana terhadap hewan ternak itu dilakukan Kementerian Pertanian bersama Pemprov Jatim. Hanya saja memang stok vaksin yang ada masih terbatas. Pemerintah di tahap pertama tengah mengadakan vaksin sebanyak 800 ribu dosis. Pada 12 Juni lalu telah tiba di tanah air sebanyak 10 ribu dosis.

Vaksin yang sudah tersedia itu bakal didistribusikan ke beberapa daerah. Yakni Koperasi Unit Desa (KUD) sapi perah di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Lalu 4 Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pembibitan yaitu Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturaden, Balai Embrio Transfer Cipelang, Balai Inseminasi Buatan Lembang, dan Balai Inseminasi Buatan Singosari. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/