alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Masuk 12 Juli, Ini Yang Dilakukan Sekolah

SIDOARJO – Hari pertama tahun ajaran baru 2021/2022 akan dimulai 12 Juli. Pada saat itu dicanangkan dimulai kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM).

Sejak lama persiapan PTM dilakukan sekolah-sekolah di Kota Delta. Sarana prasarana (sarpras) sesuai protokol kesehatan terpenuhi, simulasi telah dilakukan berkali-kali. Kini, sekolah tinggal menunggu saja, apakah PTM jadi dilaksanakan atau tidak.

Sembari menunggu keputusan PTM ini, SMP dan SMA Negeri di Sidoarjo tengah mempersiapkan asesmen bagi siswa baru di sekolah mereka. “Kita sudah sangat siap. Peta zona Covid-19 bisa mendadak berubah. Istilahnya kalau PTM digelar besok pun ya siap saja,” terang Kepala SMAN 2 Sidoarjo Nur Seno Senin (21/6).

Seno menguraikan langkah yang harus dipikirkan selanjutnya adalah bagaimana membuat strategi pembelajaran agar siswa bisa menerima materi dengan baik. Yakni dengan asesmen.

“Ada tipe siswa pembelajar cepat, sedang atau lambat. Kita kumpulkan. Supaya karakteristik siswa belajar cepat bisa menjadi tutor teman sebayanya. Tidak semua materi disampaikan oleh guru. Kelas 11 dan 12 sudah. Kelas 10 proses,” urainya.

Saat dimulai tahun ajaran baru nanti, Seno menginstruksikan pada dewan guru agar membuat peta konsep pembelajaran. Sehingga materi disampaikan lebih ringkas namun mudah dimengerti. Menurutnya cara menyampaikan materi tidak bisa seperti dulu yang bisa disampaikan berkali-kali.

Kemudian, pengaturan siswa yang hadir saat PTM sebanyak 25 persen per kelas dengan durasi PTM selama dua jam. Siswa lainnya belajar daring. “Dalam satu kelas yang masuk siapa dulu, kita sudah atur strategi,” imbuhnya.

Ketua Kelompok Kepala Sekolah (K3S) SMPN se-Sidoarjo Achmad Luthfi mengungkapkan 44 SMPN di Sidoarjo telah mengisi permohonan PTM.

“Orangtua juga sudah menyetujui. Sarana prasarana di SMPN sudah siap. Kecukupan SDM di penuhi. Satgas Covid-19 di tiap sekolah ada enam orang,” kata Lutfhi yang juga Kepala SMPN 1 Taman itu.

Senada dengan SMAN 2 Sidoarjo, di jenjang SMPN sekolah perlu memetakan kemampuan belajar siswa melalui tes matrikulasi dan psikologi. Menurutnya sangat penting apalagi bagi sekolah penyelenggara sistem kredit semester (SKS) empat dan enam semester. (rpp/opi)

SIDOARJO – Hari pertama tahun ajaran baru 2021/2022 akan dimulai 12 Juli. Pada saat itu dicanangkan dimulai kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM).

Sejak lama persiapan PTM dilakukan sekolah-sekolah di Kota Delta. Sarana prasarana (sarpras) sesuai protokol kesehatan terpenuhi, simulasi telah dilakukan berkali-kali. Kini, sekolah tinggal menunggu saja, apakah PTM jadi dilaksanakan atau tidak.

Sembari menunggu keputusan PTM ini, SMP dan SMA Negeri di Sidoarjo tengah mempersiapkan asesmen bagi siswa baru di sekolah mereka. “Kita sudah sangat siap. Peta zona Covid-19 bisa mendadak berubah. Istilahnya kalau PTM digelar besok pun ya siap saja,” terang Kepala SMAN 2 Sidoarjo Nur Seno Senin (21/6).

Seno menguraikan langkah yang harus dipikirkan selanjutnya adalah bagaimana membuat strategi pembelajaran agar siswa bisa menerima materi dengan baik. Yakni dengan asesmen.

“Ada tipe siswa pembelajar cepat, sedang atau lambat. Kita kumpulkan. Supaya karakteristik siswa belajar cepat bisa menjadi tutor teman sebayanya. Tidak semua materi disampaikan oleh guru. Kelas 11 dan 12 sudah. Kelas 10 proses,” urainya.

Saat dimulai tahun ajaran baru nanti, Seno menginstruksikan pada dewan guru agar membuat peta konsep pembelajaran. Sehingga materi disampaikan lebih ringkas namun mudah dimengerti. Menurutnya cara menyampaikan materi tidak bisa seperti dulu yang bisa disampaikan berkali-kali.

Kemudian, pengaturan siswa yang hadir saat PTM sebanyak 25 persen per kelas dengan durasi PTM selama dua jam. Siswa lainnya belajar daring. “Dalam satu kelas yang masuk siapa dulu, kita sudah atur strategi,” imbuhnya.

Ketua Kelompok Kepala Sekolah (K3S) SMPN se-Sidoarjo Achmad Luthfi mengungkapkan 44 SMPN di Sidoarjo telah mengisi permohonan PTM.

“Orangtua juga sudah menyetujui. Sarana prasarana di SMPN sudah siap. Kecukupan SDM di penuhi. Satgas Covid-19 di tiap sekolah ada enam orang,” kata Lutfhi yang juga Kepala SMPN 1 Taman itu.

Senada dengan SMAN 2 Sidoarjo, di jenjang SMPN sekolah perlu memetakan kemampuan belajar siswa melalui tes matrikulasi dan psikologi. Menurutnya sangat penting apalagi bagi sekolah penyelenggara sistem kredit semester (SKS) empat dan enam semester. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/