alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Banjir di Sidoarjo Ada di 40 Titik

SIDOARJO – Banjir di Kabupaten Sidoarjo semakin meluas. Hingga Kamis (18/2), setidaknya ada 40 titik banjir. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sungai meluap karena tidak dapat menampung debit air yang mengakibatkan genangan dan banjir di beberapa Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Di Jalan Raya Desa Kemiri ke Bluru terdapat genangan air dengan ketinggian 5 – 10 cm sepanjang 15-20 meter. Di Jalan Raya Bluru terdapat genangan air dengan ketinggian 10 – 15 cm sepanjang 100 meter. Jalan Raya Rangka Kidul genangan air dengan ketinggian 15 – 30 cm. Jalan Utama Desa Gebang air dengan ketinggian 15 cm.

Kemudian di Kecamatan Candi banjir menggenangi Desa Kebonsari, Balonggabus, Klurak, Wedoro Klurak dan Kalipecabean. Tinggi air rata-rata 10-30 cm. Sedangkan banjir di Raya Porong masih setinggi 30-60 cm.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Dwijo Prawito mengatakan semua titik menunjukkan tren penurunan genangan air. “Tim Siaga Bencana BPBD Sidoarjo berkala mengukur tinggi genangan di setiap lokasi yang terdampak genangan air,” ungkapnya.

Kepala bidang pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Shanty Wahyu Anggraini menyebutkan, setidaknya ada enam lokasi penempatan pompa air yang dikerahkan pihak dinas saat ini. Enam titik lokasi itu berada di area Banjarpoh, Lemah Putro, Kapasan Sidokare, Kllenteng, Gayam, dan Bumi Citra Fajar.

“Untuk afvoer yang meluap itu ada di afvoer Krembangan, afvoer Pucang, afvoer Sidokare, dan afvoer Sekardangan. Ini untuk yang di perkotaan. Untuk yang di wilayah lain juga ada seperti Wonoayu itu dari afvoer Bader dan afvoer Jogopati. Banjir ini kami menyebutnya sistem Sidokare yang bermuara di Kepetingan,” urainya.

Shanty juga mengharapkan masyarakat bisa terlibat aktif dalam penanganan banjir ini. Beberapa cara yang bisa dilakukan masyarakat seperti mulai sadar untuk menjaga kebersihan saluran air dari sampah.

“Segera menghubungi pihak dinas apabila menemukan pompa air yang tidak beroperasi atau ada tanggul yang mulai kritis kondisinya,” imbaunya. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Banjir di Kabupaten Sidoarjo semakin meluas. Hingga Kamis (18/2), setidaknya ada 40 titik banjir. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sungai meluap karena tidak dapat menampung debit air yang mengakibatkan genangan dan banjir di beberapa Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Di Jalan Raya Desa Kemiri ke Bluru terdapat genangan air dengan ketinggian 5 – 10 cm sepanjang 15-20 meter. Di Jalan Raya Bluru terdapat genangan air dengan ketinggian 10 – 15 cm sepanjang 100 meter. Jalan Raya Rangka Kidul genangan air dengan ketinggian 15 – 30 cm. Jalan Utama Desa Gebang air dengan ketinggian 15 cm.

Kemudian di Kecamatan Candi banjir menggenangi Desa Kebonsari, Balonggabus, Klurak, Wedoro Klurak dan Kalipecabean. Tinggi air rata-rata 10-30 cm. Sedangkan banjir di Raya Porong masih setinggi 30-60 cm.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Dwijo Prawito mengatakan semua titik menunjukkan tren penurunan genangan air. “Tim Siaga Bencana BPBD Sidoarjo berkala mengukur tinggi genangan di setiap lokasi yang terdampak genangan air,” ungkapnya.

Kepala bidang pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Shanty Wahyu Anggraini menyebutkan, setidaknya ada enam lokasi penempatan pompa air yang dikerahkan pihak dinas saat ini. Enam titik lokasi itu berada di area Banjarpoh, Lemah Putro, Kapasan Sidokare, Kllenteng, Gayam, dan Bumi Citra Fajar.

“Untuk afvoer yang meluap itu ada di afvoer Krembangan, afvoer Pucang, afvoer Sidokare, dan afvoer Sekardangan. Ini untuk yang di perkotaan. Untuk yang di wilayah lain juga ada seperti Wonoayu itu dari afvoer Bader dan afvoer Jogopati. Banjir ini kami menyebutnya sistem Sidokare yang bermuara di Kepetingan,” urainya.

Shanty juga mengharapkan masyarakat bisa terlibat aktif dalam penanganan banjir ini. Beberapa cara yang bisa dilakukan masyarakat seperti mulai sadar untuk menjaga kebersihan saluran air dari sampah.

“Segera menghubungi pihak dinas apabila menemukan pompa air yang tidak beroperasi atau ada tanggul yang mulai kritis kondisinya,” imbaunya. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/