alexametrics
23 C
Sidoarjo
Thursday, 26 May 2022

8 Desa Finalis Sidoresik Dapat Bantuan CSR

SIDOARJO – Delapan desa finalis yang berupaya keras menyukseskan program Sidoarjo Revitalisasi Fungsi Kali (Sidoresik) mendapatkan apresiasi. Jumat (21/1), mereka mendapat bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan pendukung program sungai bersih tersebut.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo Sa’adah Ahmad Muhdlor menyerahkan secara langsung CSR pada delapan desa finalis. Yakni, Desa Kedungpeluk Kecamatan Candi, Desa Keboananom dan Tebel Kecamatan Gedangan, Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin, Desa Sidorejo Kecamatan Krian, Desa Cangkring Kecamatan Krembung, Desa Kedungwonokerto Kecamatan Prambon dan Desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu.

“Sebulan lalu lomba Sidoresik dilaunching dan kita telah mencapai tahap ini. Delapan nominator kita bisa lihat sendiri progres masing-masing desa luar biasa,” kata wanita yang akrab disapa Ning Sasha itu.

Lewat Sidoresik, semua kalangan diajak terlibat menjaga dan memperbaiki kondisi sungai. Artinya, Sidoresik jadi gerakan sosial untuk menggalang kolaborasi banyak pihak agar menjaga dan meningkatkan kebersihan sungai.

Dirinya memuji kerja kolaboratif antara PKK, pemerintah desa dan masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai di wilayahnya masing-masing.

“Ada yang sudah progres, saya melihat perubahan yang luar biasa. Semakin banyak pihak yang turut serta memikul kewajiban kita untuk Sidoarjo yang lebih baik. Menjadi sungai lebih cantik dan jadi jujukan wisata. Orang diluar daerah kita bisa terpacu. Saya yakin lomba ini disupport CSR hanya di Sidoarjo,” jelasnya.

Ning Sasha meminta komitmen nyata dari ketua PKK desa untuk memberikan laporan pertanggungjawaban dana CSR tersebut. Karena akan menjadi salah satu penilaian. Bagaimana desa bisa mengelola keuangan dengan baik.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo Heri Soesanto menambahkan, dana CSR tersebut dihimpun melalui forum CSR Sidoarjo.

“Berhasil terkumpul dana Rp 182,5 juta dan bantuan berupa cat dan tinner senilai Rp 258 juta,” imbuhnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Delapan desa finalis yang berupaya keras menyukseskan program Sidoarjo Revitalisasi Fungsi Kali (Sidoresik) mendapatkan apresiasi. Jumat (21/1), mereka mendapat bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan pendukung program sungai bersih tersebut.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo Sa’adah Ahmad Muhdlor menyerahkan secara langsung CSR pada delapan desa finalis. Yakni, Desa Kedungpeluk Kecamatan Candi, Desa Keboananom dan Tebel Kecamatan Gedangan, Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin, Desa Sidorejo Kecamatan Krian, Desa Cangkring Kecamatan Krembung, Desa Kedungwonokerto Kecamatan Prambon dan Desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu.

“Sebulan lalu lomba Sidoresik dilaunching dan kita telah mencapai tahap ini. Delapan nominator kita bisa lihat sendiri progres masing-masing desa luar biasa,” kata wanita yang akrab disapa Ning Sasha itu.

Lewat Sidoresik, semua kalangan diajak terlibat menjaga dan memperbaiki kondisi sungai. Artinya, Sidoresik jadi gerakan sosial untuk menggalang kolaborasi banyak pihak agar menjaga dan meningkatkan kebersihan sungai.

Dirinya memuji kerja kolaboratif antara PKK, pemerintah desa dan masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai di wilayahnya masing-masing.

“Ada yang sudah progres, saya melihat perubahan yang luar biasa. Semakin banyak pihak yang turut serta memikul kewajiban kita untuk Sidoarjo yang lebih baik. Menjadi sungai lebih cantik dan jadi jujukan wisata. Orang diluar daerah kita bisa terpacu. Saya yakin lomba ini disupport CSR hanya di Sidoarjo,” jelasnya.

Ning Sasha meminta komitmen nyata dari ketua PKK desa untuk memberikan laporan pertanggungjawaban dana CSR tersebut. Karena akan menjadi salah satu penilaian. Bagaimana desa bisa mengelola keuangan dengan baik.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo Heri Soesanto menambahkan, dana CSR tersebut dihimpun melalui forum CSR Sidoarjo.

“Berhasil terkumpul dana Rp 182,5 juta dan bantuan berupa cat dan tinner senilai Rp 258 juta,” imbuhnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/