alexametrics
27 C
Sidoarjo
Friday, 22 October 2021

KKN Mahasiswa IPB Bantu Irigasi dan Budidaya Akuaponik di Wunut

SIDOARJO – Sebanyak delapan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Kegiatan KKN IPB kali ini mengusung tema “Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Techno sociopreneurship dalam Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan”. Seluruh peserta KKN diharapkan dapat menggali lebih jauh berbagai potensi desa sehingga dapat dijadikan inovasi.

Serah terima mahasiswa sekaligus pembukaan KKN dilaksanakan pada Kamis, 1 Juli 2021 oleh pihak kampus ke Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tepatnya Desa Wunut. Kegiatan telah berlangsung sekitar 40 hari di masa pandemi Covid-19.

CARI SOLUSI: Peta usulan perbaikan saluran irigasi di Desa Wunut, Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Koordinator KKN Kabupaten Sidoarjo, Rizqy Inggil menjelaskan dalam situasi pandemi Covid-19, pihaknya menggunakan sistem hybrid sehingga hanya dapat membantu desa dalam hal permasalahan irigasi desa. Dan sosialisasi serta pembuatan budidaya akuaponik.

Permasalahan saluran irigasi di Desa Wunut menyebabkan tergenangnya sawah desa hingga pemukiman warga. Sehingga lahan menjadi kurang produktif sekitar delapan tahun. Hal itu pastinya berdampak pada pendapatan petani maupun desa.

“Oleh karena itu, kelompok KKN mengadakan audiensi bersama Dinas PUBMSDA, Dinas Pertanian dan Pangan Sidoarjo, Bappeda Sidoarjo, Pemerintah Desa Wunut, dan Dosen Pembimbing Lapang pada Selasa 27 Juli,” kata Rizqy.

Menurutnya, sebagai bentuk tindak lanjut, diadakannya observasi lapang dan pemaparan hasil observasi serta diskusi sebagai usulan perbaikan atas hal tersebut.

“Output penyelesaian saluran irigasi Desa Wunut yang kami berikan ke pemerintah Desa Wunut berupa animasi. Seperti peta dan video hasil diskusi tim KKN-T IPB Sidoarjo bersama Dinas PUBMSDA, pemerintah Desa Wunut dan petani,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, program sosialisasi dan pembuatan akuaponik dipilih sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat melalui perpaduan sistem hidroponik dengan budidaya ikan. Sekaligus membantu Bappeda dalam mewujudkan programnya.

KREATIF: Pembuatan akuaponik oleh mahasiswa KKN IPB.

“Selain itu, membuka pikiran atau wawasan baru bagi masyarakat Desa Wunut terhadap inovasi terkait pertanian dan perikanan. Kedua program kelompok KKN disambut baik oleh masyarakat,” terangnya.

Kepala Desa Wunut, Pujidarjo mengapresiasi kelompok KKN yang mengabdi di desanya. Dia sangat berterima kasih dan terkesan dengan kehadiran mahasiswa KKN dari IPB. Karena adanya pola pikir dan ilmu baru baik terkait pertanian maupun perikanan dengan bentuk pembudidayaan ikan lewat kolam.

“Sehingga dapat membantu kami dalam rangka mengajak masyarakat Wunut yang mengalami gangguan pekerjaan selama pandemi sekaligus menjadi terobosan baru yang akan kami kembangkan sebagai lapangan pekerjaan baru dan mendatangkan penghasilan,” ujarnya. (*/vga)


SIDOARJO – Sebanyak delapan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Kegiatan KKN IPB kali ini mengusung tema “Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Techno sociopreneurship dalam Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan”. Seluruh peserta KKN diharapkan dapat menggali lebih jauh berbagai potensi desa sehingga dapat dijadikan inovasi.

Serah terima mahasiswa sekaligus pembukaan KKN dilaksanakan pada Kamis, 1 Juli 2021 oleh pihak kampus ke Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tepatnya Desa Wunut. Kegiatan telah berlangsung sekitar 40 hari di masa pandemi Covid-19.

CARI SOLUSI: Peta usulan perbaikan saluran irigasi di Desa Wunut, Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Koordinator KKN Kabupaten Sidoarjo, Rizqy Inggil menjelaskan dalam situasi pandemi Covid-19, pihaknya menggunakan sistem hybrid sehingga hanya dapat membantu desa dalam hal permasalahan irigasi desa. Dan sosialisasi serta pembuatan budidaya akuaponik.

Permasalahan saluran irigasi di Desa Wunut menyebabkan tergenangnya sawah desa hingga pemukiman warga. Sehingga lahan menjadi kurang produktif sekitar delapan tahun. Hal itu pastinya berdampak pada pendapatan petani maupun desa.

“Oleh karena itu, kelompok KKN mengadakan audiensi bersama Dinas PUBMSDA, Dinas Pertanian dan Pangan Sidoarjo, Bappeda Sidoarjo, Pemerintah Desa Wunut, dan Dosen Pembimbing Lapang pada Selasa 27 Juli,” kata Rizqy.

Menurutnya, sebagai bentuk tindak lanjut, diadakannya observasi lapang dan pemaparan hasil observasi serta diskusi sebagai usulan perbaikan atas hal tersebut.

“Output penyelesaian saluran irigasi Desa Wunut yang kami berikan ke pemerintah Desa Wunut berupa animasi. Seperti peta dan video hasil diskusi tim KKN-T IPB Sidoarjo bersama Dinas PUBMSDA, pemerintah Desa Wunut dan petani,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, program sosialisasi dan pembuatan akuaponik dipilih sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat melalui perpaduan sistem hidroponik dengan budidaya ikan. Sekaligus membantu Bappeda dalam mewujudkan programnya.

KREATIF: Pembuatan akuaponik oleh mahasiswa KKN IPB.

“Selain itu, membuka pikiran atau wawasan baru bagi masyarakat Desa Wunut terhadap inovasi terkait pertanian dan perikanan. Kedua program kelompok KKN disambut baik oleh masyarakat,” terangnya.

Kepala Desa Wunut, Pujidarjo mengapresiasi kelompok KKN yang mengabdi di desanya. Dia sangat berterima kasih dan terkesan dengan kehadiran mahasiswa KKN dari IPB. Karena adanya pola pikir dan ilmu baru baik terkait pertanian maupun perikanan dengan bentuk pembudidayaan ikan lewat kolam.

“Sehingga dapat membantu kami dalam rangka mengajak masyarakat Wunut yang mengalami gangguan pekerjaan selama pandemi sekaligus menjadi terobosan baru yang akan kami kembangkan sebagai lapangan pekerjaan baru dan mendatangkan penghasilan,” ujarnya. (*/vga)


Most Read

Berita Terbaru