alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Cegah Banjir, Wabup Setujui Pengadaan Bego Per Kecamatan

SIDOARJO – Masalah pendangkalan sungai di Sidoarjo menjadi perhatian serius. Usulan untuk pengadaan backhoe (bego) di setiap kecamatan, kembali muncul. Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin pun sepakat dengan usulan pengadaan alat berat untuk mengeruk tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Suyarno mengatakan, pihaknya sudah seringkali mengingatkan kepada Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) terkait masalah sungai. Salah satunya pendangkalan sungai yang bisa berakibat fatal. “Ini seperti benang kusut, karena banyaknya masalah pendangkalan di sungai,” terang politisi PDIP itu.

Karena itulah, dalam pembahasan perubahan APBD 2020, Komisi C juga telah memberikan rekomendasi soal penanganan masalah sungai. Yakni dengan pengadaan 18 unit bego atau alat berat. Nantinya bego itu bakal didistribusikan ke masing-masing kecamatan.

Suyarno juga sempat menyayangkan kinerja Dinas PUBMSDA. Karena masalah pendangkalan dan sampah sungai ini sudah sering kali terlihat. Namun penanganannya dinilai kurang maksimal.

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengaku sependapat soal usulan pengadaan bego untuk masing-masing kecamatan. Menurutnya, saat ini anggaran dalam APBD soal normalisasi juga sering tidak terserap. Dengan bego di masing-masing kecamatan maka pelaksanaan normalisasi juga bisa lebih intens. “Bisa untuk swakelola. Kalau di kecamatan bisa keliling terus. Baru kalau sungai besar Dinas PUBMSDA yang turun,” terangnya.

Dia berharap dengan pola baru itu mampu mengatasi permasalahan sungai di Sidoarjo. Saat ini, Dinas PUBMSDA juga tengah melakukan normalisasi di Sungai Mangetan Kanal, Sukodono. Pengerukan ditargetkan selesai pada September nanti. (son/nis/opi)

SIDOARJO – Masalah pendangkalan sungai di Sidoarjo menjadi perhatian serius. Usulan untuk pengadaan backhoe (bego) di setiap kecamatan, kembali muncul. Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin pun sepakat dengan usulan pengadaan alat berat untuk mengeruk tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Suyarno mengatakan, pihaknya sudah seringkali mengingatkan kepada Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) terkait masalah sungai. Salah satunya pendangkalan sungai yang bisa berakibat fatal. “Ini seperti benang kusut, karena banyaknya masalah pendangkalan di sungai,” terang politisi PDIP itu.

Karena itulah, dalam pembahasan perubahan APBD 2020, Komisi C juga telah memberikan rekomendasi soal penanganan masalah sungai. Yakni dengan pengadaan 18 unit bego atau alat berat. Nantinya bego itu bakal didistribusikan ke masing-masing kecamatan.

Suyarno juga sempat menyayangkan kinerja Dinas PUBMSDA. Karena masalah pendangkalan dan sampah sungai ini sudah sering kali terlihat. Namun penanganannya dinilai kurang maksimal.

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengaku sependapat soal usulan pengadaan bego untuk masing-masing kecamatan. Menurutnya, saat ini anggaran dalam APBD soal normalisasi juga sering tidak terserap. Dengan bego di masing-masing kecamatan maka pelaksanaan normalisasi juga bisa lebih intens. “Bisa untuk swakelola. Kalau di kecamatan bisa keliling terus. Baru kalau sungai besar Dinas PUBMSDA yang turun,” terangnya.

Dia berharap dengan pola baru itu mampu mengatasi permasalahan sungai di Sidoarjo. Saat ini, Dinas PUBMSDA juga tengah melakukan normalisasi di Sungai Mangetan Kanal, Sukodono. Pengerukan ditargetkan selesai pada September nanti. (son/nis/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/