alexametrics
30.1 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Sebanyak 31 Persen Pedagang di Pasar Belum Taat Pakai Masker

SIDOARJO – Kesadaran warga mengenakan masker saat beraktivitas di pasar tradisional, dinilai sudah tinggi. Dari hasil pemantauan CCTV (closed circuit television) berbasis kecerdasan buatan yang digunakan di Pasar Taman dan Gedangan, menunjukkan 69 persen warga, baik penjual dan pembeli, sudah taat masker. “Tinggal 31 persen saja (pedagang, Red) yang belum taat,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Tjarda, Minggu (19/7).

Dia melanjutkan, 31 persen itu bukan berarti warga tidak pakai masker sama sekali. Terkadang, meskipun memakai masker, tapi tidak terpasang tepat menutupi area hidung dan mulut. “Diturunkan ke dagu. CCTV mendeteksi tetap no mask (tidak bermasker, Red),” imbuhnya.

Sebab CCTV tersebut, kata Tjarda, bisa memantau secara real-time aktivitas pengujung di pasar tradisional sehingga bisa mengetahui seberapa patuh masyarakat terhadap protokol kesehatan. Tjarda mengatakan, kendala persentase tidak bermasker yang masih tinggi tersebut ada di Pasar Taman. Pasar tersebut punya 12 akses pintu masuk. Orang yang berlalu lalang, pasti terdeteksi CCTV pintar tersebut. Sementara itu untuk pembatasan pintu masuk, tidak bisa serta merta dilakukan. Karena akses menuju Pasar Taman itu terhubung langsung dengan permukiman warga.

Berbeda dengan pasar Gedangan. Tjarda menjelaskan, di Pasar Gedangan, dari tiga pintu masuk, saat ini hanya tersisa satu pintu sebagai akses keluar masuk. Sehingga, warga yang keluar masuk lebih terkontrol.

Lalu, bagaimana dengan sanksinya? Dikatakan mantan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro itu, bahwa ada sanksi teguran. Petugas unit pasar selalu berpatroli mengingatkan pedagang dan pembeli. Ada juga sanksi tegas penutupan lapak bagi pedagang. Bagi pembeli, dilarang masuk area pasar. Hingga saat ini, dengan sanksi teguran saja sudah cukup. “Belum ada lapak yang ditutup,” pungkasnya. (rpp/nis/opi)

SIDOARJO – Kesadaran warga mengenakan masker saat beraktivitas di pasar tradisional, dinilai sudah tinggi. Dari hasil pemantauan CCTV (closed circuit television) berbasis kecerdasan buatan yang digunakan di Pasar Taman dan Gedangan, menunjukkan 69 persen warga, baik penjual dan pembeli, sudah taat masker. “Tinggal 31 persen saja (pedagang, Red) yang belum taat,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Tjarda, Minggu (19/7).

Dia melanjutkan, 31 persen itu bukan berarti warga tidak pakai masker sama sekali. Terkadang, meskipun memakai masker, tapi tidak terpasang tepat menutupi area hidung dan mulut. “Diturunkan ke dagu. CCTV mendeteksi tetap no mask (tidak bermasker, Red),” imbuhnya.

Sebab CCTV tersebut, kata Tjarda, bisa memantau secara real-time aktivitas pengujung di pasar tradisional sehingga bisa mengetahui seberapa patuh masyarakat terhadap protokol kesehatan. Tjarda mengatakan, kendala persentase tidak bermasker yang masih tinggi tersebut ada di Pasar Taman. Pasar tersebut punya 12 akses pintu masuk. Orang yang berlalu lalang, pasti terdeteksi CCTV pintar tersebut. Sementara itu untuk pembatasan pintu masuk, tidak bisa serta merta dilakukan. Karena akses menuju Pasar Taman itu terhubung langsung dengan permukiman warga.

Berbeda dengan pasar Gedangan. Tjarda menjelaskan, di Pasar Gedangan, dari tiga pintu masuk, saat ini hanya tersisa satu pintu sebagai akses keluar masuk. Sehingga, warga yang keluar masuk lebih terkontrol.

Lalu, bagaimana dengan sanksinya? Dikatakan mantan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro itu, bahwa ada sanksi teguran. Petugas unit pasar selalu berpatroli mengingatkan pedagang dan pembeli. Ada juga sanksi tegas penutupan lapak bagi pedagang. Bagi pembeli, dilarang masuk area pasar. Hingga saat ini, dengan sanksi teguran saja sudah cukup. “Belum ada lapak yang ditutup,” pungkasnya. (rpp/nis/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/