alexametrics
30 C
Sidoarjo
Monday, 8 August 2022

Tim Khusus Masalah Korban Lumpur Kebut Ganti Rugi 84 Bidang Tanah

SIDOARJO – Tim khusus permasalahan korban lumpur bergerak cepat menuntaskan ganti rugi terhadap 84 berkas tanah korban lumpur. Sebanyak 17 berkas di antaranya telah dituntaskan.

Senin (20/6), tim yang diketuai Asisten I M Ainur Rahman itu juga kembali memanggil sejumlah ahli waris terkait berkas tanah itu. Sementara, tim fokus pada 27 kategori berkas tanah yang sudah ada sebagian pembayaran ataupun kelebihan pembayaran.

“Kami hadirkan untuk mencari solusi terbaik,” kata M Ainur Rahman.

Ada beberapa kendala yang dihadapi tim sehingga masalah tidak bisa tuntas dalam satu kali pertemuan. Misalnya pada berkas atas nama Djaenab, warga Besuki, Kecamatan Jabon. Pembayaran ganti rugi atas tanah sawah seluas 2.041 meter persegi itu macet karena antar ahli waris kurang akur.

Kemudian pada berkas tanah Erry Pratikto atau Pratikto Raharjo warga Kedungbendo, dalam sertifikat tanahnya sempat ditemukan coretan terkait status tanah. Sehingga menimbulkan keambiguan dari pihak pengganti rugi.

Ainur menambahkan, pihaknya bersama tim khusus akan terus bekerja untuk menuntaskan perkara itu. Berbagai pihak juga dilibatkan dalam penuntasan perkara itu. Mulai dari BPN hingga aparat penegak hukum.

Diharapkan permasalahan terkait ganti rugi korban lumpur itu bisa cepat tuntas. Sehingga masalah itu tidak lagi berlarut-larut.

Secara berkelanjutan, tim akan membahas dan mengurai akar masalah terkait ganti rugi korban lumpur itu. Tim juga akan fokus untuk menuntaskan masalah administratif perpindahan warga korban lumpur ke Renojoyo, Kedungsolo, Porong. Termasuk perpindahan warga ke desa Kesambi dan Pamotan. (son/vga)

SIDOARJO – Tim khusus permasalahan korban lumpur bergerak cepat menuntaskan ganti rugi terhadap 84 berkas tanah korban lumpur. Sebanyak 17 berkas di antaranya telah dituntaskan.

Senin (20/6), tim yang diketuai Asisten I M Ainur Rahman itu juga kembali memanggil sejumlah ahli waris terkait berkas tanah itu. Sementara, tim fokus pada 27 kategori berkas tanah yang sudah ada sebagian pembayaran ataupun kelebihan pembayaran.

“Kami hadirkan untuk mencari solusi terbaik,” kata M Ainur Rahman.

Ada beberapa kendala yang dihadapi tim sehingga masalah tidak bisa tuntas dalam satu kali pertemuan. Misalnya pada berkas atas nama Djaenab, warga Besuki, Kecamatan Jabon. Pembayaran ganti rugi atas tanah sawah seluas 2.041 meter persegi itu macet karena antar ahli waris kurang akur.

Kemudian pada berkas tanah Erry Pratikto atau Pratikto Raharjo warga Kedungbendo, dalam sertifikat tanahnya sempat ditemukan coretan terkait status tanah. Sehingga menimbulkan keambiguan dari pihak pengganti rugi.

Ainur menambahkan, pihaknya bersama tim khusus akan terus bekerja untuk menuntaskan perkara itu. Berbagai pihak juga dilibatkan dalam penuntasan perkara itu. Mulai dari BPN hingga aparat penegak hukum.

Diharapkan permasalahan terkait ganti rugi korban lumpur itu bisa cepat tuntas. Sehingga masalah itu tidak lagi berlarut-larut.

Secara berkelanjutan, tim akan membahas dan mengurai akar masalah terkait ganti rugi korban lumpur itu. Tim juga akan fokus untuk menuntaskan masalah administratif perpindahan warga korban lumpur ke Renojoyo, Kedungsolo, Porong. Termasuk perpindahan warga ke desa Kesambi dan Pamotan. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/