alexametrics
26 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Produksi Briket di Sidoarjo Bakal Ditingkatkan ke TPST Kawasan

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo bakal memasifkan lagi pengolahan sampah menjadi briket Refuse Derived Fuel (RDF). Hal itu juga untuk menciptakan Sidoarjo zero waste.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengungkapkan, rencananya produksi briket itu bakal dilakukan di tingkat Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) kawasan.

“TPST desa bertugas memilah bahan baku, produksinya di TPST kawasan,” terangnya, Jumat (20/5).

Alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu menambahkan, Pemkab memiliki keinginan untuk bisa menuntaskan masalah sampah dari hulu ke hilir hingga nol. Kemudian, sampah dapat diproduksi menjadi barang yang memiliki nilai positif. Karena itu briket dinilai inovasi yang cukup baik.

“Bisa untuk support industri juga,” paparnya.

Jumat (20/5) siang, Bupati Ahmad Muhdlor juga menerima kunjungan dari perwakilan Bank Pembangunan Jerman (KfW). Perwakilan dari negara di Eropa itu juga bakal berkolaborasi dalam misi penurunan emisi atau efek rumah kaca di Sidoarjo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Bahrul Amig menambahkan, mereka merupakan bagian dari negara pendonor terkait upaya penurunan efek rumah kaca di Indonesia. Salah satunya terkait pengembangan sanitary landfill di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jabon.

“Mereka bakal mendampingi, membantu sistem manajemen hingga dukungan investasi,” imbuhnya.

Amig menambahkan, hal itu tentunya menjadi hal positif yang cukup dinanti di Sidoarjo. Diketahui TPA Jabon setiap hari selalu diisi sampah 500 ton. Upaya dan inovasi pengolahan sampah sangat dibutuhkan agar sampah tidak menumpuk. (son/vga)

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo bakal memasifkan lagi pengolahan sampah menjadi briket Refuse Derived Fuel (RDF). Hal itu juga untuk menciptakan Sidoarjo zero waste.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengungkapkan, rencananya produksi briket itu bakal dilakukan di tingkat Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) kawasan.

“TPST desa bertugas memilah bahan baku, produksinya di TPST kawasan,” terangnya, Jumat (20/5).

Alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu menambahkan, Pemkab memiliki keinginan untuk bisa menuntaskan masalah sampah dari hulu ke hilir hingga nol. Kemudian, sampah dapat diproduksi menjadi barang yang memiliki nilai positif. Karena itu briket dinilai inovasi yang cukup baik.

“Bisa untuk support industri juga,” paparnya.

Jumat (20/5) siang, Bupati Ahmad Muhdlor juga menerima kunjungan dari perwakilan Bank Pembangunan Jerman (KfW). Perwakilan dari negara di Eropa itu juga bakal berkolaborasi dalam misi penurunan emisi atau efek rumah kaca di Sidoarjo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Bahrul Amig menambahkan, mereka merupakan bagian dari negara pendonor terkait upaya penurunan efek rumah kaca di Indonesia. Salah satunya terkait pengembangan sanitary landfill di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jabon.

“Mereka bakal mendampingi, membantu sistem manajemen hingga dukungan investasi,” imbuhnya.

Amig menambahkan, hal itu tentunya menjadi hal positif yang cukup dinanti di Sidoarjo. Diketahui TPA Jabon setiap hari selalu diisi sampah 500 ton. Upaya dan inovasi pengolahan sampah sangat dibutuhkan agar sampah tidak menumpuk. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/