alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Bupati dan Indah Kurnia Dampingi Menteri KKP Kunjungi Desa Devisa di Jabon

SIDOARJO – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mencanangkan Kampung Budidaya Rumput Laut di Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Rabu (20/4). Pencanangan tersebut merupakan program terobosan KKP yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dan Anggota DPR RI Indah Kurnia.

Sejak 18 Desember 2021 lalu kampung ini resmi menjadi Desa Devisa. Peresmian dilakukan oleh Indah Kurnia bersama LPEI dan Pejabat Dinas Perikanan dan Kelautan Sidoarjo dan Jawa Timur.

Desa Devisa merupakan program pendampingan yang digagas Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas. Komoditas utama Desa Devisa di Sidoarjo ini adalah rumput laut.

Di tempat budidaya rumput laut gracilaria tersebut, Trenggono menyebutkan akan menjadikan Jabon sebagai percontohan. Dengan luasan areal polikultur sekitar 750 hektare, kegiatan budidaya rumput laut itu dijalankan oleh 167 pelaku utama Rumah Tangga Pembudidaya (RTP).

“Ini yang membuat kesejahteraan masyarakat sekitar meningkat,” katanya.

Sejak 2018 lalu Anggota DPR RI Indah Kurnia juga sudah mulai mendampingi desa ini. Memberikan advokasi, menyampaikan aspirasi kepada berbagai pihak untuk pengembangan potensi hasil laut. Hingga pada puncaknya desa ini dicanangkan sebagai Desa Devisa dan siap untuk ekspor komoditas rumput laut.

Menurut Indah, berbagai upaya yang dilakukan adalah dalam rangka membantu pemerintah daerah baik Sidoarjo maupun Jawa Timur untuk penyerapan tenaga kerja serta penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Selain itu juga meningkatkan indeks ekspor untuk menjaga neraca perdagangan agar tidak terjadi defisit.

“Itu adalah upaya yang kami lakukan, bergerak terus tetapi kecil pasti dan jelas dan mendapat dukungan dari berbagai pihak”, jelas Indah.

Menurut Indah kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan kali ini memberikan semangat baru kepada Desa Jabon khususnya para petani rumput laut serta nelayan untuk bangkit lebih giat lagi dalam memanfaatkan hasil laut.

“Mengingat kalau sudah menteri yang hadir maka itu akan diharapkan akan membuahkan hasil yang multiply (efek), karena menteri tidak mungkin setelah kunjungan terus diam, pasti akan langsung melakukan action,” ujarnya.

Indah juga berharap agar Menteri Kelautan dan Perikanan bisa menyampaikan kepada menteri yang lain terkait kebutuhan di desa ini.

“Saya yakin Pak Menteri ini akan langsung melakukan sesuatu, langsung action dan mendukung. Salah satu di antaranya adalah Pak Menteri akan menyampaikan ke Pak Menteri yang lain, Pak PUPR Pak Basuki bahwa jalanannya ini lho masih belum dicor itu ada beberapa kilometer sekaligus penerangan jalan. Selain itu juga signal internet agar bisa dioptimalkan lagi di daerah ini sehingga desa ini benar-benar layak disebut sebagai desa devisa” terangnya.

Total produksi rumput laut di Jabon mencapai 200 hingga 500 ton per bulan. Dengan harga jual sekitar Rp 6 ribu per kg. Hal tersebut membuat perputaran ekonomi di Kampung Budidaya Rumput Laut Kecamatan Jabon sekitar Rp 1,2 miliar hingga Rp 3 miliar per bulan.

Dengan mengusung konsep corporate farming, pencanangan Kampung Budidaya Rumput Laut di Kecamatan Jabon ditargetkan menjadi pemicu tumbuhnya kegiatan ekonomi turunan. Di antaranya usaha pengolahan.

Konsep tersebut dilaksanakan dengan menyinergikan berbagai potensi untuk mendorong berkembangnya sistem usaha perikanan budidaya yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Dengan pencanangan ini, Trenggono optimistis hasil budidaya rumput laut di tiga desa yakni Desa Kupang, Desa Kedungpandan, Desa Permisan mampu menembus pasar ekspor. Sebab permintaan rumput laut di pasar global semakin tinggi.

Menurut dia, yang penting dan yang harus diperhatikan adalah kesejahteraan para masyarakat pembudidaya. “Kami juga akan hadirkan BLU untuk dapat membantu mengatasi kendala yang dirasakan dari para pekerja,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor. Dia mengapresiasi dukungan KKP dalam meningkatkan produktivitas para petani tambak di Desa Kupang ini.

“Dukungan dari Menteri KKP ini sangat baik ke depannya, karena grasilaria di Desa Kupang ini salah satu potensi untuk ekspor cukup tinggi dan sudah ditetapkan menjadi daerah desa devisa di Sidoarjo,” ucapnya.

Disisi lain, masih membutuhkan perhatian lebih termasuk salah satunya Infrastruktur, sain riset/penilitian tentang bagaimana kemudian grasilaria ini bisa lebih optimal. Karena selama ini masih hanya ada di tiga desa, yakni Desa Kupang, Kedungpandang dan Permisan.

“Perputaran uang di desa devisa rumput laut ini, potensi antara Rp 2-3 miliar tiap bulannya, bisa menghidupi 357 orang, dampak multiefeknya sangat banyak, membutuhkan peningkatan mutu, dan marketnya di kembangkan lebih baik,” ujar Gus Muhdlor. (nis/vga)

 

SIDOARJO – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mencanangkan Kampung Budidaya Rumput Laut di Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Rabu (20/4). Pencanangan tersebut merupakan program terobosan KKP yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dan Anggota DPR RI Indah Kurnia.

Sejak 18 Desember 2021 lalu kampung ini resmi menjadi Desa Devisa. Peresmian dilakukan oleh Indah Kurnia bersama LPEI dan Pejabat Dinas Perikanan dan Kelautan Sidoarjo dan Jawa Timur.

Desa Devisa merupakan program pendampingan yang digagas Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas. Komoditas utama Desa Devisa di Sidoarjo ini adalah rumput laut.

Di tempat budidaya rumput laut gracilaria tersebut, Trenggono menyebutkan akan menjadikan Jabon sebagai percontohan. Dengan luasan areal polikultur sekitar 750 hektare, kegiatan budidaya rumput laut itu dijalankan oleh 167 pelaku utama Rumah Tangga Pembudidaya (RTP).

“Ini yang membuat kesejahteraan masyarakat sekitar meningkat,” katanya.

Sejak 2018 lalu Anggota DPR RI Indah Kurnia juga sudah mulai mendampingi desa ini. Memberikan advokasi, menyampaikan aspirasi kepada berbagai pihak untuk pengembangan potensi hasil laut. Hingga pada puncaknya desa ini dicanangkan sebagai Desa Devisa dan siap untuk ekspor komoditas rumput laut.

Menurut Indah, berbagai upaya yang dilakukan adalah dalam rangka membantu pemerintah daerah baik Sidoarjo maupun Jawa Timur untuk penyerapan tenaga kerja serta penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Selain itu juga meningkatkan indeks ekspor untuk menjaga neraca perdagangan agar tidak terjadi defisit.

“Itu adalah upaya yang kami lakukan, bergerak terus tetapi kecil pasti dan jelas dan mendapat dukungan dari berbagai pihak”, jelas Indah.

Menurut Indah kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan kali ini memberikan semangat baru kepada Desa Jabon khususnya para petani rumput laut serta nelayan untuk bangkit lebih giat lagi dalam memanfaatkan hasil laut.

“Mengingat kalau sudah menteri yang hadir maka itu akan diharapkan akan membuahkan hasil yang multiply (efek), karena menteri tidak mungkin setelah kunjungan terus diam, pasti akan langsung melakukan action,” ujarnya.

Indah juga berharap agar Menteri Kelautan dan Perikanan bisa menyampaikan kepada menteri yang lain terkait kebutuhan di desa ini.

“Saya yakin Pak Menteri ini akan langsung melakukan sesuatu, langsung action dan mendukung. Salah satu di antaranya adalah Pak Menteri akan menyampaikan ke Pak Menteri yang lain, Pak PUPR Pak Basuki bahwa jalanannya ini lho masih belum dicor itu ada beberapa kilometer sekaligus penerangan jalan. Selain itu juga signal internet agar bisa dioptimalkan lagi di daerah ini sehingga desa ini benar-benar layak disebut sebagai desa devisa” terangnya.

Total produksi rumput laut di Jabon mencapai 200 hingga 500 ton per bulan. Dengan harga jual sekitar Rp 6 ribu per kg. Hal tersebut membuat perputaran ekonomi di Kampung Budidaya Rumput Laut Kecamatan Jabon sekitar Rp 1,2 miliar hingga Rp 3 miliar per bulan.

Dengan mengusung konsep corporate farming, pencanangan Kampung Budidaya Rumput Laut di Kecamatan Jabon ditargetkan menjadi pemicu tumbuhnya kegiatan ekonomi turunan. Di antaranya usaha pengolahan.

Konsep tersebut dilaksanakan dengan menyinergikan berbagai potensi untuk mendorong berkembangnya sistem usaha perikanan budidaya yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Dengan pencanangan ini, Trenggono optimistis hasil budidaya rumput laut di tiga desa yakni Desa Kupang, Desa Kedungpandan, Desa Permisan mampu menembus pasar ekspor. Sebab permintaan rumput laut di pasar global semakin tinggi.

Menurut dia, yang penting dan yang harus diperhatikan adalah kesejahteraan para masyarakat pembudidaya. “Kami juga akan hadirkan BLU untuk dapat membantu mengatasi kendala yang dirasakan dari para pekerja,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor. Dia mengapresiasi dukungan KKP dalam meningkatkan produktivitas para petani tambak di Desa Kupang ini.

“Dukungan dari Menteri KKP ini sangat baik ke depannya, karena grasilaria di Desa Kupang ini salah satu potensi untuk ekspor cukup tinggi dan sudah ditetapkan menjadi daerah desa devisa di Sidoarjo,” ucapnya.

Disisi lain, masih membutuhkan perhatian lebih termasuk salah satunya Infrastruktur, sain riset/penilitian tentang bagaimana kemudian grasilaria ini bisa lebih optimal. Karena selama ini masih hanya ada di tiga desa, yakni Desa Kupang, Kedungpandang dan Permisan.

“Perputaran uang di desa devisa rumput laut ini, potensi antara Rp 2-3 miliar tiap bulannya, bisa menghidupi 357 orang, dampak multiefeknya sangat banyak, membutuhkan peningkatan mutu, dan marketnya di kembangkan lebih baik,” ujar Gus Muhdlor. (nis/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/