alexametrics
28 C
Sidoarjo
Wednesday, 18 May 2022

Covid-19 Sidoarjo Melandai

SIDOARJO – Penyebaran virus corona disease 2019 atau Covid-19 selama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap satu dan dua serta PPKM mikro tahap satu hingga ketiga di Kabupaten Sidoarjom, mengalami perubahan signifikan. Situasi Covid-19 di Kota Delta sudah mulai membaik.

Untuk situasi Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo per tanggal 18 Maret 2021, konfirmasi sembuh 9.902 orang (93,63 persen). Ada penambahan baru 23 orang, meninggal 606 orang (5,73 persen), dalam perawatan 67 orang (0,63 persen) dan kumulatif konfirmasi 10.575 orang.

Sekretaris Daerah Sidoarjo Achmad Zaini menjabarkan pada PPKM tahap 1 pada 11-25 Januari sebanyak 179 orang menjalani isolasi mandiri (isoman), 371 orang dirawat di rumah sakit. Bed occupancy rate (BOR) RS rujukan 86 persen, penambahan kesembuhan 433 orang dan penambahan kematian 18 orang.

Pada PPKM tahap 2, 26 Januari – 8 Februari 161 orang isoman, 340 orang dirawat, BOR 63 persen, penambahan kesembuhan 495 orang dan 17 orang meninggal.

Dikarenakan PPKM punya dampak besar menekan kasus Covid-19 di Sidoarjo, maka PPKM makro tersebut kemudian dilanjutkan dengan PPKM berskala mikro. Tahap pertama PPKM mikro 9-22 Februari 300 orang isoman, 178 dirawat, BOR 48 persen, 483 orang sembuh, 16 orang meninggal dunia.

Kemudian, PPKM mikro tahap dua pada 23 Februari – 8 Maret BOR sebanyak 39 persen dan untuk tahap III dari mulai tanggal 9 – 18 Maret 2021 BOR turun menjadi 31 persen.

Untuk zonasi PPKM mikro wilayah sidoarjo data di Dinas Kesehatan Sidoarjo dari 347 Desa di Kabupaten Sidoarjo zona merah dan orannye tahap I – 3 nihil, zona kuning Tahap I sebanyak 115 zona hijau 232 Desa. Tahap 2 zona kuning 63 Desa, zona hijau 284 Desa. Dan tahap 3, zona kuning 56 Desa, zona hijau 291 Desa.

Kalau ditingkat RW yang berjumlah 1991 se Kabupaten Sidoarjo, PPKM Mikro tahap 1 – 3 zona merah dan kuning nihil, zona kuning pada tahap 1 sebanyak 158 RW, zona hijau sebanyak 1851 RW. Tahap 2 untuk zona kuning 75 RW, zona hijau 1916 RW. Untuk tahap 3 zona kuning 60 RW, zona hijau 1931 RW

‘’Untuk pelaksanaan PPKM mikro 100 persen di Kabupaten Sidoarjo telah terbentuk posko PPKM Mikro,” jelasnya saat rapat evaluasi virtual bersama Wakapolda Jatim, Jumat (19/3).

Masih menurut Zaini, penggunaan dana desa, di Kabupaten Sidoarjo ada 318 desa sudah terverifikasi di KPKN dan telah menerima penyaluran dana desa tahap I dengan total anggaran sebesar Rp 83 miliar. Sedangkan desa yang belum menerima itu karena desa terdampak lumpur panas dan belum menyelesaikan APBDes.

Dari paparan tersebut mendapat apresiasi positif dari Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo. Ia menilai ada peningkatan yang signifikan pada pelaksanaan PPKM Mikro dari tahap 1 ke tahap 2.

“Namun untuk tahap 2 ke tahap 3 kenaikannya sedikit sekali, apakah ada kendala, jika menemui kendala waktu pelaksanaan PPKM tinggal satu minggu lagi, saya berharap jajaran forkopimda lebih kerja keras lagi, dan kita siap membantu,” ungkapnya. (rpp/opi)

SIDOARJO – Penyebaran virus corona disease 2019 atau Covid-19 selama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap satu dan dua serta PPKM mikro tahap satu hingga ketiga di Kabupaten Sidoarjom, mengalami perubahan signifikan. Situasi Covid-19 di Kota Delta sudah mulai membaik.

Untuk situasi Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo per tanggal 18 Maret 2021, konfirmasi sembuh 9.902 orang (93,63 persen). Ada penambahan baru 23 orang, meninggal 606 orang (5,73 persen), dalam perawatan 67 orang (0,63 persen) dan kumulatif konfirmasi 10.575 orang.

Sekretaris Daerah Sidoarjo Achmad Zaini menjabarkan pada PPKM tahap 1 pada 11-25 Januari sebanyak 179 orang menjalani isolasi mandiri (isoman), 371 orang dirawat di rumah sakit. Bed occupancy rate (BOR) RS rujukan 86 persen, penambahan kesembuhan 433 orang dan penambahan kematian 18 orang.

Pada PPKM tahap 2, 26 Januari – 8 Februari 161 orang isoman, 340 orang dirawat, BOR 63 persen, penambahan kesembuhan 495 orang dan 17 orang meninggal.

Dikarenakan PPKM punya dampak besar menekan kasus Covid-19 di Sidoarjo, maka PPKM makro tersebut kemudian dilanjutkan dengan PPKM berskala mikro. Tahap pertama PPKM mikro 9-22 Februari 300 orang isoman, 178 dirawat, BOR 48 persen, 483 orang sembuh, 16 orang meninggal dunia.

Kemudian, PPKM mikro tahap dua pada 23 Februari – 8 Maret BOR sebanyak 39 persen dan untuk tahap III dari mulai tanggal 9 – 18 Maret 2021 BOR turun menjadi 31 persen.

Untuk zonasi PPKM mikro wilayah sidoarjo data di Dinas Kesehatan Sidoarjo dari 347 Desa di Kabupaten Sidoarjo zona merah dan orannye tahap I – 3 nihil, zona kuning Tahap I sebanyak 115 zona hijau 232 Desa. Tahap 2 zona kuning 63 Desa, zona hijau 284 Desa. Dan tahap 3, zona kuning 56 Desa, zona hijau 291 Desa.

Kalau ditingkat RW yang berjumlah 1991 se Kabupaten Sidoarjo, PPKM Mikro tahap 1 – 3 zona merah dan kuning nihil, zona kuning pada tahap 1 sebanyak 158 RW, zona hijau sebanyak 1851 RW. Tahap 2 untuk zona kuning 75 RW, zona hijau 1916 RW. Untuk tahap 3 zona kuning 60 RW, zona hijau 1931 RW

‘’Untuk pelaksanaan PPKM mikro 100 persen di Kabupaten Sidoarjo telah terbentuk posko PPKM Mikro,” jelasnya saat rapat evaluasi virtual bersama Wakapolda Jatim, Jumat (19/3).

Masih menurut Zaini, penggunaan dana desa, di Kabupaten Sidoarjo ada 318 desa sudah terverifikasi di KPKN dan telah menerima penyaluran dana desa tahap I dengan total anggaran sebesar Rp 83 miliar. Sedangkan desa yang belum menerima itu karena desa terdampak lumpur panas dan belum menyelesaikan APBDes.

Dari paparan tersebut mendapat apresiasi positif dari Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo. Ia menilai ada peningkatan yang signifikan pada pelaksanaan PPKM Mikro dari tahap 1 ke tahap 2.

“Namun untuk tahap 2 ke tahap 3 kenaikannya sedikit sekali, apakah ada kendala, jika menemui kendala waktu pelaksanaan PPKM tinggal satu minggu lagi, saya berharap jajaran forkopimda lebih kerja keras lagi, dan kita siap membantu,” ungkapnya. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/