alexametrics
26 C
Sidoarjo
Saturday, 4 December 2021

Torpin Mulai Keliling Temui Pembaca dengan Prokes Ketat

SIDOARJO – Motor pintar (torpin) milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpursip) Sidoarjo mulai aktif kembali menemui masyarakat. Bulan ini, torpin dikhususkan keliling ke seluruh desa yang ada di Kecamatan Candi dan Wonoayu.

Seperti Senin (18/10) dua torpin dikerahkan menemui warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi dan Desa Semambung, Kecamatan Wonoayu.

Setelah vakum akibat pandemi, antusiasme masyarakat sangat tinggi menyambut hadirnya torpin di wilayah mereka. Mulai anak-anak hingga orang dewasa tertarik membaca beragam buku dibawa menggunakan motor roda tiga itu.

Petugas torpin Muhammad Charismawan mengatakan, aturan disiplin protokol kesehatan mencegah Covid-19 tetap wajib dijalankan. “Baik oleh petugas maupun pembaca. Seperti menjaga jarak dan memakai masker,” katanya dijumpai di Balai Desa Sugihwaras, kemarin.

Kepala Disperpursip Sidoarjo Medi Yulianto menjelaskan, secara bertahap sejumlah layanan perpustakaan berangsur normal. Seperti halnya torpin. Operasional seminggu dua kali, di dua kecamatan dan dua desa. Sementara ini, Disperpursip hanya mengoperasionalkan dua dari 18 torpin yang ada.

“Rute torpin setiap bulan berbeda. Bulan ini keliling di Kecamatan Candi dan Wonoayu,” terangnya.

Selain itu, Disperpursip telah memperbolehkan pengunjung perpustakaan milik pemkab itu membaca buku di tempat. Namun kapasitasnya masih dibatasi 25 persen atau maksimal 20 pengunjung saja.

Memasuki area kantor Disperpursip pun kini wajib menunjukkan sertifikat vaksin serta menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Sementara itu, kata Medi, untuk kafe baca dan mobil perpustakaan keliling (MPK) masih vakum. Khusus bioskop literasi anak dan masyarakat (bolam) mulai disosialisasikan segera dibuka kembali. “Maksimal diisi 15 orang. Dengan durasi menonton 30 menit,” terangnya.

Mantan Kepala Dispendukcapil itu berharap layanan perpustakaan bisa dibuka normal layaknya sebelum pandemi. Sehingga indeks minat baca di Kabupaten Sidoarjo terus meningkat.

Dari riset yang ada, pada 2020 indeks minat baca di Kabupaten Sidoarjo tahun sebesar 71,79 persen. Masuk kategori tinggi. Meningkatkan dibandingkan 2019, saat itu 70 persen.

Kemudian, indeks kegemaran membaca pada 2020 yakni 59,79 masuk kategori sedang. Tujuh kecamatan masuk kategori tinggi. Di antaranya Waru, Gedangan, Sidoarjo dan Tarik. (rpp/vga)

 


SIDOARJO – Motor pintar (torpin) milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpursip) Sidoarjo mulai aktif kembali menemui masyarakat. Bulan ini, torpin dikhususkan keliling ke seluruh desa yang ada di Kecamatan Candi dan Wonoayu.

Seperti Senin (18/10) dua torpin dikerahkan menemui warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi dan Desa Semambung, Kecamatan Wonoayu.

Setelah vakum akibat pandemi, antusiasme masyarakat sangat tinggi menyambut hadirnya torpin di wilayah mereka. Mulai anak-anak hingga orang dewasa tertarik membaca beragam buku dibawa menggunakan motor roda tiga itu.

Petugas torpin Muhammad Charismawan mengatakan, aturan disiplin protokol kesehatan mencegah Covid-19 tetap wajib dijalankan. “Baik oleh petugas maupun pembaca. Seperti menjaga jarak dan memakai masker,” katanya dijumpai di Balai Desa Sugihwaras, kemarin.

Kepala Disperpursip Sidoarjo Medi Yulianto menjelaskan, secara bertahap sejumlah layanan perpustakaan berangsur normal. Seperti halnya torpin. Operasional seminggu dua kali, di dua kecamatan dan dua desa. Sementara ini, Disperpursip hanya mengoperasionalkan dua dari 18 torpin yang ada.

“Rute torpin setiap bulan berbeda. Bulan ini keliling di Kecamatan Candi dan Wonoayu,” terangnya.

Selain itu, Disperpursip telah memperbolehkan pengunjung perpustakaan milik pemkab itu membaca buku di tempat. Namun kapasitasnya masih dibatasi 25 persen atau maksimal 20 pengunjung saja.

Memasuki area kantor Disperpursip pun kini wajib menunjukkan sertifikat vaksin serta menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Sementara itu, kata Medi, untuk kafe baca dan mobil perpustakaan keliling (MPK) masih vakum. Khusus bioskop literasi anak dan masyarakat (bolam) mulai disosialisasikan segera dibuka kembali. “Maksimal diisi 15 orang. Dengan durasi menonton 30 menit,” terangnya.

Mantan Kepala Dispendukcapil itu berharap layanan perpustakaan bisa dibuka normal layaknya sebelum pandemi. Sehingga indeks minat baca di Kabupaten Sidoarjo terus meningkat.

Dari riset yang ada, pada 2020 indeks minat baca di Kabupaten Sidoarjo tahun sebesar 71,79 persen. Masuk kategori tinggi. Meningkatkan dibandingkan 2019, saat itu 70 persen.

Kemudian, indeks kegemaran membaca pada 2020 yakni 59,79 masuk kategori sedang. Tujuh kecamatan masuk kategori tinggi. Di antaranya Waru, Gedangan, Sidoarjo dan Tarik. (rpp/vga)

 


Most Read

Berita Terbaru