alexametrics
27 C
Sidoarjo
Thursday, 19 May 2022

73 Orang Ajukan Penggantian CJH Meninggal

SIDOARJO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo sudah membuka lagi pelayanan haji dan umrah. Tidak hanya pendaftar baru yang ramai, pembatalan, dan pelimpahan porsi haji juga banyak dilakukan.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sidoarjo Nasrudin mengatakan, pihaknya masih menunggu perkembangan kondisi pandemi Covid-19. Dia mengaku optimistis haji bisa terselenggara lagi tahun depan.

Apalagi, kasus positif Covid-19 semakin berkurang, sedangkan yang sembuh semakin banyak. “Jika seperti ini terus, tahun depan mungkin bisa haji lagi,” ujarnya, Senin (18/10).

Hingga saat ini sudah ada 73 orang yang mengajukan pelimpahan porsi. Alasannya, CJH sudah meninggal dunia. Nasrudin menyebutkan bahwa hal itu boleh dilakukan.

Pelimpahan hanya bisa dilakukan oleh ahli waris. Seperti anak kandungnya atau istri dan suami.

Dari 73 pengajuan itu, sebanyak 33 di antaranya sudah dalam proses foto biometrik. Sisanya 40 orang masih dalam proses.

Nasrudin menjelaskan, setelah berkas pelimpahan terpenuhi, pihaknya mengajukan ke Kanwil Kemenag untuk ditelaah. Setelah itu ada perekaman foto dan sidik jari bagi yang menggantikan.

Selanjutnya data-data almarhum diganti dengan data-data ahli warisnya. Proses ini hanya bisa dilakukan oleh Kanwil Kemenag Jatim. “Fotonya harus ngantre se-Jatim. Saat ini kami masih menunggu info untuk jadwal foto 40 orang sisanya,” imbuhnya.

Untuk pendaftaran haji hingga saat ini sudah mencapai hampir 500 orang. Jumlah tersebut turun hampir separo dibandingkan pendaftaran sebelum pandemi. (nis/vga)

SIDOARJO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo sudah membuka lagi pelayanan haji dan umrah. Tidak hanya pendaftar baru yang ramai, pembatalan, dan pelimpahan porsi haji juga banyak dilakukan.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sidoarjo Nasrudin mengatakan, pihaknya masih menunggu perkembangan kondisi pandemi Covid-19. Dia mengaku optimistis haji bisa terselenggara lagi tahun depan.

Apalagi, kasus positif Covid-19 semakin berkurang, sedangkan yang sembuh semakin banyak. “Jika seperti ini terus, tahun depan mungkin bisa haji lagi,” ujarnya, Senin (18/10).

Hingga saat ini sudah ada 73 orang yang mengajukan pelimpahan porsi. Alasannya, CJH sudah meninggal dunia. Nasrudin menyebutkan bahwa hal itu boleh dilakukan.

Pelimpahan hanya bisa dilakukan oleh ahli waris. Seperti anak kandungnya atau istri dan suami.

Dari 73 pengajuan itu, sebanyak 33 di antaranya sudah dalam proses foto biometrik. Sisanya 40 orang masih dalam proses.

Nasrudin menjelaskan, setelah berkas pelimpahan terpenuhi, pihaknya mengajukan ke Kanwil Kemenag untuk ditelaah. Setelah itu ada perekaman foto dan sidik jari bagi yang menggantikan.

Selanjutnya data-data almarhum diganti dengan data-data ahli warisnya. Proses ini hanya bisa dilakukan oleh Kanwil Kemenag Jatim. “Fotonya harus ngantre se-Jatim. Saat ini kami masih menunggu info untuk jadwal foto 40 orang sisanya,” imbuhnya.

Untuk pendaftaran haji hingga saat ini sudah mencapai hampir 500 orang. Jumlah tersebut turun hampir separo dibandingkan pendaftaran sebelum pandemi. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/