alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Progres Pembangunan RSUD Barat Menjanjikan, Mei 2022 Bisa Beroperasi

SIDOARJO – Progres pembangunan RSUD barat di Kelurahan Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian mencapai 30,7 persen. Pembagunan rumah sakit tipe C itu dianggap berjalan lebih cepat dari target.

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor terus memantau proses pembangunan infrastruktur kesehatan yang dibiayai APBD Sidoarjo tersebut. Minggu (19/9) pagi, Muhdlor bersama OPD terkait meninjau langsung pengerjaan bangunan itu.

“Sudah melebihi targetnya. Ini akan lebih cepat lagi, ketika beberapa peralatan diturunkan seperti genset dan sebagainya. Saya kira bisa tercapai dan bisa terealisasi tepat waktu,” harap Muhdlor.

Dia juga meminta Dinas Kesehatan Sidoarjo agar mulai mempersiapkan sejak dini alat kesehatan. Seperti ambulans, sumber daya manusia (SDM) dan faktor pendukung lainnya.

“Kita masih butuh satu dokter radiologi. Kemudian yang harus dimatangkan lagi perizinan. Kalau ingin beroperasi harus mengantongi perizinan yang cukup dan cepat,” jelasnya.

Muhdlor yakin rumah sakit yang dibangun di lahan lima hektare dengan kapasitas 144 bed itu selesai tahun ini. ’’Pagi, siang, sampai malam mereka lembur bekerja karena wajib selesai. Progresnya cepat,’’ ujarnya.

Dirinya menargetkan pada Mei 2022, RSUD barat akan beroperasi penuh. “Itu paling lambat. Saya kira bisa lebih cepat,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, percepatan pembangunan RSUD barat merupakan bentuk pemerataan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah Sidoarjo barat. Nantinya, akan mengcover kebutuhan fasilitas kesehatan masyarakat Krian, Balongbendo, Taman, Wonoayu, dan Prambon. “Dilengkapi pelayanan ortopedi atau pelayanan spesialis otot dan tulang juga,” ungkapnya.

Apalagi setelah peluncuran program Universal Health Coverage (UHC) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, Pemkab Sidoarjo perlu menambah fasilitas kesehatan untuk masyarakat.

“Penambahan rumah sakit ini sudah jadi kebutuhan setelah kemarin kami luncurkan UHC yang menjamin warga Sidoarjo dapat pelayanan kesehatan. Sekarang kami fokus memperbanyak fasilitas kesehatannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Yanuar Santosa menjabarkan, target akhir bulan seluruh struktur selesai. Saat ini, pengerjaan lantai empat dan atap.

“Empat gedung lain juga sudah terbangun seperti UGD, dan rawat jalan. Akhir tahun fisik selesai semua,” urainya.

Terkait dengan masih adanya beberapa bangunan liar, tambahnya, sudah ditindaklanjuti oleh DPUBMSDA dengan mengirim surat ke kecamatan. (rpp/vga)

SIDOARJO – Progres pembangunan RSUD barat di Kelurahan Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian mencapai 30,7 persen. Pembagunan rumah sakit tipe C itu dianggap berjalan lebih cepat dari target.

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor terus memantau proses pembangunan infrastruktur kesehatan yang dibiayai APBD Sidoarjo tersebut. Minggu (19/9) pagi, Muhdlor bersama OPD terkait meninjau langsung pengerjaan bangunan itu.

“Sudah melebihi targetnya. Ini akan lebih cepat lagi, ketika beberapa peralatan diturunkan seperti genset dan sebagainya. Saya kira bisa tercapai dan bisa terealisasi tepat waktu,” harap Muhdlor.

Dia juga meminta Dinas Kesehatan Sidoarjo agar mulai mempersiapkan sejak dini alat kesehatan. Seperti ambulans, sumber daya manusia (SDM) dan faktor pendukung lainnya.

“Kita masih butuh satu dokter radiologi. Kemudian yang harus dimatangkan lagi perizinan. Kalau ingin beroperasi harus mengantongi perizinan yang cukup dan cepat,” jelasnya.

Muhdlor yakin rumah sakit yang dibangun di lahan lima hektare dengan kapasitas 144 bed itu selesai tahun ini. ’’Pagi, siang, sampai malam mereka lembur bekerja karena wajib selesai. Progresnya cepat,’’ ujarnya.

Dirinya menargetkan pada Mei 2022, RSUD barat akan beroperasi penuh. “Itu paling lambat. Saya kira bisa lebih cepat,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, percepatan pembangunan RSUD barat merupakan bentuk pemerataan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah Sidoarjo barat. Nantinya, akan mengcover kebutuhan fasilitas kesehatan masyarakat Krian, Balongbendo, Taman, Wonoayu, dan Prambon. “Dilengkapi pelayanan ortopedi atau pelayanan spesialis otot dan tulang juga,” ungkapnya.

Apalagi setelah peluncuran program Universal Health Coverage (UHC) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, Pemkab Sidoarjo perlu menambah fasilitas kesehatan untuk masyarakat.

“Penambahan rumah sakit ini sudah jadi kebutuhan setelah kemarin kami luncurkan UHC yang menjamin warga Sidoarjo dapat pelayanan kesehatan. Sekarang kami fokus memperbanyak fasilitas kesehatannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Yanuar Santosa menjabarkan, target akhir bulan seluruh struktur selesai. Saat ini, pengerjaan lantai empat dan atap.

“Empat gedung lain juga sudah terbangun seperti UGD, dan rawat jalan. Akhir tahun fisik selesai semua,” urainya.

Terkait dengan masih adanya beberapa bangunan liar, tambahnya, sudah ditindaklanjuti oleh DPUBMSDA dengan mengirim surat ke kecamatan. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/