alexametrics
30 C
Sidoarjo
Monday, 8 August 2022

Pilkades Sidoarjo Bakal Dijadikan Percontohan Daerah Lain

SIDOARJO – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Sidoarjo telah berlangsung, Minggu (19/6). Perhelatan pesta demokrasi tingkat desa itu diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

Sejak pukul 07.00, warga di 84 Desa berdatangan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Seperti di TPS yang ada di Desa Banjarkemantren Buduran. Warga memang tidak nampak bergerombol karena kuota pemilih telah dibatasi maksimal 500 orang.

Sehingga tersedia banyak TPS yang tersebar di desa. “Ada 11 TPS di Desa Banjarkemantren, warga sudah berdatangan sejak TPS dibuka,” kata, Budi, salah satu petugas di TPS Desa Banjarkemantren.

Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo mencatat banyak desa yang membuka lebih dari 10 TPS. Bahkan ada yang di atas 20. Seperti Desa Wage 29 TPS, Desa Tambakrejo 26 TPS. Hal itu tergantung jumlah pemilih di desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Jatim Soekaryo juga menyempatkan memantau jalannya pilkades di Sidoarjo. Menurutnya, pilkades di Sidoarjo juga bakal dijadikan percontohan pilkades di daerah lain. Itu berdasarkan pemantauan dari pemerintah pusat juga secara virtual dibandingkan dengan pilkades yang berlangsung di Kabupaten Buton dan Langkat. “Salah satunya aturan di Sidoarjo telah dibuat lengkap, kami kesini (Sidoarjo, Red) juga dalam rangka monitoring,” ucapnya.

Kepala Dinas PMD Sidoarjo Mulyawan menambahkan, pihaknya juga telah sejak jauh hari mempersiapkan jalannya pilkades di Sidoarjo. Koordinasi dan kerjasama dengan stakeholder yang terkait juga kerap dilakukan untuk memuluskan jalannya pilkades.

Mulai dari pengamanan bersama TNI-Polri, hingga pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat. “Untuk pantauan sementara berjalan kondusif,” terangnya.

Rencananya para pemenang Pilkades kali ini akan dilantik pada 26 Juli nanti. Dalam pilkades, pihaknya juga tidak terlalu mentarget partisipasi pemilih. Makanya tidak sampai membuat TPS di lapas ataupun fasilitasi warga yang sakit. “Beda dengan pilkada ataupun pilpres,” sambungnya.

Dalam pilkades ini, pihaknya hanya menyediakan bilik khusus bagi warga yang demam. Karena ada pemeriksaan suhu di TPS. (son/vga)

SIDOARJO – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Sidoarjo telah berlangsung, Minggu (19/6). Perhelatan pesta demokrasi tingkat desa itu diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

Sejak pukul 07.00, warga di 84 Desa berdatangan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Seperti di TPS yang ada di Desa Banjarkemantren Buduran. Warga memang tidak nampak bergerombol karena kuota pemilih telah dibatasi maksimal 500 orang.

Sehingga tersedia banyak TPS yang tersebar di desa. “Ada 11 TPS di Desa Banjarkemantren, warga sudah berdatangan sejak TPS dibuka,” kata, Budi, salah satu petugas di TPS Desa Banjarkemantren.

Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo mencatat banyak desa yang membuka lebih dari 10 TPS. Bahkan ada yang di atas 20. Seperti Desa Wage 29 TPS, Desa Tambakrejo 26 TPS. Hal itu tergantung jumlah pemilih di desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Jatim Soekaryo juga menyempatkan memantau jalannya pilkades di Sidoarjo. Menurutnya, pilkades di Sidoarjo juga bakal dijadikan percontohan pilkades di daerah lain. Itu berdasarkan pemantauan dari pemerintah pusat juga secara virtual dibandingkan dengan pilkades yang berlangsung di Kabupaten Buton dan Langkat. “Salah satunya aturan di Sidoarjo telah dibuat lengkap, kami kesini (Sidoarjo, Red) juga dalam rangka monitoring,” ucapnya.

Kepala Dinas PMD Sidoarjo Mulyawan menambahkan, pihaknya juga telah sejak jauh hari mempersiapkan jalannya pilkades di Sidoarjo. Koordinasi dan kerjasama dengan stakeholder yang terkait juga kerap dilakukan untuk memuluskan jalannya pilkades.

Mulai dari pengamanan bersama TNI-Polri, hingga pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat. “Untuk pantauan sementara berjalan kondusif,” terangnya.

Rencananya para pemenang Pilkades kali ini akan dilantik pada 26 Juli nanti. Dalam pilkades, pihaknya juga tidak terlalu mentarget partisipasi pemilih. Makanya tidak sampai membuat TPS di lapas ataupun fasilitasi warga yang sakit. “Beda dengan pilkada ataupun pilpres,” sambungnya.

Dalam pilkades ini, pihaknya hanya menyediakan bilik khusus bagi warga yang demam. Karena ada pemeriksaan suhu di TPS. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/