alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Perbanyak Bursa Kerja Khusus di SMK

SIDOARJO – Untuk menekan permasalahan pengangguran terbuka yang ada di Sidoarjo akibat pandemi Covid-19, pemkab kini memperbanyak bursa kerja khusus (BKK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). BKK ini memiliki jejaring info lowongan kerja antar kerja lokal (AKL), antar kerja antar daerah (AKAD) dan antar kerja antar negara (AKAN).

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menjelaskan berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo, di Kota Delta ada 13.438 orang korban yang dirumahkan dan di PHK. Pengangguran bertambah sebanyak 77 ribu orang. Tingkat pengangguran terbuka naik 6,35 persen dari tahun sebelumnya menjadi 10,97 persen per Agustus 2020.

Selain itu terdapat 357,7 ribu orang penduduk usia kerja terdampak Covid-19. Terdiri dari pengangguran karena Covid-19 ada 47 ribu orang, bukan angkatan kerja ada 9.600 orang, tidak bekerja karena Covid-19 ada 12.900 orang dan pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja ada 288 ribu orang.

Sehingga Gus Muhdlor menilai BKK berperan penting untuk mengurangi pengangguran. BKK dapat mengarahkan masa depan para siswa SMK yang kemudian akan melanjutkan karir ke dunia kerja. Lebih tepat dan mudah memetakan di mana siswa akan bekerja setelah lulus.

“Sehingga right man on the right place di dunia perbisnisan berjalan dengan baik. Pemetaan ini paling penting. Kebutuhan dari pengusaha ini, jurusan yang apa. Ini yang harus kita pertajam kedepannya,” katanya.

Kemudian Gus Muhdlor menegaskan selain BKK, untuk mengurangi pengangguran pemkab telah membuka latihan kerja di tujuh kecamatan yang bisa mencetak sumber daya manusia yang mumpuni. “Selain menggenjot investasi, upgrading skill perlu digenjot,” ungkapnya.

“Harapannya setiap peserta yang lulus kompetensi, kita bekali alatnya. Sebenarnya mereka bisa usaha sendiri. Setelah diberi peralatan, akan kita didampingi pemasarannya,” sambungnya.

Kepala Disnaker Fenny Apridawati menambahkan pada 2020 ada 15 BKK SMK di Sidoarjo. Setiap tahun ada 21 hingga 25 ribu jumlah lulusan SMK. “BKK membuka peluang lulusan SMK terserap di dunia kerja,” pungkasnya. (rpp/opi)

SIDOARJO – Untuk menekan permasalahan pengangguran terbuka yang ada di Sidoarjo akibat pandemi Covid-19, pemkab kini memperbanyak bursa kerja khusus (BKK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). BKK ini memiliki jejaring info lowongan kerja antar kerja lokal (AKL), antar kerja antar daerah (AKAD) dan antar kerja antar negara (AKAN).

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menjelaskan berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo, di Kota Delta ada 13.438 orang korban yang dirumahkan dan di PHK. Pengangguran bertambah sebanyak 77 ribu orang. Tingkat pengangguran terbuka naik 6,35 persen dari tahun sebelumnya menjadi 10,97 persen per Agustus 2020.

Selain itu terdapat 357,7 ribu orang penduduk usia kerja terdampak Covid-19. Terdiri dari pengangguran karena Covid-19 ada 47 ribu orang, bukan angkatan kerja ada 9.600 orang, tidak bekerja karena Covid-19 ada 12.900 orang dan pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja ada 288 ribu orang.

Sehingga Gus Muhdlor menilai BKK berperan penting untuk mengurangi pengangguran. BKK dapat mengarahkan masa depan para siswa SMK yang kemudian akan melanjutkan karir ke dunia kerja. Lebih tepat dan mudah memetakan di mana siswa akan bekerja setelah lulus.

“Sehingga right man on the right place di dunia perbisnisan berjalan dengan baik. Pemetaan ini paling penting. Kebutuhan dari pengusaha ini, jurusan yang apa. Ini yang harus kita pertajam kedepannya,” katanya.

Kemudian Gus Muhdlor menegaskan selain BKK, untuk mengurangi pengangguran pemkab telah membuka latihan kerja di tujuh kecamatan yang bisa mencetak sumber daya manusia yang mumpuni. “Selain menggenjot investasi, upgrading skill perlu digenjot,” ungkapnya.

“Harapannya setiap peserta yang lulus kompetensi, kita bekali alatnya. Sebenarnya mereka bisa usaha sendiri. Setelah diberi peralatan, akan kita didampingi pemasarannya,” sambungnya.

Kepala Disnaker Fenny Apridawati menambahkan pada 2020 ada 15 BKK SMK di Sidoarjo. Setiap tahun ada 21 hingga 25 ribu jumlah lulusan SMK. “BKK membuka peluang lulusan SMK terserap di dunia kerja,” pungkasnya. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/