alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Kebut Pembebasan Lahan, Tahun Depan Rencana Bangun Flyover Aloha

SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor bersama Asisten Logistik Danlantamal V Kolonel Laut (T) Utomo Budi, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur dan pihak terkait meninjau lahan di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Rabu (19/1). Kawasan tersebut menjadi salah satu yang terdampak pembangunan flyover Aloha.

Bupati Muhdlor mengungkapkan, tinjau lapangan tersebut untuk mempercepat  proses serta tahapan pembebasan lahan menuju flyover Aloha agar segera tercapai.

“Ada yang harus kita pastikan mana tanahnya. Kemudian yang akan dibebaskan sebelah mana. Kira-kira ini benar atau tidak titiknya. Berkoodinasi dengan balai besar untuk ada kejelasan mana saja titiknya,” ungkapnya.

Termasuk salah satunya menyelesaikan bottleneck atau penyempitan jalan arah masuk ke Sawotratap-Bangah. Dirinya mengakui ruas jalan tersebut adalah salah satu pusat kemacetan. Ia meyakini semua masyarakat Sidoarjo terutama yang hilir mudik dari Sidoarjo-Surabaya pasti merasakan bahwa ini salah satu episentrum kemacetan yang ada di Kota Delta.

“Kebetulan tanah flyover Aloha ini mayoritas dimiliki Danlamtamal V. Alhamdulillah mereka welcome karena ini adalah aspirasi publik masyarakat Sidoarjo,” imbuhnya.

Muhdlor berharap pembebasan lahan ini bisa segera tuntas pada 2022. Sehingga tahun depan pemkab bisa melangkah ke tahapan selanjutnya.

“Anggaran flyover Aloha sudah ada di Perpres 80/2019. Yang jelas kita berusaha pembebasan tanah selesai tahun ini. 2023-2024 bisa dilaksanakan pembangunan,” harapnya.

Karena Perpres 80/2019 ada masa berlakunya. Yakni, lima tahun dan berakhir 2024.

“Harus kita perjuangkan bersama. Lahan yang perlu dibebaskan 1,2 hektare. Insya Allah mohon doa restunya semua berjalan baik. Dukungan masyarakat dan bantuan dari TNI AL sangat bermanfaat bagi Sidoarjo,” katanya.

Dari hasil tinjauan tersebut, Asisten Logistik Danlantamal V Kolonel Laut (T) Utomo Budi akan meneruskan secara berjenjang terkait pembebasan lahan ini.

“Dari TNI AL sangat mendukung program ini. Dan berupaya semaksimal mungkin melaksanakan secepatnya. Kita akan pastikan area mana yang terkena proyek tersebut,” tegasnya.

Sementara itu. Kepala Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan Sanuri  menyebutkan ada sekitar 123 bangunan yang berada di jalur bottleneck Sawotratap-Bangah yang terdampak proyek flyover.

Ia berharap flyover segera terealisasi dan mampu memecah kemacetan. Pihaknya bahkan sudah sejak lama menjalin komunikasi dengan warga tentang proyek ini. (rpp/vga)

SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor bersama Asisten Logistik Danlantamal V Kolonel Laut (T) Utomo Budi, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur dan pihak terkait meninjau lahan di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Rabu (19/1). Kawasan tersebut menjadi salah satu yang terdampak pembangunan flyover Aloha.

Bupati Muhdlor mengungkapkan, tinjau lapangan tersebut untuk mempercepat  proses serta tahapan pembebasan lahan menuju flyover Aloha agar segera tercapai.

“Ada yang harus kita pastikan mana tanahnya. Kemudian yang akan dibebaskan sebelah mana. Kira-kira ini benar atau tidak titiknya. Berkoodinasi dengan balai besar untuk ada kejelasan mana saja titiknya,” ungkapnya.

Termasuk salah satunya menyelesaikan bottleneck atau penyempitan jalan arah masuk ke Sawotratap-Bangah. Dirinya mengakui ruas jalan tersebut adalah salah satu pusat kemacetan. Ia meyakini semua masyarakat Sidoarjo terutama yang hilir mudik dari Sidoarjo-Surabaya pasti merasakan bahwa ini salah satu episentrum kemacetan yang ada di Kota Delta.

“Kebetulan tanah flyover Aloha ini mayoritas dimiliki Danlamtamal V. Alhamdulillah mereka welcome karena ini adalah aspirasi publik masyarakat Sidoarjo,” imbuhnya.

Muhdlor berharap pembebasan lahan ini bisa segera tuntas pada 2022. Sehingga tahun depan pemkab bisa melangkah ke tahapan selanjutnya.

“Anggaran flyover Aloha sudah ada di Perpres 80/2019. Yang jelas kita berusaha pembebasan tanah selesai tahun ini. 2023-2024 bisa dilaksanakan pembangunan,” harapnya.

Karena Perpres 80/2019 ada masa berlakunya. Yakni, lima tahun dan berakhir 2024.

“Harus kita perjuangkan bersama. Lahan yang perlu dibebaskan 1,2 hektare. Insya Allah mohon doa restunya semua berjalan baik. Dukungan masyarakat dan bantuan dari TNI AL sangat bermanfaat bagi Sidoarjo,” katanya.

Dari hasil tinjauan tersebut, Asisten Logistik Danlantamal V Kolonel Laut (T) Utomo Budi akan meneruskan secara berjenjang terkait pembebasan lahan ini.

“Dari TNI AL sangat mendukung program ini. Dan berupaya semaksimal mungkin melaksanakan secepatnya. Kita akan pastikan area mana yang terkena proyek tersebut,” tegasnya.

Sementara itu. Kepala Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan Sanuri  menyebutkan ada sekitar 123 bangunan yang berada di jalur bottleneck Sawotratap-Bangah yang terdampak proyek flyover.

Ia berharap flyover segera terealisasi dan mampu memecah kemacetan. Pihaknya bahkan sudah sejak lama menjalin komunikasi dengan warga tentang proyek ini. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/