alexametrics
26 C
Sidoarjo
Thursday, 26 May 2022

Dua Pekan, Tiga Desa di Tanggulangin Bebas Genangan

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo telah melakukan berbagai langkah penanggulangan banjir di Desa Kedungbanteng, Desa Banjarasri dan Desa Banjarpanji Kecamatan Tanggulangin. Dengan penanganan yang intens, di tiga daerah yang kontur tanahnya cekung itu sudah bebas dari genangan.

Penanganan banjir tersebut telah menggelontor dana Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp 7,5 miliar. Dana BTT yang digelontorkan itu dialokasikan dalam tiga tahap. Tahap pertama sebesar Rp 2,08 miliar dialokasikan pada saat tanggap darurat pertama 7-20 Desember 2021.

Kemudian tanggap darurat kedua dialokasikan sebesar Rp 2,43 miliar pada 21 Desember 2021-3 Januari 2022.  Pada tanggap darurat ke tiga dialokasi sebesar Rp 3 miliar pada 4-17 Januari 2022.

“Setiap hari kita pantau terus, setelah selesai pengurukan jalan dan rumah-rumah warga Desa Banjarpanji sudah aman dari banjir,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Dwijo Prawito.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perkim Cipta Karya dan Tata Ruang, Slamet Budiarto, menyampaikan, penanganan pengurukan di Desa Banjarpanji sudah selesai sebelum akhir tahun lalu. Kemudian untuk pengurukan di Desa Banjarasri dan Kedungbanteng akan rampung sebelum akhir Januari.

“Untuk pengurukan Desa Banjapanji dimulai 24 Desember dan selesai 28 Desember akhir tahun 2021,” jelasnya.

Sedangkan pengurukan dua desa yakni Banjarasri dan Kedungbanteng memakai anggaran perpanjangan tanggap darurat tahun 2022.

“Sekarang sudah rampung 12 Januari kemarin,” terangnya.

Budiarto melanjutkan, ada ratusan rumah di tiga desa yang dihuni 610 KK sudah ditinggikan dengan diuruk pasir dan batu. Total anggaran yang digelontor dari dana BTT sekitar Rp 1,7 miliar khusus untuk pengurukan rumah warga.

Kabid Irigasi dan Pematusan DPUBMSDA Rizal Asnan, mengatakan, pihaknya masih menyiagakan sejumlah pompa mengantisipasi debit air Sungai Banjarasri naik jika curah hujan tinggi.

“Kita sudah membuat rumah pompa sementara di Kisdam 2 Desa Banjarasri. Pompa tersebut disiagakan selama musim hujan, antispasi kalau curah hujan tinggi dan debit air naik maka pompa akan kita fungsikan,” jelas Rizal.

Sementara itu, Camat Tanggulangin Sabino Mariano yang setiap hari mengawal perkembangan di sana mengaku sudah dalam dua pekan ini tidak lagi ada banjir. Sejak pengurukan jalan dan rumah warga di Desa Banjarpanji selesai tidak ada lagi laporan kebanjiran.

Pelayanan pemerintah desa sudah berjalan normal termasuk pelayanan kesehatan masyarakat juga sudah kembali seperti semula.

“Tidak ada lagi posko kesehatan, warga bisa langsung ke puskemas terdekat,” ujar Sabino.

Rencananya jalan yang sudah ditinggikan di Desa Banjarpanji itu akan dilanjutkan dengan betonisasi. Sedangkan Desa Banjarasri dan Kedungbanteng jalannya sudah rampung dibeton. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo telah melakukan berbagai langkah penanggulangan banjir di Desa Kedungbanteng, Desa Banjarasri dan Desa Banjarpanji Kecamatan Tanggulangin. Dengan penanganan yang intens, di tiga daerah yang kontur tanahnya cekung itu sudah bebas dari genangan.

Penanganan banjir tersebut telah menggelontor dana Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp 7,5 miliar. Dana BTT yang digelontorkan itu dialokasikan dalam tiga tahap. Tahap pertama sebesar Rp 2,08 miliar dialokasikan pada saat tanggap darurat pertama 7-20 Desember 2021.

Kemudian tanggap darurat kedua dialokasikan sebesar Rp 2,43 miliar pada 21 Desember 2021-3 Januari 2022.  Pada tanggap darurat ke tiga dialokasi sebesar Rp 3 miliar pada 4-17 Januari 2022.

“Setiap hari kita pantau terus, setelah selesai pengurukan jalan dan rumah-rumah warga Desa Banjarpanji sudah aman dari banjir,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Dwijo Prawito.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perkim Cipta Karya dan Tata Ruang, Slamet Budiarto, menyampaikan, penanganan pengurukan di Desa Banjarpanji sudah selesai sebelum akhir tahun lalu. Kemudian untuk pengurukan di Desa Banjarasri dan Kedungbanteng akan rampung sebelum akhir Januari.

“Untuk pengurukan Desa Banjapanji dimulai 24 Desember dan selesai 28 Desember akhir tahun 2021,” jelasnya.

Sedangkan pengurukan dua desa yakni Banjarasri dan Kedungbanteng memakai anggaran perpanjangan tanggap darurat tahun 2022.

“Sekarang sudah rampung 12 Januari kemarin,” terangnya.

Budiarto melanjutkan, ada ratusan rumah di tiga desa yang dihuni 610 KK sudah ditinggikan dengan diuruk pasir dan batu. Total anggaran yang digelontor dari dana BTT sekitar Rp 1,7 miliar khusus untuk pengurukan rumah warga.

Kabid Irigasi dan Pematusan DPUBMSDA Rizal Asnan, mengatakan, pihaknya masih menyiagakan sejumlah pompa mengantisipasi debit air Sungai Banjarasri naik jika curah hujan tinggi.

“Kita sudah membuat rumah pompa sementara di Kisdam 2 Desa Banjarasri. Pompa tersebut disiagakan selama musim hujan, antispasi kalau curah hujan tinggi dan debit air naik maka pompa akan kita fungsikan,” jelas Rizal.

Sementara itu, Camat Tanggulangin Sabino Mariano yang setiap hari mengawal perkembangan di sana mengaku sudah dalam dua pekan ini tidak lagi ada banjir. Sejak pengurukan jalan dan rumah warga di Desa Banjarpanji selesai tidak ada lagi laporan kebanjiran.

Pelayanan pemerintah desa sudah berjalan normal termasuk pelayanan kesehatan masyarakat juga sudah kembali seperti semula.

“Tidak ada lagi posko kesehatan, warga bisa langsung ke puskemas terdekat,” ujar Sabino.

Rencananya jalan yang sudah ditinggikan di Desa Banjarpanji itu akan dilanjutkan dengan betonisasi. Sedangkan Desa Banjarasri dan Kedungbanteng jalannya sudah rampung dibeton. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/