alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

DLHK Sidoarjo Target Pengurangan Sampah di TPST Naik

SIDOARJO – Pengolahan sampah tahun ini akan difokuskan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Tujuannya untuk meminimalisasi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Bahrul Amig mengatakan, tahun lalu target pengurangan sampah melalui pengolahan di TPST adalah 307 ton per hari. Tahun ini targetnya naik menjadi 366 ton per hari.

Untuk itu, pihaknya memperkuat standar pemilahan sampah di 7 TPST kawasan dan 113 TPST desa. Tahun ini DLHK tengah menjalankan langkah-langkah yang mendukung percepatan strategi pengolahan sampah di TPST.

“Terutama kesiapan SDM di TPST-TPST desa,” katanya.

Pihaknya bakal memaksimalkan pengolahan sampah di TPST. Salah satunya dengan menyiapkan kader lingkungan. Setiap desa akan mengirim 3 orang untuk diberi pendampingan dan pelatihan teknik pengolahan sampah.

“Sedangkan TPST yang sudah mampu mengelola sendiri, tinggal dimonitoring oleh DLHK,” imbuhnya.

Diakuinya, tahun lalu ada beberapa kendala dalam pengolahan sampah di TPST. Salah satunya adalah pemenuhan tenaga pengolah dari penduduk setempat. Penduduk setempat memilih bekerja di perusahaan dibandingkan menjadi pengolah sampah.

Selain itu, pengolahan di TPST desa belum menggunakan teknologi yang bisa mendukung pengolahan secara maksimal. Saat ini masih menggunakan cara manual sehingga membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak.

Untuk itu dia berharap program yang sudah disiapkan tahun ini bisa dijalankan dengan baik. Sehingga target pengurangan sampah bisa tercapai. Agar sampah yang dibuang ke TPA minim. (nis/vga)

SIDOARJO – Pengolahan sampah tahun ini akan difokuskan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Tujuannya untuk meminimalisasi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Bahrul Amig mengatakan, tahun lalu target pengurangan sampah melalui pengolahan di TPST adalah 307 ton per hari. Tahun ini targetnya naik menjadi 366 ton per hari.

Untuk itu, pihaknya memperkuat standar pemilahan sampah di 7 TPST kawasan dan 113 TPST desa. Tahun ini DLHK tengah menjalankan langkah-langkah yang mendukung percepatan strategi pengolahan sampah di TPST.

“Terutama kesiapan SDM di TPST-TPST desa,” katanya.

Pihaknya bakal memaksimalkan pengolahan sampah di TPST. Salah satunya dengan menyiapkan kader lingkungan. Setiap desa akan mengirim 3 orang untuk diberi pendampingan dan pelatihan teknik pengolahan sampah.

“Sedangkan TPST yang sudah mampu mengelola sendiri, tinggal dimonitoring oleh DLHK,” imbuhnya.

Diakuinya, tahun lalu ada beberapa kendala dalam pengolahan sampah di TPST. Salah satunya adalah pemenuhan tenaga pengolah dari penduduk setempat. Penduduk setempat memilih bekerja di perusahaan dibandingkan menjadi pengolah sampah.

Selain itu, pengolahan di TPST desa belum menggunakan teknologi yang bisa mendukung pengolahan secara maksimal. Saat ini masih menggunakan cara manual sehingga membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak.

Untuk itu dia berharap program yang sudah disiapkan tahun ini bisa dijalankan dengan baik. Sehingga target pengurangan sampah bisa tercapai. Agar sampah yang dibuang ke TPA minim. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/