alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Sidak TPST, Subandi Minta Kesadaran Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan

SIDOARJO – Wakil Bupati Subandi sidak ke TPST Desa Bakungtemanggung, Kecamatan Balongbendo, Rabu (18/5). Sidak dilakukan karena adanya masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan dipinggir jalan. Padahal di desa tersebut sudah ada TPST.

Subandi langsung minta pengelolaan sampah yang ada di desa-desa lebih dimaksimlkan lagi. Ia tidak ingin ada lagi kejadian sampah menumpuk di pinggir jalan.

“Kesadaran masyarakat juga masih kurang karena banyak yang buang sampah sembarangan,” kata Subandi.

Dia berharap dengan sidak kali ini akan memberikan solusi untuk segera ditindaklanjuti. Permasalahan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah saja. Tetapi semua pihak diharapkan dapat ikut membantu menuntaskannya.

“Apalagi dengan adanya perda baru maka apa yang terjadi saat ini menjadi tanggung jawab bersama termasuk dari pihak desa juga,” kata mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo itu.

Dia berharap kepala desa dan masyarakatnya memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungannya. Ia tidak ingin melihat lagi kondisi sampah yang menumpuk di pinggir-pinggir jalan terjadi lagi. Kepada kepala desa sebagai pemimpin desa diharapkan bisa membangun komunikasi bersama warganya untuk melakukan Musyawarah Desa (Musdes) terkait perda persampahan untuk mengatasi masalah sampah seperti ini.

“Semoga setelah ini ada tindak lanjut dan juga tanggung jawab kepala desa dan juga masyarakat sekitar kepada lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DLHK M Bahrul Amig berharap perda persampahan dapat dijalankan dengan baik oleh seluruh desa. Dengan begitu nantinya sudah tidak ada lagi pembuangan sampah di TPA Jabon. Dikatakannya, dalam perda persampahan tersebut diatur retribusi pembuangan sampah di TPA Jabon. Retribusi yang ditetapkan nantinya cukup tinggi.

“Hal itu sebagai shock terapi masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di desa agar berjalan maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, kepala Desa Bakung Temenggungan Abu Dawud menyampaikan bahwa tumpukan sampah yang berada di sepanjang jalan sudah lama terjadi. Penyebabnya kurang maksimalnya kinerja TPST desanya yang lokasinya di sekitar persawahan.

“Dengan kunjungan Wakil Bupati ini saya semakin semangat dalam mengajak warga dalam mengelola sampah,” pungkasnya. (son/vga)

SIDOARJO – Wakil Bupati Subandi sidak ke TPST Desa Bakungtemanggung, Kecamatan Balongbendo, Rabu (18/5). Sidak dilakukan karena adanya masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan dipinggir jalan. Padahal di desa tersebut sudah ada TPST.

Subandi langsung minta pengelolaan sampah yang ada di desa-desa lebih dimaksimlkan lagi. Ia tidak ingin ada lagi kejadian sampah menumpuk di pinggir jalan.

“Kesadaran masyarakat juga masih kurang karena banyak yang buang sampah sembarangan,” kata Subandi.

Dia berharap dengan sidak kali ini akan memberikan solusi untuk segera ditindaklanjuti. Permasalahan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah saja. Tetapi semua pihak diharapkan dapat ikut membantu menuntaskannya.

“Apalagi dengan adanya perda baru maka apa yang terjadi saat ini menjadi tanggung jawab bersama termasuk dari pihak desa juga,” kata mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo itu.

Dia berharap kepala desa dan masyarakatnya memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungannya. Ia tidak ingin melihat lagi kondisi sampah yang menumpuk di pinggir-pinggir jalan terjadi lagi. Kepada kepala desa sebagai pemimpin desa diharapkan bisa membangun komunikasi bersama warganya untuk melakukan Musyawarah Desa (Musdes) terkait perda persampahan untuk mengatasi masalah sampah seperti ini.

“Semoga setelah ini ada tindak lanjut dan juga tanggung jawab kepala desa dan juga masyarakat sekitar kepada lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DLHK M Bahrul Amig berharap perda persampahan dapat dijalankan dengan baik oleh seluruh desa. Dengan begitu nantinya sudah tidak ada lagi pembuangan sampah di TPA Jabon. Dikatakannya, dalam perda persampahan tersebut diatur retribusi pembuangan sampah di TPA Jabon. Retribusi yang ditetapkan nantinya cukup tinggi.

“Hal itu sebagai shock terapi masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di desa agar berjalan maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, kepala Desa Bakung Temenggungan Abu Dawud menyampaikan bahwa tumpukan sampah yang berada di sepanjang jalan sudah lama terjadi. Penyebabnya kurang maksimalnya kinerja TPST desanya yang lokasinya di sekitar persawahan.

“Dengan kunjungan Wakil Bupati ini saya semakin semangat dalam mengajak warga dalam mengelola sampah,” pungkasnya. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/