alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Warga Banjarasri Dihebohkan Pipa Gas Bocor, Trauma Semburan Lumpur

SIDOARJO – Semburan air berbau gas sempat menghebohkan Warga Dusun Kaliwungu, Desa Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, Kamis (16/12) malam. Semburan yang juga bercampur lumpur itu berasal dari pipa gas yang bocor terkena ekskavator.

Semburan yang tak jauh dari lokasi pengeboran gas di desa itu diketahui warga sekitar pukul 20.00. Warga berhamburan karena mencium bau gas dari semburan itu.

“Takut musibah lumpur Sidoarjo terulang lagi,” kata Judin warga setempat.

Pria 26 tahun itu menambahkan, beberapa saat kemudian petugas jaringan gas datang ke lokasi. Mereka dibantu dengan sejumlah pekerja konstruksi berusaha mencari sumber permasalahan. Perugas akhirnya menemukan bahwa ada pipa jaringan gas yang bocor di titik semburan itu.

“Terkena ekskavator,” katanya.

Di tempat itu memang sedang ada proyek perbaikan jalan. Sebelum membeton jalan, pekerja membangun saluran air. Di tempat itu juga tertanam pipa yang digunakan untuk mendistribusikan gas ke masyarakat.

Air menyembur karena di tempat itu kondisinya sudah terendam air. Gas yang bocor dari pipa menekan air ke atas seperti semburan. Bau gas juga berasal dari pipa yang bocor itu.

Petugas kemudian membendung titik semburan dan menguras airnya. Setelah itu baru mengganti pipa yang bocor. Perbaikan itu selesai sekitar pukul 04.00.

Selesai diperbaiki, semburan sudah tidak muncul lagi. Jumat (17/12) pagi, pekerja juga sudah mulai melanjutkan pembangunan jalan di desa itu. (son/vga)

SIDOARJO – Semburan air berbau gas sempat menghebohkan Warga Dusun Kaliwungu, Desa Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, Kamis (16/12) malam. Semburan yang juga bercampur lumpur itu berasal dari pipa gas yang bocor terkena ekskavator.

Semburan yang tak jauh dari lokasi pengeboran gas di desa itu diketahui warga sekitar pukul 20.00. Warga berhamburan karena mencium bau gas dari semburan itu.

“Takut musibah lumpur Sidoarjo terulang lagi,” kata Judin warga setempat.

Pria 26 tahun itu menambahkan, beberapa saat kemudian petugas jaringan gas datang ke lokasi. Mereka dibantu dengan sejumlah pekerja konstruksi berusaha mencari sumber permasalahan. Perugas akhirnya menemukan bahwa ada pipa jaringan gas yang bocor di titik semburan itu.

“Terkena ekskavator,” katanya.

Di tempat itu memang sedang ada proyek perbaikan jalan. Sebelum membeton jalan, pekerja membangun saluran air. Di tempat itu juga tertanam pipa yang digunakan untuk mendistribusikan gas ke masyarakat.

Air menyembur karena di tempat itu kondisinya sudah terendam air. Gas yang bocor dari pipa menekan air ke atas seperti semburan. Bau gas juga berasal dari pipa yang bocor itu.

Petugas kemudian membendung titik semburan dan menguras airnya. Setelah itu baru mengganti pipa yang bocor. Perbaikan itu selesai sekitar pukul 04.00.

Selesai diperbaiki, semburan sudah tidak muncul lagi. Jumat (17/12) pagi, pekerja juga sudah mulai melanjutkan pembangunan jalan di desa itu. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/