alexametrics
30 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Blangko Menipis, Tunda Sementara Pencetakan E-KTP

SIDOARJO – Pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Sidoarjo terkendala blangko yang menipis. Tiga hari sekali, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sidoarjo hanya dijatah seribu lembar blangko e-KTP.

Kepala Dispendukcapil Sidoarjo Reddy Kusuma menjelaskan, menipisnya blangko itu dikarenakan Kemendagri melalui Dirjen Dukcapil sedang dalam proses pengadaan. Ketersediaan blangko e-KTP saat ini harus dibagi ke 514 kabupaten kota se-Indonesia. Maka setiap kabupaten atau kota tidak banyak mendapat jatah blangko.

Menyikapi stok yang menipis itu, Dispendukcapil Sidoarjo sudah membuat surat edaran ke seluruh kecamatan. Untuk menunda sementara pencetakan e-KTP.

“Biasanya hari ini rekam, paling lambat besok cetak. Sekarang ditunda dulu. Cetak tunggu tiga sampai lima hari,” jelasnya.

Sementara ini, pencetakan e-KTP diprioritaskan untuk pemula. “Yang belum punya KTP. Misalnya anak usia 17 tahun yang baru rekam. Itu jadi skala prioritas. Kalau KTP yang hilang, penggantian karena rusak memang masih menunggu,” jelas Reddy.

Reddy mengatakan, seribu buah blangko tersebut sebenarnya kurang. Karena rata-rata di Sidoarjo pencetakan e-KTP 350 buah per hari.

“Sehingga setiap tiga hari sekali Dispendukcapil harus mengambil blangko itu. Sekali pengambilan dapat seribu. Ya tiga hari sekali habis,” katanya.

Reddy berharap proses pengadaan blangko e-KTP bulan ini tuntas. Sehingga tidak ada penundaan pencetakan KTP di Sidoarjo. (rpp/vga)

SIDOARJO – Pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Sidoarjo terkendala blangko yang menipis. Tiga hari sekali, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sidoarjo hanya dijatah seribu lembar blangko e-KTP.

Kepala Dispendukcapil Sidoarjo Reddy Kusuma menjelaskan, menipisnya blangko itu dikarenakan Kemendagri melalui Dirjen Dukcapil sedang dalam proses pengadaan. Ketersediaan blangko e-KTP saat ini harus dibagi ke 514 kabupaten kota se-Indonesia. Maka setiap kabupaten atau kota tidak banyak mendapat jatah blangko.

Menyikapi stok yang menipis itu, Dispendukcapil Sidoarjo sudah membuat surat edaran ke seluruh kecamatan. Untuk menunda sementara pencetakan e-KTP.

“Biasanya hari ini rekam, paling lambat besok cetak. Sekarang ditunda dulu. Cetak tunggu tiga sampai lima hari,” jelasnya.

Sementara ini, pencetakan e-KTP diprioritaskan untuk pemula. “Yang belum punya KTP. Misalnya anak usia 17 tahun yang baru rekam. Itu jadi skala prioritas. Kalau KTP yang hilang, penggantian karena rusak memang masih menunggu,” jelas Reddy.

Reddy mengatakan, seribu buah blangko tersebut sebenarnya kurang. Karena rata-rata di Sidoarjo pencetakan e-KTP 350 buah per hari.

“Sehingga setiap tiga hari sekali Dispendukcapil harus mengambil blangko itu. Sekali pengambilan dapat seribu. Ya tiga hari sekali habis,” katanya.

Reddy berharap proses pengadaan blangko e-KTP bulan ini tuntas. Sehingga tidak ada penundaan pencetakan KTP di Sidoarjo. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/