alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Siaga Bencana, Periksa Alat Kelengkapan Mitigiasi

SIDOARJO – Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana memeriksa kelengkapan alat-alat Search And Rescue (SAR), Senin (16/11). Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam upaya siaga darurat penanggungan bencana hidrometeorogi.

Pemeriksaan itu dihadiri oleh perwakilan seluruh polsek se-Sidoarjo. Mereka terlihat membawa peralatan penanggulangan benacana. Mulai dari pelampung, perahu karet, gergaji mesin, cangkul, celurit, sepatu boots hingga Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Sudah beberapa bulan ini berjuang mengahadapi bencana non alam, yaitu Covid-19, namun tak boleh lupa dengan potensi bencana alam,” kata Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana.

Sementara dalam pemeriksaan itu, mereka diminta untuk mensimulasikan penggunaan alat-alat tersebut. Perwakilan masing-masing Polsek juga diminta untuk menjelaskan sinkronisasi alat yang dibawa dengan potensi bencana di masing-masing wilayah tugasnya.

Pantauan Radar Sidoarjo, rata-rata petugas membawa gergaji mesin dan pelampung. Penyebabnya, potensi becana paling besar di Sidoarjo adalah pohon tumbang dan banjir. Deny menuturkan, pemeriksaan terhadap penglengakapn alat mitigasi bencana itu sangat penting dilakukan.

“Karena bencana tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi, maka kesiapan dan kesiagaan anggota Polri harus terus menerus dilihat dan diperhatikan,” ujarnya.

Deny menuturkan, pemeriksaan terhadap alat kelengkapan mitigasi bencana itu bisa memberikan gambaran kesiapan anggota polri yang bertugas di wilayahnya masing-masing. Menurutnya, kelengkapan alat yang dibawa menyesuaikan dengan potensi bencana yang ada.

“Ada yang rawan banjir, ada pula yang rawan puting beliung, sehingga alat-alat yang dibawa juga harus disesuaikan, apalagi yang dekat dengan sungai dan rawan banjir, pelampung bahkan perahu karet diperlukan,” jelasnya. (far/vga)

SIDOARJO – Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana memeriksa kelengkapan alat-alat Search And Rescue (SAR), Senin (16/11). Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam upaya siaga darurat penanggungan bencana hidrometeorogi.

Pemeriksaan itu dihadiri oleh perwakilan seluruh polsek se-Sidoarjo. Mereka terlihat membawa peralatan penanggulangan benacana. Mulai dari pelampung, perahu karet, gergaji mesin, cangkul, celurit, sepatu boots hingga Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Sudah beberapa bulan ini berjuang mengahadapi bencana non alam, yaitu Covid-19, namun tak boleh lupa dengan potensi bencana alam,” kata Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana.

Sementara dalam pemeriksaan itu, mereka diminta untuk mensimulasikan penggunaan alat-alat tersebut. Perwakilan masing-masing Polsek juga diminta untuk menjelaskan sinkronisasi alat yang dibawa dengan potensi bencana di masing-masing wilayah tugasnya.

Pantauan Radar Sidoarjo, rata-rata petugas membawa gergaji mesin dan pelampung. Penyebabnya, potensi becana paling besar di Sidoarjo adalah pohon tumbang dan banjir. Deny menuturkan, pemeriksaan terhadap penglengakapn alat mitigasi bencana itu sangat penting dilakukan.

“Karena bencana tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi, maka kesiapan dan kesiagaan anggota Polri harus terus menerus dilihat dan diperhatikan,” ujarnya.

Deny menuturkan, pemeriksaan terhadap alat kelengkapan mitigasi bencana itu bisa memberikan gambaran kesiapan anggota polri yang bertugas di wilayahnya masing-masing. Menurutnya, kelengkapan alat yang dibawa menyesuaikan dengan potensi bencana yang ada.

“Ada yang rawan banjir, ada pula yang rawan puting beliung, sehingga alat-alat yang dibawa juga harus disesuaikan, apalagi yang dekat dengan sungai dan rawan banjir, pelampung bahkan perahu karet diperlukan,” jelasnya. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/