alexametrics
28 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

Fraksi di DPRD Sidoarjo Sarankan Mobil Siaga Desa Jadi Ambulans

SIDOARJO – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Sidoarjo menyarankan agar kendaraan operasional siaga desa bisa difungsikan sebagai ambulans.

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi PDIP Sidoarjo, Suyarno Jumat (16/7). Menurutnya, sejumlah rumah sakit rujukan yang penuh memaksa masyarakat untuk isolasi mandiri (isoman). Ironisnya tidak sedikit dari mereka yang isoman di rumah akhirnya kritis atau sampai meninggal dunia.

Karena itu dibutuhkan fasilitas yang memadai untuk kecepatan penanganan di setiap desa. Yakni, adanya ambulans siap 24 jam. “Jadi kendaraan operasional desa itu bisa difungsikan untuk ambulans. Kondisi sekarang sudah genting,” kata Ketua Komisi C itu.

Suyarno menambahkan, Pemkab Sidoarjo bisa belajar dari Pemkot Surabaya yang merubah sejumlah mobil dinas menjadi mobil jenazah lantaran kasus kematian Covid-19 yang tinggi. Kemudian selain soal mobil operasional desa, menurut Suyarno peran desa juga perlu ditingkatkan lagi dalam penanggulangan dampak pandemi Covid-19.

Yakni pembentukan posko darurat di tingkat desa. Posko ini tentunya akan bisa membantu pemerintah untuk memantau perkembangan dan aduan sejumlah warga yang sedang isoman. “Dalam kondisi genting seperti ini anggaran desa juga bisa difungsikan. Artinya kalau dari kapasitas anggaran sebenarnya mumpuni,” sambungnya.

Dari tingkat kabupaten, Fraksi PDIP juga memberikan masukan agar eksekutif bisa lebih cepat bergerak dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Yakni, soal pembangunan rumah sakit darurat untuk menampung pasien karena sejumlah RS rujukan yang ada sudah penuh.
Kemudian untuk mensiasati kekurangan tenaga kesehatan dapat dengan membentuk relawan. Sehingga para nakes yang ada juga tidak terlalu kewalahan.
“Termasuk juga menambah jumlah ambulans dengan kapasitas anggaran yang ada,” pungkas Suyarno. (son/vga)

SIDOARJO – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Sidoarjo menyarankan agar kendaraan operasional siaga desa bisa difungsikan sebagai ambulans.

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi PDIP Sidoarjo, Suyarno Jumat (16/7). Menurutnya, sejumlah rumah sakit rujukan yang penuh memaksa masyarakat untuk isolasi mandiri (isoman). Ironisnya tidak sedikit dari mereka yang isoman di rumah akhirnya kritis atau sampai meninggal dunia.

Karena itu dibutuhkan fasilitas yang memadai untuk kecepatan penanganan di setiap desa. Yakni, adanya ambulans siap 24 jam. “Jadi kendaraan operasional desa itu bisa difungsikan untuk ambulans. Kondisi sekarang sudah genting,” kata Ketua Komisi C itu.

Suyarno menambahkan, Pemkab Sidoarjo bisa belajar dari Pemkot Surabaya yang merubah sejumlah mobil dinas menjadi mobil jenazah lantaran kasus kematian Covid-19 yang tinggi. Kemudian selain soal mobil operasional desa, menurut Suyarno peran desa juga perlu ditingkatkan lagi dalam penanggulangan dampak pandemi Covid-19.

Yakni pembentukan posko darurat di tingkat desa. Posko ini tentunya akan bisa membantu pemerintah untuk memantau perkembangan dan aduan sejumlah warga yang sedang isoman. “Dalam kondisi genting seperti ini anggaran desa juga bisa difungsikan. Artinya kalau dari kapasitas anggaran sebenarnya mumpuni,” sambungnya.

Dari tingkat kabupaten, Fraksi PDIP juga memberikan masukan agar eksekutif bisa lebih cepat bergerak dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Yakni, soal pembangunan rumah sakit darurat untuk menampung pasien karena sejumlah RS rujukan yang ada sudah penuh.
Kemudian untuk mensiasati kekurangan tenaga kesehatan dapat dengan membentuk relawan. Sehingga para nakes yang ada juga tidak terlalu kewalahan.
“Termasuk juga menambah jumlah ambulans dengan kapasitas anggaran yang ada,” pungkas Suyarno. (son/vga)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags