alexametrics
30 C
Sidoarjo
Monday, 8 August 2022

Khofifah dan Muhdlor Pastikan Hewan Ternak Sidoarjo Tervaksin PMK

SIDOARJO – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak, menjadi perhatian serius pemerintah.  Terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.

Untuk memastikan hewan ternak Sidoarjo sehat dan mendapatkan vaksin, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor melakukan pengawasan langsung ke ternak sapi Haji Kasikin di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman. Dan ternak sapi milik Kusnadi Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Jumat (17/6).

“Memang vaksin yang dikirim ke Jawa Timur masih sangat minim baru seribu, sudah terpakai 200. Hari ini (kemarin, Red) adalah botol ketiga yang kita gunakan dan satu botol untuk 100 ekor sapi, harus habis, kalau tidak habis harus dibuang,” kata Khofifah.

Menurutnya, kebutuhan vaksin PMK ini sangat emergency. Karena percepatan dari transmisi PMK  ini cepat sekali. Harapannya, akan ada percepatan suplai vaksin dari pusat sambil menunggu proses produksi vaksin dari Pusvetma di Surabaya.

Dia menambahkan, permasalahan penanggulangan PMK ini harus membangun sinergitas seperti pada saat penanganan Covid-19.

Sementara itu Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menegaskan, kekuatan hewan ternak sapi untuk persiapan kurban dari para peternak hanya sekitar seribu ekor. Tapi kebutuhan hewan kurban dari setiap hari Raya Idul Adha butuh sekitar 6.000 ekor sapi. Jadi Sidoarjo masih kekurangan sekitar 5.000 ekor sapi.

“Ini yang kemudian diatur oleh Peraturan Gubernur Jawa Timur, terkait masuknya sapi dari luar wilayah harus punya sertifikat. Kondisi darurat PMK,  jual beli hewan kurban diatur dan difasilitasi, dan di bawah  pengawasan dari  Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo dan dokter hewan dari Pusvetma Jawa Timur,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk penjualan hewan kurban tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Setiap kecamatan hanya ada satu tempat penjualan hewan kurban, karena untuk memudahkan pengawasannya. (son/vga)

SIDOARJO – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak, menjadi perhatian serius pemerintah.  Terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.

Untuk memastikan hewan ternak Sidoarjo sehat dan mendapatkan vaksin, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor melakukan pengawasan langsung ke ternak sapi Haji Kasikin di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman. Dan ternak sapi milik Kusnadi Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Jumat (17/6).

“Memang vaksin yang dikirim ke Jawa Timur masih sangat minim baru seribu, sudah terpakai 200. Hari ini (kemarin, Red) adalah botol ketiga yang kita gunakan dan satu botol untuk 100 ekor sapi, harus habis, kalau tidak habis harus dibuang,” kata Khofifah.

Menurutnya, kebutuhan vaksin PMK ini sangat emergency. Karena percepatan dari transmisi PMK  ini cepat sekali. Harapannya, akan ada percepatan suplai vaksin dari pusat sambil menunggu proses produksi vaksin dari Pusvetma di Surabaya.

Dia menambahkan, permasalahan penanggulangan PMK ini harus membangun sinergitas seperti pada saat penanganan Covid-19.

Sementara itu Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menegaskan, kekuatan hewan ternak sapi untuk persiapan kurban dari para peternak hanya sekitar seribu ekor. Tapi kebutuhan hewan kurban dari setiap hari Raya Idul Adha butuh sekitar 6.000 ekor sapi. Jadi Sidoarjo masih kekurangan sekitar 5.000 ekor sapi.

“Ini yang kemudian diatur oleh Peraturan Gubernur Jawa Timur, terkait masuknya sapi dari luar wilayah harus punya sertifikat. Kondisi darurat PMK,  jual beli hewan kurban diatur dan difasilitasi, dan di bawah  pengawasan dari  Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo dan dokter hewan dari Pusvetma Jawa Timur,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk penjualan hewan kurban tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Setiap kecamatan hanya ada satu tempat penjualan hewan kurban, karena untuk memudahkan pengawasannya. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/