alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Uji Coba Hasilkan 355 Ton Briket, Mampu Kurangi 1.000 Ton Sampah TPA Jabon

SIDOARJO – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo bersama sejumlah pihak sempat mengujicoba mengolah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Jabon menjadi briket Refuse Derived Fuel (RDF). Kini DLHK tengah mempersiapkan kepastian payung hukum sekaligus kematangan lembaga untuk melanjutkan proyek tersebut.

Uji coba telah dilakukan selama 6 bulan sejak Oktober 2021 lalu. Total ada 355,2 ton briket RDF yang telah dihasilkan. “Memang sempat trial error, efektif ada sekitar 2 bulan,” kata Kepala DLHK Sidoarjo Bahrul Amig, Selasa (17/5).

Amig melanjutkan, upaya mendaurulang sampah menjadi energi alternatif itu cukup baik meskipun masih memiliki sejumlah catatan. Setidaknya dari hasil 355,2 ton produksi briket RDF itu telah mengurangi 1.000 ton volume sampah di TPA Jabon.

Pengurangan volume itu, lanjut Amig, sangat membantu mengatasi masalah penumpukan sampah di TPA Jabon. Karena setiap hari ada 500 ton lebih sampah ditumpuk di lokasi itu.

Saat ini pihaknya juga tengah mematangkan konsep untuk melanjutkan proyek tersebut. Kepastian payung hukum dan lembaga sangat dibutuhkan untuk menaungi tindak lanjut dari upaya mereduksi sampah.

Rencananya juga bakal ada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) khusus untuk proyek tersebut. Dinas juga tengah berupaya untuk menggandeng investor agar proyek tersebut bisa terealisasi dengan baik.

Amig menambahkan, selain melakukan berbagai upaya pengolahan sampah di TPA Jabon, DLHK juga menekankan untuk mengurangi volume sampah yang terus dikirim ke TPA. Caranya adalah pengoptimalan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di tingkat kecamatan ataupun desa-desa. (son/vga)

SIDOARJO – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo bersama sejumlah pihak sempat mengujicoba mengolah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Jabon menjadi briket Refuse Derived Fuel (RDF). Kini DLHK tengah mempersiapkan kepastian payung hukum sekaligus kematangan lembaga untuk melanjutkan proyek tersebut.

Uji coba telah dilakukan selama 6 bulan sejak Oktober 2021 lalu. Total ada 355,2 ton briket RDF yang telah dihasilkan. “Memang sempat trial error, efektif ada sekitar 2 bulan,” kata Kepala DLHK Sidoarjo Bahrul Amig, Selasa (17/5).

Amig melanjutkan, upaya mendaurulang sampah menjadi energi alternatif itu cukup baik meskipun masih memiliki sejumlah catatan. Setidaknya dari hasil 355,2 ton produksi briket RDF itu telah mengurangi 1.000 ton volume sampah di TPA Jabon.

Pengurangan volume itu, lanjut Amig, sangat membantu mengatasi masalah penumpukan sampah di TPA Jabon. Karena setiap hari ada 500 ton lebih sampah ditumpuk di lokasi itu.

Saat ini pihaknya juga tengah mematangkan konsep untuk melanjutkan proyek tersebut. Kepastian payung hukum dan lembaga sangat dibutuhkan untuk menaungi tindak lanjut dari upaya mereduksi sampah.

Rencananya juga bakal ada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) khusus untuk proyek tersebut. Dinas juga tengah berupaya untuk menggandeng investor agar proyek tersebut bisa terealisasi dengan baik.

Amig menambahkan, selain melakukan berbagai upaya pengolahan sampah di TPA Jabon, DLHK juga menekankan untuk mengurangi volume sampah yang terus dikirim ke TPA. Caranya adalah pengoptimalan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di tingkat kecamatan ataupun desa-desa. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/