alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Fokus Atasi Banjir, Komisi C Sarankan Perombakan Birokrasi

SIDOARJO – Komisi C DPRD Sidoarjo turut merespons kondisi banjir di Kabupaten Sidoarjo yang kian meluas. Legislator berharap bupati baru Sidoarjo dapat merombak birokrasi di tubuh Pemkab Sidoarjo.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Suyarno juga menyayangkan kondisi banjir yang menggenangi sejumlah wilayah beberapa hari terakhir. Menurutnya, masalah banjir ini sudah seperti benang kusut yang sukar untuk menemukan ujung pangkalnya. “Karena memang sudah sering terjadi,” katanya.

Karena itu, politikus PDIP itu sangat berharap kepada bupati baru benar benar bisa memberikan perubahan signifikan. Utamanya dalam mengatasi permasalahan banjir yang sudah klasik. Salah satu solusinya adalah dengan melakukan perombakan birokrasi. “Harus bisa memilih orang yang profesional dan kredibel di bidangnya,” sambungnya.

Dengan harapan, lanjut Suyarno, kemampuan dan kredibilitas yang dimiliki bisa memberikan solusi dan gerak cepat mengurai masalah di Sidoarjo. Termasuk didalamnya masalah banjir. “Bisa mengakomodir kepentingan masyarakat. Paling tidak masyafakat bisa merasakan pembangunan dan perbaikan dari uang mereka,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat Komisi C juga akan melakukan hearing dengan dinas terkait. Hal itu untuk menyoroti sejumlah langkah terkait penanggulangan banjir yang ada. “Tunggu di renja (rencana kerja)-kan,” pungkasnya.

Di lain pihak, Kabid Irigasi dan Pematusan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Shanty Wahyu Anggraini menguraikan jika hujan merata dengan intensitas tinggi menjadi salah satu sebab banjir di Sidoarjo. “Sejak Minggu sore hujan merata dan intensitas cukup tinggi,” tuturnya.

Di samping itu, Dinas juga mengalami tantangan teknis tersendiri. Yakni sejumlah afvour penuh sehingga tidak bisa menampung air hujan. Hal itu membuat air menggenangi sejumlah pemukiman.”Langkah penanggulangan kami dengan mengoptimalkan pompa di titik titik banjir beroprasi 24 dikurangi waktu istirahat,” pungkasnya. (son/opi)

SIDOARJO – Komisi C DPRD Sidoarjo turut merespons kondisi banjir di Kabupaten Sidoarjo yang kian meluas. Legislator berharap bupati baru Sidoarjo dapat merombak birokrasi di tubuh Pemkab Sidoarjo.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Suyarno juga menyayangkan kondisi banjir yang menggenangi sejumlah wilayah beberapa hari terakhir. Menurutnya, masalah banjir ini sudah seperti benang kusut yang sukar untuk menemukan ujung pangkalnya. “Karena memang sudah sering terjadi,” katanya.

Karena itu, politikus PDIP itu sangat berharap kepada bupati baru benar benar bisa memberikan perubahan signifikan. Utamanya dalam mengatasi permasalahan banjir yang sudah klasik. Salah satu solusinya adalah dengan melakukan perombakan birokrasi. “Harus bisa memilih orang yang profesional dan kredibel di bidangnya,” sambungnya.

Dengan harapan, lanjut Suyarno, kemampuan dan kredibilitas yang dimiliki bisa memberikan solusi dan gerak cepat mengurai masalah di Sidoarjo. Termasuk didalamnya masalah banjir. “Bisa mengakomodir kepentingan masyarakat. Paling tidak masyafakat bisa merasakan pembangunan dan perbaikan dari uang mereka,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat Komisi C juga akan melakukan hearing dengan dinas terkait. Hal itu untuk menyoroti sejumlah langkah terkait penanggulangan banjir yang ada. “Tunggu di renja (rencana kerja)-kan,” pungkasnya.

Di lain pihak, Kabid Irigasi dan Pematusan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Shanty Wahyu Anggraini menguraikan jika hujan merata dengan intensitas tinggi menjadi salah satu sebab banjir di Sidoarjo. “Sejak Minggu sore hujan merata dan intensitas cukup tinggi,” tuturnya.

Di samping itu, Dinas juga mengalami tantangan teknis tersendiri. Yakni sejumlah afvour penuh sehingga tidak bisa menampung air hujan. Hal itu membuat air menggenangi sejumlah pemukiman.”Langkah penanggulangan kami dengan mengoptimalkan pompa di titik titik banjir beroprasi 24 dikurangi waktu istirahat,” pungkasnya. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/