alexametrics
30 C
Sidoarjo
Monday, 23 May 2022

Berjalan Lancar, Vaksinasi Kedua pada 29 Januari

SIDOARJO – Bertempat di Balai Bumi Majapahit Gedung Hemodialisis RSUD Sidoarjo, vaksinasi virus corona jenis baru Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo berjalan lancer, Jumat (15/1). Dari sebelumnya 10 orang yang akan menerima vaksin, total menjadi 17 orang dari jajaran Forkopimda, Kapolres, Kepala PN, Kajari, tokoh agama dan perwakilan tenaga kesehatan menerima suntikan Sinovac buatan Tiongkok itu.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan 17 perwakilan vaksinasi itu mewakili seluruh elemen di masyarakat. Semua peserta tidak memiliki usia lebih dari 59 tahun. “Pemerintah menyiapkan vaksin khusus untuk masyarakat berusia 60 tahun keatas,” katanya.

Lebih lanjut Syaf menjelaskan sebelum vaksinasi, peserta melakukan skrining awal. Cek suhu tubuh, tensi darah dan pertanyaan apakah memiliki penyakit lainnya. Begitu lolos pemeriksaan, baru dilakukan vaksinasi.

Selesai disuntik, mereka memasuki ruang observasi untuk melihat reaksi pada tubuh. Seluruh peserta tidak menunjukkan gejala apa pun pasca di vaksin.

Tidak hanya sekali menerima vaksin, mereka nantinya akan mendapatkan vaksinasi kedua pada 29 Januari mendatang. Tepat 14 hari setalah dilakukan vaksinasi pertama.

Salah satu peserta vaksin, Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono mengaku ia biasanya takut disuntik. “Tapi suntik kali ini saya begitu percaya diri. Saya merasakan suntik ini tidak sakit. Baru kali ini,” ucapnya.

Artinya bahwa proses vaksinasi Covid-19 seperti ini, dapat diikuti masyarakat Sidoarjo. Tidak perlu ada kekhawatiran sebab vaksin telah dipastikan aman oleh BPOM dan kehalalannya oleh MUI.

Vaksinator dipastikan sangat profesional. “Saya melihat petugas vaksin sudah profesional benar. Saya merasakan. Jangan takut,” sambungnya.

Selama observasi 30 menit usai divaksin, pria yang akrab disapa Cak Hud itu juga tidak merasakan apa-apa. Seperti yang selama ini ditakutkan ada efeknya, seperti kepala pusing, badan panas dan gatal-gatal.

Meskipun vaksinasi sudah mulai dilakukan, Hudiyono menghimbau pada masyarakat tetap menerapkan 3 M. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir.

“Nanti selanjutnya masyarakat pada waktunya bisa datang ke Puskesmas di tempat masing-masing untuk di vaksin. Mari mendukung pencegahan penyebaran Covid-19. Mudah-mudahan masyarakat Sidoarjo makin dewasa selalu menerapkan protokol kesehatan antisipasi penyebaran COVID-19,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Sidoarjo menargetkan, antara hari Selasa dan Rabu ini akan dilakukan vaksinasi untuk tenaga kesehatan. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Bertempat di Balai Bumi Majapahit Gedung Hemodialisis RSUD Sidoarjo, vaksinasi virus corona jenis baru Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo berjalan lancer, Jumat (15/1). Dari sebelumnya 10 orang yang akan menerima vaksin, total menjadi 17 orang dari jajaran Forkopimda, Kapolres, Kepala PN, Kajari, tokoh agama dan perwakilan tenaga kesehatan menerima suntikan Sinovac buatan Tiongkok itu.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan 17 perwakilan vaksinasi itu mewakili seluruh elemen di masyarakat. Semua peserta tidak memiliki usia lebih dari 59 tahun. “Pemerintah menyiapkan vaksin khusus untuk masyarakat berusia 60 tahun keatas,” katanya.

Lebih lanjut Syaf menjelaskan sebelum vaksinasi, peserta melakukan skrining awal. Cek suhu tubuh, tensi darah dan pertanyaan apakah memiliki penyakit lainnya. Begitu lolos pemeriksaan, baru dilakukan vaksinasi.

Selesai disuntik, mereka memasuki ruang observasi untuk melihat reaksi pada tubuh. Seluruh peserta tidak menunjukkan gejala apa pun pasca di vaksin.

Tidak hanya sekali menerima vaksin, mereka nantinya akan mendapatkan vaksinasi kedua pada 29 Januari mendatang. Tepat 14 hari setalah dilakukan vaksinasi pertama.

Salah satu peserta vaksin, Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono mengaku ia biasanya takut disuntik. “Tapi suntik kali ini saya begitu percaya diri. Saya merasakan suntik ini tidak sakit. Baru kali ini,” ucapnya.

Artinya bahwa proses vaksinasi Covid-19 seperti ini, dapat diikuti masyarakat Sidoarjo. Tidak perlu ada kekhawatiran sebab vaksin telah dipastikan aman oleh BPOM dan kehalalannya oleh MUI.

Vaksinator dipastikan sangat profesional. “Saya melihat petugas vaksin sudah profesional benar. Saya merasakan. Jangan takut,” sambungnya.

Selama observasi 30 menit usai divaksin, pria yang akrab disapa Cak Hud itu juga tidak merasakan apa-apa. Seperti yang selama ini ditakutkan ada efeknya, seperti kepala pusing, badan panas dan gatal-gatal.

Meskipun vaksinasi sudah mulai dilakukan, Hudiyono menghimbau pada masyarakat tetap menerapkan 3 M. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir.

“Nanti selanjutnya masyarakat pada waktunya bisa datang ke Puskesmas di tempat masing-masing untuk di vaksin. Mari mendukung pencegahan penyebaran Covid-19. Mudah-mudahan masyarakat Sidoarjo makin dewasa selalu menerapkan protokol kesehatan antisipasi penyebaran COVID-19,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Sidoarjo menargetkan, antara hari Selasa dan Rabu ini akan dilakukan vaksinasi untuk tenaga kesehatan. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/