alexametrics
31 C
Sidoarjo
Monday, 23 May 2022

Tanggap Darurat Banjir 3 Desa di Tanggulangin Diperpanjang

SIDOARJO – Upaya menuntaskan permasalahan banjir di Desa Kedungbanteng, Banjarasri dan Banjarpanji Kecamatan Tanggulangin terus dikebut. Tujuh pompa milik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo yang dikerahkan, mampu menyurutkan genangan. Di sisi lain pengerjaan kisdam juga dikejar.

Dari enam kisdam yang dibangun, lima telah rampung. Tersisa satu lagi kisdam di Banjarpanji yang kemarin masih dikerjakan. Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor menargetkan kisdam tersebut tuntas 28 Desember ini.

Muhdlor ingin upaya yang telah dilakukan pemkab bisa memberikan solusi atas banjir yang melanda tiga desa itu. Dimana hasil kajian ITS, di sana terjadi penurunan tanah setiap tahun. Tahun ini, penurunan tanah kurang lebih 20 cm.

“Maka dari itu yang terus didorong adalah pembangunan beberapa kisdam. Tiga daerah ini mirip mangkok, sehingga di ujung mangkok ini kita siapkan kisdam sekaligus pompanya,” kata Muhdlor usai sidak, Kamis (16/12).

Apalagi BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari. Maka pemkab bergerak cepat, menghadapi puncak musim hujan itu.

Terkait masa tanggap darurat yang berakhir 20 Desember, Pemkab akan memperpanjang status tanggap darurat hingga 3 Januari. Menurut Muhdlor, hal itu dikarenakan hampir pasti curah hujan semakin tinggi, dan air laut juga pasang pada Januari.

Dia juga ingin memastikan setiap persiapannya berjalan dengan baik. Memastikan saluran dan pompa berjalan optimal. “Kemudian manajemen airnya juga kita tata. Manajemen SDM kita tata. Karena setiap kisdam tentunya harus selesai dan ada penjaganya,” imbuhnya.

Menurutnya, di Januari semua pihak tidak mengharapkan banjir itu kembali melanda tiga desa ini. Persiapan harus dimatangkan sebelum Januari itu datang. Kurang lebih ada 15 pompa yang disiapkan di tiga desa ini.

“Kita akan tindak lanjuti lagi dengan tambahkan jumlah kalau memang dibutuhkan,” tegasnya.

Muhdlor menyampaikan pada 2022 pemkab menganggarkan Rp 12 miliar untuk pengadaan pompa.

“Harapannya ketika pompa permanen ini ada, kita sudah mulai terbiasa. Masalahnya ada subsiden tanah yang tidak bisa ditawar lagi dan logika awalnya sudah umum bahwa air itu mencari daerah yang lebih rendah,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Upaya menuntaskan permasalahan banjir di Desa Kedungbanteng, Banjarasri dan Banjarpanji Kecamatan Tanggulangin terus dikebut. Tujuh pompa milik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo yang dikerahkan, mampu menyurutkan genangan. Di sisi lain pengerjaan kisdam juga dikejar.

Dari enam kisdam yang dibangun, lima telah rampung. Tersisa satu lagi kisdam di Banjarpanji yang kemarin masih dikerjakan. Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor menargetkan kisdam tersebut tuntas 28 Desember ini.

Muhdlor ingin upaya yang telah dilakukan pemkab bisa memberikan solusi atas banjir yang melanda tiga desa itu. Dimana hasil kajian ITS, di sana terjadi penurunan tanah setiap tahun. Tahun ini, penurunan tanah kurang lebih 20 cm.

“Maka dari itu yang terus didorong adalah pembangunan beberapa kisdam. Tiga daerah ini mirip mangkok, sehingga di ujung mangkok ini kita siapkan kisdam sekaligus pompanya,” kata Muhdlor usai sidak, Kamis (16/12).

Apalagi BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari. Maka pemkab bergerak cepat, menghadapi puncak musim hujan itu.

Terkait masa tanggap darurat yang berakhir 20 Desember, Pemkab akan memperpanjang status tanggap darurat hingga 3 Januari. Menurut Muhdlor, hal itu dikarenakan hampir pasti curah hujan semakin tinggi, dan air laut juga pasang pada Januari.

Dia juga ingin memastikan setiap persiapannya berjalan dengan baik. Memastikan saluran dan pompa berjalan optimal. “Kemudian manajemen airnya juga kita tata. Manajemen SDM kita tata. Karena setiap kisdam tentunya harus selesai dan ada penjaganya,” imbuhnya.

Menurutnya, di Januari semua pihak tidak mengharapkan banjir itu kembali melanda tiga desa ini. Persiapan harus dimatangkan sebelum Januari itu datang. Kurang lebih ada 15 pompa yang disiapkan di tiga desa ini.

“Kita akan tindak lanjuti lagi dengan tambahkan jumlah kalau memang dibutuhkan,” tegasnya.

Muhdlor menyampaikan pada 2022 pemkab menganggarkan Rp 12 miliar untuk pengadaan pompa.

“Harapannya ketika pompa permanen ini ada, kita sudah mulai terbiasa. Masalahnya ada subsiden tanah yang tidak bisa ditawar lagi dan logika awalnya sudah umum bahwa air itu mencari daerah yang lebih rendah,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/