alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Elemen Masyarakat Kompak Tolak Anarkisme Dalam Unjuk Rasa

SIDOARJO – Sejumlah elemen masyarakat lintas organisasi masyarakat (Ormas), forum kerukunan umat beragama (FKUB), pelajar dan mahasiswa menggelar deklarasi damai. Mereka menolak setiap jenis anarkisme dalam aksi demostrasi atau unjuk rasa.

Sekretaris FKUB Sidoarjo Idam Kholid mengatakan, deklarasi itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi unjuk rasa di beberapa daerah yang berujung ricuh. Salah satunya saat demonstrasi penolakan UU Omnibus Law yang sudah disahkan oleh DPR RI beberapa waktu lalu. “Maka sebagai antisipasi kejadian serupa, semua FKUB dan elemen masyarakat di Sidoarjo, menggelar deklarasi damai menolak dan mengecam aksi anarkis saat ada unjuk rasa,” katanya Jumat (16/10).

Menurutnya, segala bentuk penyampaian aspirasi sudah ada aturannya. Maka dari itu aspirasi tidak dapat disampaikan dengan disertai anarkisme. Sebab, anarkisme bagian dari residu demokrasi. Oleh karena itu, pihaknya menolak aksi-aksi semacam itu. “Karena pasti ada penunggang gelap dalam anarkisme semacam itu,” ujarnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menuturkan, pihaknya saat ini melibatkan sejumlah elemen masyarakat dalam upaya mengawasi kegaiatan-kegiatan unjuk rasa. Hal itu sebagai antisipasi aksi tersebut jika nantinya ada unjuk rasa yang berujung anarkisme.

Menurutnya, tugas elemen masyarakat itu hanya mengawasi jika ada indikasi adanya penumpang gelap dalam unjuk rasa tersebut. “Selanjutnya diserahkan ke pihak polisi untuk dilakukan penindakan,” jelas Sumardji. (far/opi)

SIDOARJO – Sejumlah elemen masyarakat lintas organisasi masyarakat (Ormas), forum kerukunan umat beragama (FKUB), pelajar dan mahasiswa menggelar deklarasi damai. Mereka menolak setiap jenis anarkisme dalam aksi demostrasi atau unjuk rasa.

Sekretaris FKUB Sidoarjo Idam Kholid mengatakan, deklarasi itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi unjuk rasa di beberapa daerah yang berujung ricuh. Salah satunya saat demonstrasi penolakan UU Omnibus Law yang sudah disahkan oleh DPR RI beberapa waktu lalu. “Maka sebagai antisipasi kejadian serupa, semua FKUB dan elemen masyarakat di Sidoarjo, menggelar deklarasi damai menolak dan mengecam aksi anarkis saat ada unjuk rasa,” katanya Jumat (16/10).

Menurutnya, segala bentuk penyampaian aspirasi sudah ada aturannya. Maka dari itu aspirasi tidak dapat disampaikan dengan disertai anarkisme. Sebab, anarkisme bagian dari residu demokrasi. Oleh karena itu, pihaknya menolak aksi-aksi semacam itu. “Karena pasti ada penunggang gelap dalam anarkisme semacam itu,” ujarnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menuturkan, pihaknya saat ini melibatkan sejumlah elemen masyarakat dalam upaya mengawasi kegaiatan-kegiatan unjuk rasa. Hal itu sebagai antisipasi aksi tersebut jika nantinya ada unjuk rasa yang berujung anarkisme.

Menurutnya, tugas elemen masyarakat itu hanya mengawasi jika ada indikasi adanya penumpang gelap dalam unjuk rasa tersebut. “Selanjutnya diserahkan ke pihak polisi untuk dilakukan penindakan,” jelas Sumardji. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/