alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Kuras Genangan, Avour Kedungpeluk-Kedungbanteng Ditingkatkan

SIDOARJO – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo terus berupaya mengurai permasalahan banjir di Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin. Salah satunya dengan peningkatan avour Kedungpeluk-Kedungbanteng.

Plt Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, proyek itu untuk kepentingan penanggulangan bencana. Nilai pagu anggarannya mencapai Rp 1,7 miliar.

“Untuk pengendalian banjir wilayah Kedungbanteng dan sekitarnya,” katanya, Minggu (15/8).

Diketahui, wilayah Desa Kedungbanteng dan sekitarnya seperti Banjarpanji kerap menjadi langganan banjir saat musim penghujan. Kondisi tanah yang lebih rendah membuat kawasan itu lebih lama terendam banjir.

Air tidak hanya masuk ke pemukiman warga, tetapi juga ke sejumlah sekolah dan tempat ibadah. Pemkab juga telah melakukan sejumlah penanganan meski hasilnya masih belum maksimal.

“Peningkatan avour diharapkan bisa menguras air saat ada genangan di wilayah pemukiman warga,” ucap Sigit.

Saat terjadi banjir, sejumlah langkah sudah dilakukan. Di antaranya pengurukan lahan yang rendah, pembetonan jalan, hingga siaga pompa ketika musim hujan. Dengan adanya peningkatan avour itu diharapkan semakin mampu mengurai masalah banjir di wilayah tersebut.

“Genangan air di pemukiman warga harapannya bisa mengalir ke avour. Sehingga tidak menggenangi pemukiman,” tegasnya.

Dari pantauan Radar Sidoarjo, saat ini wilayah Kedungbanteng sudah tidak tergenang. Namun sungai yang berada di samping jalan utama desa itu volumenya masih terlihat penuh dan kurang mengalir. (son/vga)

SIDOARJO – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo terus berupaya mengurai permasalahan banjir di Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin. Salah satunya dengan peningkatan avour Kedungpeluk-Kedungbanteng.

Plt Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, proyek itu untuk kepentingan penanggulangan bencana. Nilai pagu anggarannya mencapai Rp 1,7 miliar.

“Untuk pengendalian banjir wilayah Kedungbanteng dan sekitarnya,” katanya, Minggu (15/8).

Diketahui, wilayah Desa Kedungbanteng dan sekitarnya seperti Banjarpanji kerap menjadi langganan banjir saat musim penghujan. Kondisi tanah yang lebih rendah membuat kawasan itu lebih lama terendam banjir.

Air tidak hanya masuk ke pemukiman warga, tetapi juga ke sejumlah sekolah dan tempat ibadah. Pemkab juga telah melakukan sejumlah penanganan meski hasilnya masih belum maksimal.

“Peningkatan avour diharapkan bisa menguras air saat ada genangan di wilayah pemukiman warga,” ucap Sigit.

Saat terjadi banjir, sejumlah langkah sudah dilakukan. Di antaranya pengurukan lahan yang rendah, pembetonan jalan, hingga siaga pompa ketika musim hujan. Dengan adanya peningkatan avour itu diharapkan semakin mampu mengurai masalah banjir di wilayah tersebut.

“Genangan air di pemukiman warga harapannya bisa mengalir ke avour. Sehingga tidak menggenangi pemukiman,” tegasnya.

Dari pantauan Radar Sidoarjo, saat ini wilayah Kedungbanteng sudah tidak tergenang. Namun sungai yang berada di samping jalan utama desa itu volumenya masih terlihat penuh dan kurang mengalir. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/