alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 30 July 2021

Komisi D DPRD Sidoajo Minta Persiapkan SDM untuk RSUD Barat di Krian

KRIAN – Komisi D DPRD Sidoarjo mendorong eksekutif mulai mempersiapkan tenaga kesehatan (nakes) untuk RSUD barat. Hal itu mengingat telah dimulainya pembangunan fasilitas kesehatan di Kecamatan Krian itu.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso menerangkan, minimal ada dua jenis nakes yang harus disiapkan untuk rumah sakit di Kelurahan Tambak Kemerakan itu. Yakni mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer.

“ASN dibutuhkan sebagai pejabat strategis seperti direktur dan wakil direktur,” katanya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) rumah sakit tipe C minimal memiliki lima ASN dengan tingkatan eselon tertentu untuk mengisi jabatan strategis. Lalu 150 orang nakes yang sifatnya honorer.

“Kebutuhan SDM itu tidak sedikit. Sehingga perlu disiapkan dari sekarang. Jangan sampai rumah sakit dibangun tetapi SDM-nya belum siap,” jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa skema perekrutan yang mungkin bisa dilakukan. Pertama ialah dengan menggunakan nakes yang ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) atau RSUD Sidoarjo yang bisa diproyeksikan untuk jabatan tersebut.

“Tetapi pihak RSUD juga belum tentu setuju. Mereka juga butuh SDM banyak,” paparnya.
Langkah kedua adalah dengan mengusulkan skema rekrutmen ke Kementrian Kesehatan. Langkah ini juga harus disiapkan sejak awal.

“Rumah sakit tipe c minimal juga perlu ada empat dokter spesialis mulai dari anak, bedah, penyakit dalam dan kandungan. Itu juga perlu disiapkan,” imbuhnya.
Di samping SDM, Bangun juga tak lupa memgingatkan soal kesiapan sarana dan prasarana rumah sakit. Seperti bed hingga ventilator. (son/vga)

KRIAN – Komisi D DPRD Sidoarjo mendorong eksekutif mulai mempersiapkan tenaga kesehatan (nakes) untuk RSUD barat. Hal itu mengingat telah dimulainya pembangunan fasilitas kesehatan di Kecamatan Krian itu.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso menerangkan, minimal ada dua jenis nakes yang harus disiapkan untuk rumah sakit di Kelurahan Tambak Kemerakan itu. Yakni mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer.

“ASN dibutuhkan sebagai pejabat strategis seperti direktur dan wakil direktur,” katanya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) rumah sakit tipe C minimal memiliki lima ASN dengan tingkatan eselon tertentu untuk mengisi jabatan strategis. Lalu 150 orang nakes yang sifatnya honorer.

“Kebutuhan SDM itu tidak sedikit. Sehingga perlu disiapkan dari sekarang. Jangan sampai rumah sakit dibangun tetapi SDM-nya belum siap,” jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa skema perekrutan yang mungkin bisa dilakukan. Pertama ialah dengan menggunakan nakes yang ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) atau RSUD Sidoarjo yang bisa diproyeksikan untuk jabatan tersebut.

“Tetapi pihak RSUD juga belum tentu setuju. Mereka juga butuh SDM banyak,” paparnya.
Langkah kedua adalah dengan mengusulkan skema rekrutmen ke Kementrian Kesehatan. Langkah ini juga harus disiapkan sejak awal.

“Rumah sakit tipe c minimal juga perlu ada empat dokter spesialis mulai dari anak, bedah, penyakit dalam dan kandungan. Itu juga perlu disiapkan,” imbuhnya.
Di samping SDM, Bangun juga tak lupa memgingatkan soal kesiapan sarana dan prasarana rumah sakit. Seperti bed hingga ventilator. (son/vga)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags