alexametrics
28 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

Aliansi Pemuda Sidoarjo Dukung Dibangunnya RS Darurat

SIDOARJO – Meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di Sidoarjo membuat sejumlah kalangan tergerak hatinya. Salah satunya dari Aliansi Pemuda Sidoarjo. Mereka berinisiatif menggalang pergerakan semampunya. Membantu masyarakat yang isolasi mandiri (isoman) dengan mengirim imunbooster produk dagangannya.

Ada juga yang menyuplai oksigen darurat, membagikan produk anti covid secara gratis, menggalang relawan, membagikan sembako, ada yang memastikan anak-anak tetap ceria di masa PPKM, dan segala macam inovasi sosial.

“Para pembaharu sosial ini adalah pemuda sidoarjo yang dengan segala keterbatasannya coba membantu pemerintah dengan caranya sendiri-sendiri,” kata Yonathan TS dari City Face Indonesia.

Dia mengungkapkan, para pemuda penggerak tak mau diam begitu saja dengan adanya krisis besar semacam ini. Selain itu, beberapa pemuda penggerak dan pegiat media sosial juga menyuarakan banyak hal kepada Pemkab Sidoarjo.

“Kami ingin Pemkab Sidoarjo dapat merealisasikan kebutuhan-kebutuhan darurat masyarakat secepatnya,” ucapnya.

Nenurutnya, banyak pemuda sidoarjo menyuarakan pembangunan rumah sakit (RS) darurat. Tidak tertampungnya masyarakat yang sedang drop di rumah sakit, ditolak puskesmas, dan sebagainya menjadi permasalahan super besar yang kini dialami masyarakat.

“Jika Pemkab tak kunjung membangun RS darurat untuk menampung masyarakat yang kolaps, maka akan jauh lebih banyak lagi korban bertumbangan. Kami para pemuda menginginkan bupati muda Sidoarjo ini lebih gesit dan cakap mengambil keputusan layaknya anak muda,” harapnya.

Irfandi dari Kampung Lali Gadget menambahkan, jika permasalahan pembangunan RS darurat adalah kurangnya tenaga medis, maka pemkab dapat berkolaborasi dengan kampus-kampus kesehatan yang ada.

“Beberapa sahabat pemuda juga menjaring aspirasi dari banyaknya alumni kampus kesehatan yang belum diberdayakan atau belum mendapat pekerjaan. Ini suatu potensi besar jika diperbantukan sebagai pasukan medis,” terangnya.

Dia menambahkan, jika opsi rumah sakit darurat terpusat tidak dapat dilakukan, maka opsi memperkuat puskesmas yang ada di masing-masing kecamatan adalah solusi selanjutnya. “Pemkab juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang sedang isoman di rumah seperti makanan sehat dan vitamin,” jelas Irfandi yang juga diamini Prass dari Street Child Children Sidoarjo dan Nicho dari apakabarsidoarjo. (son/vga)

SIDOARJO – Meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di Sidoarjo membuat sejumlah kalangan tergerak hatinya. Salah satunya dari Aliansi Pemuda Sidoarjo. Mereka berinisiatif menggalang pergerakan semampunya. Membantu masyarakat yang isolasi mandiri (isoman) dengan mengirim imunbooster produk dagangannya.

Ada juga yang menyuplai oksigen darurat, membagikan produk anti covid secara gratis, menggalang relawan, membagikan sembako, ada yang memastikan anak-anak tetap ceria di masa PPKM, dan segala macam inovasi sosial.

“Para pembaharu sosial ini adalah pemuda sidoarjo yang dengan segala keterbatasannya coba membantu pemerintah dengan caranya sendiri-sendiri,” kata Yonathan TS dari City Face Indonesia.

Dia mengungkapkan, para pemuda penggerak tak mau diam begitu saja dengan adanya krisis besar semacam ini. Selain itu, beberapa pemuda penggerak dan pegiat media sosial juga menyuarakan banyak hal kepada Pemkab Sidoarjo.

“Kami ingin Pemkab Sidoarjo dapat merealisasikan kebutuhan-kebutuhan darurat masyarakat secepatnya,” ucapnya.

Nenurutnya, banyak pemuda sidoarjo menyuarakan pembangunan rumah sakit (RS) darurat. Tidak tertampungnya masyarakat yang sedang drop di rumah sakit, ditolak puskesmas, dan sebagainya menjadi permasalahan super besar yang kini dialami masyarakat.

“Jika Pemkab tak kunjung membangun RS darurat untuk menampung masyarakat yang kolaps, maka akan jauh lebih banyak lagi korban bertumbangan. Kami para pemuda menginginkan bupati muda Sidoarjo ini lebih gesit dan cakap mengambil keputusan layaknya anak muda,” harapnya.

Irfandi dari Kampung Lali Gadget menambahkan, jika permasalahan pembangunan RS darurat adalah kurangnya tenaga medis, maka pemkab dapat berkolaborasi dengan kampus-kampus kesehatan yang ada.

“Beberapa sahabat pemuda juga menjaring aspirasi dari banyaknya alumni kampus kesehatan yang belum diberdayakan atau belum mendapat pekerjaan. Ini suatu potensi besar jika diperbantukan sebagai pasukan medis,” terangnya.

Dia menambahkan, jika opsi rumah sakit darurat terpusat tidak dapat dilakukan, maka opsi memperkuat puskesmas yang ada di masing-masing kecamatan adalah solusi selanjutnya. “Pemkab juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang sedang isoman di rumah seperti makanan sehat dan vitamin,” jelas Irfandi yang juga diamini Prass dari Street Child Children Sidoarjo dan Nicho dari apakabarsidoarjo. (son/vga)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags