alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Dua Tahun, PDAM Targetkan Sambung 12 Ribu Jaringan Pelanggan Baru

SIDOARJO – Mega proyek Pemkab Sidoarjo dan Perumda Delta Tirta dimulai. Dalam dua tahun ke depan mereka harus menyambungkan 12 ribu jaringan untuk pelanggan baru.

Lelang tahap pertama telah dimulai untuk 11 titik wilayah yang diprioritaskan. Yakni, Desa Durungbanjar, Durungbedug, Juwet Kenongo, Mesangan Wetan-Klopo Sepuluh, Bangah-Pasmar, Seruni-Tebel, Karangbong, Jambe Banjar Kemantren-Industri Buduran, Dukuh Sari, Candi Pari, dan Wunut.

Proyek itu dimulai dengan menunjuk konsultan perencanaan. Nilainya mulai dari Rp 100,5 juta hingga Rp 365 juta. Proyek fisiknya ditarget tuntas tahun depan.

“Untuk kluster 1 sudah disiapkan Rp 56,9 miliar dari APBD,” kata Direktur Utama Perumda Delta Tirta Dwi Hary Soeryadi.

Sedangkan untuk kluster 2 berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. Nilainya mencapai Rp 35 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun pipa jaringan di wilayah dengan permintaan sambungan rumah (SR) terbanyak. Mayoritas berada di kecamatan tengah kota. Mulai dari Waru, Gedangan, Candi, hingga Porong.

“Target harus tercapai tahun depan. Kalau tidak, kita enggak bisa menyerap air Umbulan,” kata mantan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) itu.

Saat ini Delta Tirta masih menyerap 450 liter per second (lps) air dari SPAM Umbulan Pasuruan. Untuk bisa menyerap jatah 1.200 lps pihaknya harus bekerja keras menambah pelanggan baru.

Saat ini cakupan layanan Perumda Delta Tirta Sidoarjo mencapai 44 persen. Artinya lebih dari separo warga Sidoarjo belum mendapat layanan air minum.

“Sampai 2024 kami targetkan layanan sudah lebih dari 60 persen,” tegas pakar nuklir itu. (nis/vga)

SIDOARJO – Mega proyek Pemkab Sidoarjo dan Perumda Delta Tirta dimulai. Dalam dua tahun ke depan mereka harus menyambungkan 12 ribu jaringan untuk pelanggan baru.

Lelang tahap pertama telah dimulai untuk 11 titik wilayah yang diprioritaskan. Yakni, Desa Durungbanjar, Durungbedug, Juwet Kenongo, Mesangan Wetan-Klopo Sepuluh, Bangah-Pasmar, Seruni-Tebel, Karangbong, Jambe Banjar Kemantren-Industri Buduran, Dukuh Sari, Candi Pari, dan Wunut.

Proyek itu dimulai dengan menunjuk konsultan perencanaan. Nilainya mulai dari Rp 100,5 juta hingga Rp 365 juta. Proyek fisiknya ditarget tuntas tahun depan.

“Untuk kluster 1 sudah disiapkan Rp 56,9 miliar dari APBD,” kata Direktur Utama Perumda Delta Tirta Dwi Hary Soeryadi.

Sedangkan untuk kluster 2 berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. Nilainya mencapai Rp 35 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun pipa jaringan di wilayah dengan permintaan sambungan rumah (SR) terbanyak. Mayoritas berada di kecamatan tengah kota. Mulai dari Waru, Gedangan, Candi, hingga Porong.

“Target harus tercapai tahun depan. Kalau tidak, kita enggak bisa menyerap air Umbulan,” kata mantan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) itu.

Saat ini Delta Tirta masih menyerap 450 liter per second (lps) air dari SPAM Umbulan Pasuruan. Untuk bisa menyerap jatah 1.200 lps pihaknya harus bekerja keras menambah pelanggan baru.

Saat ini cakupan layanan Perumda Delta Tirta Sidoarjo mencapai 44 persen. Artinya lebih dari separo warga Sidoarjo belum mendapat layanan air minum.

“Sampai 2024 kami targetkan layanan sudah lebih dari 60 persen,” tegas pakar nuklir itu. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/