alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Bupati Sidoarjo Dorong Pemdes Berlomba Manfaatkan BKK untuk Kembangkan BUMDes

SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor terus mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pemkab juga mengucurkan anggaran untuk program tersebut. Yakni melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Dari anggaran BKK itu, Muhdlor mendorong pemerintah desa bisa berlomba-lomba membangun perekonomian desanya. Bisa dengan membangun BUMDes baru ataupun perbaikan dan pengembangan BUMDes yang sudah ada.

“Kemajuan daerah tergantung dari kemajuan desa. Oleh sebab itu kami mendorong dan memberikan dukungan melalui anggaran yang bisa dikelola pemdes untuk mengembangkan potensi ekonomi desa,” tuturnya.

Sejak Alumnus Universitas Airlangga itu menjabat, sudah ada sejumlah BUMDes yang diresmikan. Di antaranya BUMDes wisata petik buah kelengkeng di Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu. Kemudian BUMDes Mitra Usaha Desa Sidorejo Krian yang bergerak pada pengelolaan warung lapangan dan BUMDes Tri Karya Agung Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono. “BUMDes di Sidoarjo saat sudah banyak yang berkembang dan maju. Bahkan sudah ada yang masuk kategori BUMDes mandiri,” sambungnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo, pada 2020 ada 179 BUMDes. Angkanya meningkat menjadi 229 pada 2021. Paling banyak ada di Kecamatan Wonoayu dengan 23 BUMDes. Sedangkan paling sedikit ada di Kecamatan Buduran dengan 6 BUMDes.

BUMDes bisa beragam bentuk. Mulai dari tempat wisata petik buah, kolam renang, kolam pancing, hingga produk unggulan dari masyarakat. Yang jelas perlu menyesuaikan dengan potensi yang ada di desa.

Berdasar Perbup No 41 Tahun 2022, besaran alokasi BKK yang dikucurkan ke desa adalah Rp 22,3 miliar. Selain itu desa-desa juga mendapat kucuran dana lain. Seperti alokasi Bantuan Keuangan (BK) sebesar Rp 63,5 miliar, Dana Desa Rp 315,2 miliar, Bagi Hasil Retribusi Rp 9,5 miliar hingga Bagi Hasil Pajak Rp 103,4 miliar.

“Dengan pertumbuhan dan kemajuan BUMDes tentu juga diharapkan berdampak positif pada perekonomian kabupaten,” jelas Muhdlor. (son/vga)

SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor terus mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pemkab juga mengucurkan anggaran untuk program tersebut. Yakni melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Dari anggaran BKK itu, Muhdlor mendorong pemerintah desa bisa berlomba-lomba membangun perekonomian desanya. Bisa dengan membangun BUMDes baru ataupun perbaikan dan pengembangan BUMDes yang sudah ada.

“Kemajuan daerah tergantung dari kemajuan desa. Oleh sebab itu kami mendorong dan memberikan dukungan melalui anggaran yang bisa dikelola pemdes untuk mengembangkan potensi ekonomi desa,” tuturnya.

Sejak Alumnus Universitas Airlangga itu menjabat, sudah ada sejumlah BUMDes yang diresmikan. Di antaranya BUMDes wisata petik buah kelengkeng di Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu. Kemudian BUMDes Mitra Usaha Desa Sidorejo Krian yang bergerak pada pengelolaan warung lapangan dan BUMDes Tri Karya Agung Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono. “BUMDes di Sidoarjo saat sudah banyak yang berkembang dan maju. Bahkan sudah ada yang masuk kategori BUMDes mandiri,” sambungnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo, pada 2020 ada 179 BUMDes. Angkanya meningkat menjadi 229 pada 2021. Paling banyak ada di Kecamatan Wonoayu dengan 23 BUMDes. Sedangkan paling sedikit ada di Kecamatan Buduran dengan 6 BUMDes.

BUMDes bisa beragam bentuk. Mulai dari tempat wisata petik buah, kolam renang, kolam pancing, hingga produk unggulan dari masyarakat. Yang jelas perlu menyesuaikan dengan potensi yang ada di desa.

Berdasar Perbup No 41 Tahun 2022, besaran alokasi BKK yang dikucurkan ke desa adalah Rp 22,3 miliar. Selain itu desa-desa juga mendapat kucuran dana lain. Seperti alokasi Bantuan Keuangan (BK) sebesar Rp 63,5 miliar, Dana Desa Rp 315,2 miliar, Bagi Hasil Retribusi Rp 9,5 miliar hingga Bagi Hasil Pajak Rp 103,4 miliar.

“Dengan pertumbuhan dan kemajuan BUMDes tentu juga diharapkan berdampak positif pada perekonomian kabupaten,” jelas Muhdlor. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/