alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Terima Prasasti, BHS Dukung Pelestarian Kebudayaan Sidoarjo

SIDOARJO – Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendapat kehormatan besar dari Paguyuban Pelestari dan Peduli Aksara Jawa Jawa Timur. Mantan anggota DPR RI itu menerima prasasti bertuliskan aksara jawa timbul sebagai bentuk perhatiannya dalam pelestarian budaya.

Prasasti dari batu dengan ukuran hampir 1 meter itu diserahkan langsung ketua Paguyuban Pelestari dan Peduli Aksara Jawa Jawa Timur, Bagus Heri Setyadji, Selasa (16/3). “Bapak ini (BHS, Red) terhadap budaya sangat peduli. Setiap event selalu suport,” kata pria yang akarab dipanggil Empu Bagus itu.

Harapannya, lanjut Empu Bagus, dengan prasasti itu dapat terus menjadi pengenang dan penyemangat BHS dalam upaya melestarikan warisan budaya di Sidoarjo. “Ada budaya ada Pak Bambang,” imbuh pria yang juga telah menerima penghargaan muri dalam kegiatan penulisan aksara jawa di kain sepanjang 21 meter itu.

Sementara itu, BHS mengungkapkan jika dirinya sangat berterima kasih atas pemberian prasasti itu. Tentu menjadi kebanggan dan pelecut semangat tersendiri untuk terus aktif dalam mendukung program pelestarian budaya. “Masyarakat yang cinta budaya adalah masyarakat yang maju. Belaiu ingin aksara jawa ini terus dilestarikan,” terangnya.

SEJARAH: Prasasti aksara jawa karya Bagus Heri Setyadji. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra itu menambahkan, di Sidoarjo ini merupakan gudangnya budaya. Mulai dari tari-tarian, seni ludruk, batik, hingga situs-situs bersejarah. “Ini yang seharusnya diberdayakan,” sambungnya.

BHS juga berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo agar bisa mendukung pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya di Sidoarjo. Karena, dengan pengelolaan budaya yang baik juga bisa menghasilkan devisa tersendiri. Yakni menarik wisatawan mancanegara ataupun domestik untuk berkunjung ke Sidoarjo. “Nantinya turis datang ke Jatim mampirnya harus ke Sidoarjo,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu pula, Rizky Niswarini Utami, pimpinan Sanggar Tari Rizky Budaya – Pakasa, menguraikan jika Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi besar dalam hal adat budaya dan kearifan lokal. Tentunya untuk dipertahankan dan terus dikembangkan.

Contohnya adalah potensi alam seperti hasil tambak udang, bandeng bisa di eksplor ke dalam bentuk seni tari. “Termasuk dalam seni batik juga,” tuturnya. (son/opi)

SIDOARJO – Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendapat kehormatan besar dari Paguyuban Pelestari dan Peduli Aksara Jawa Jawa Timur. Mantan anggota DPR RI itu menerima prasasti bertuliskan aksara jawa timbul sebagai bentuk perhatiannya dalam pelestarian budaya.

Prasasti dari batu dengan ukuran hampir 1 meter itu diserahkan langsung ketua Paguyuban Pelestari dan Peduli Aksara Jawa Jawa Timur, Bagus Heri Setyadji, Selasa (16/3). “Bapak ini (BHS, Red) terhadap budaya sangat peduli. Setiap event selalu suport,” kata pria yang akarab dipanggil Empu Bagus itu.

Harapannya, lanjut Empu Bagus, dengan prasasti itu dapat terus menjadi pengenang dan penyemangat BHS dalam upaya melestarikan warisan budaya di Sidoarjo. “Ada budaya ada Pak Bambang,” imbuh pria yang juga telah menerima penghargaan muri dalam kegiatan penulisan aksara jawa di kain sepanjang 21 meter itu.

Sementara itu, BHS mengungkapkan jika dirinya sangat berterima kasih atas pemberian prasasti itu. Tentu menjadi kebanggan dan pelecut semangat tersendiri untuk terus aktif dalam mendukung program pelestarian budaya. “Masyarakat yang cinta budaya adalah masyarakat yang maju. Belaiu ingin aksara jawa ini terus dilestarikan,” terangnya.

SEJARAH: Prasasti aksara jawa karya Bagus Heri Setyadji. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra itu menambahkan, di Sidoarjo ini merupakan gudangnya budaya. Mulai dari tari-tarian, seni ludruk, batik, hingga situs-situs bersejarah. “Ini yang seharusnya diberdayakan,” sambungnya.

BHS juga berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo agar bisa mendukung pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya di Sidoarjo. Karena, dengan pengelolaan budaya yang baik juga bisa menghasilkan devisa tersendiri. Yakni menarik wisatawan mancanegara ataupun domestik untuk berkunjung ke Sidoarjo. “Nantinya turis datang ke Jatim mampirnya harus ke Sidoarjo,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu pula, Rizky Niswarini Utami, pimpinan Sanggar Tari Rizky Budaya – Pakasa, menguraikan jika Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi besar dalam hal adat budaya dan kearifan lokal. Tentunya untuk dipertahankan dan terus dikembangkan.

Contohnya adalah potensi alam seperti hasil tambak udang, bandeng bisa di eksplor ke dalam bentuk seni tari. “Termasuk dalam seni batik juga,” tuturnya. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/