alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Waspada, Kasus Pencabulan di Sidoarjo Meningkat

SIDOARJO – Perempuan dan anak rentan menjadi korban kekerasan, pencabulan bahkan hingga pemerkosaan. Contohnya, kasus pencabulan di Sidoarjo yang meningkat dibanding tahun lalu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo Ainun Amalia mengungkapkan, dari Januari hingga November 2021 ada 27 kasus pencabulan. Padahal pada tahun sebelumnya hanya ada 15 kasus.

“Itu rekap data di dinas kami saja, belum Unit PPA Polresta Sidoarjo,” katanya.

Ainun menambahkan, selain soal kasus pencabulan, beberapa kasus lain yang melibatkan perempuan dan anak juga masuk dalam catatannya. Yakni, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 52 kasus. Tahun lalu ada 56 kasus.

“Jumlah itu data per November. Memang KDRT masih paling tinggi,” sambungnya.

Berikutnya, Kekerasan Terhadap Anak (KTA) 15 kasus, Kekerasan Dalam Kerja (KDK) 0 kasus, Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) 0 kasus, Kekerasan Ekonomi (KE) 8 kasus, pelecehan seksual 9 kasus, perkosaan 0, traficking 0, penganiayaan 0, dan lain-lain 29 kasus.

Terbaru, di Sidoarjo juga telah terjadi kasus pemerkosaan dengan pelaku dan korban sama-sama pelajar. Yakni peristiwa yang terjadi pada 10 Desember lalu. Pelakunya FA, 15, warga Taman. Dia terbilang nekat saat berusaha memperkosa korban yang merupakan teman sekolah. Pasalnya, ia sampai menggunakan kekerasan untuk memperdaya korban.

FA mencekik dan memukul korban dengan genting hingga pingsan. Hal itu karena korban TA, 15, yang juga warga Taman itu sempat menolak melayani nafsu bejat pelaku. Saat korban pingsan itulah pelaku memperkosa korban.

Ainun juga menaruh prihatin terkait kasus tersebut. “Kami juga sudah ketemu korban dan keluarga. Kami bantu sepenuhnya terkait trauma healingnya,” pungkasnya. (son/vga)

 

SIDOARJO – Perempuan dan anak rentan menjadi korban kekerasan, pencabulan bahkan hingga pemerkosaan. Contohnya, kasus pencabulan di Sidoarjo yang meningkat dibanding tahun lalu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo Ainun Amalia mengungkapkan, dari Januari hingga November 2021 ada 27 kasus pencabulan. Padahal pada tahun sebelumnya hanya ada 15 kasus.

“Itu rekap data di dinas kami saja, belum Unit PPA Polresta Sidoarjo,” katanya.

Ainun menambahkan, selain soal kasus pencabulan, beberapa kasus lain yang melibatkan perempuan dan anak juga masuk dalam catatannya. Yakni, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 52 kasus. Tahun lalu ada 56 kasus.

“Jumlah itu data per November. Memang KDRT masih paling tinggi,” sambungnya.

Berikutnya, Kekerasan Terhadap Anak (KTA) 15 kasus, Kekerasan Dalam Kerja (KDK) 0 kasus, Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) 0 kasus, Kekerasan Ekonomi (KE) 8 kasus, pelecehan seksual 9 kasus, perkosaan 0, traficking 0, penganiayaan 0, dan lain-lain 29 kasus.

Terbaru, di Sidoarjo juga telah terjadi kasus pemerkosaan dengan pelaku dan korban sama-sama pelajar. Yakni peristiwa yang terjadi pada 10 Desember lalu. Pelakunya FA, 15, warga Taman. Dia terbilang nekat saat berusaha memperkosa korban yang merupakan teman sekolah. Pasalnya, ia sampai menggunakan kekerasan untuk memperdaya korban.

FA mencekik dan memukul korban dengan genting hingga pingsan. Hal itu karena korban TA, 15, yang juga warga Taman itu sempat menolak melayani nafsu bejat pelaku. Saat korban pingsan itulah pelaku memperkosa korban.

Ainun juga menaruh prihatin terkait kasus tersebut. “Kami juga sudah ketemu korban dan keluarga. Kami bantu sepenuhnya terkait trauma healingnya,” pungkasnya. (son/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/