alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Musim Hujan, Anggaran Pemeliharaan Jalan Naik Rp 21 M

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo dan DPRD Sidoarjo serius untuk mengantisipasi kerusakan jalan jelang musim hujan. Salah satunya dengan menyiapkan alokasi anggaran pemeliharaan jalan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo Nurhendriyati Ningsih menguraikan, anggaran yang cukup fantastis itu disiapkan dalam PAK yang tengah digodok eksekutif dan legislatif. “Anggarannya Rp 25,3 miliar,” katanya.

Politikus Nasdem itu menambahkan, awalnya anggaran pemeliharaan jalan yang digelontorkan dalam program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) cukup kecil. Nilainya hanya Rp 4,3 miliar. Tapi setelah pembahasan, anggaran menjadi Rp 25,3 miliar. Naik Rp 21 miliar.

Bukan tanpa alasan, alokasi besar anggaran yang akan didistribusikan ke kecamatan itu lebih mempertimbangkan cuaca. Sebab saat ini mulai masuk musim hujan.

Biasanya keluhan jalan rusak akan meningkat saat hujan. Terutama jalan aspal yang akan cepat rusak ketika tergenang air.

Dengan alokasi anggaran itu diharapkan eksekutif dapat cepat merespon jika ada keluhan soal kerusakan jalan. Tahun lalu, keluhan jalan rusak memang banyak mencuat di Sidoarjo ketika musim hujan. Seperti di daerah Sedati, Krian, hingga Prambon.

Program pelimpahan sebagian kewenangan bupati kepada Camat itu mulai dilaksanakan sejak awal tahun 2021. Seluruh camat di Sidoarjo juga telah menjalankan perbaikan jalan. Caranya dengan sewa alat berat ataupun swakelola. (son/nis)

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo dan DPRD Sidoarjo serius untuk mengantisipasi kerusakan jalan jelang musim hujan. Salah satunya dengan menyiapkan alokasi anggaran pemeliharaan jalan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo Nurhendriyati Ningsih menguraikan, anggaran yang cukup fantastis itu disiapkan dalam PAK yang tengah digodok eksekutif dan legislatif. “Anggarannya Rp 25,3 miliar,” katanya.

Politikus Nasdem itu menambahkan, awalnya anggaran pemeliharaan jalan yang digelontorkan dalam program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) cukup kecil. Nilainya hanya Rp 4,3 miliar. Tapi setelah pembahasan, anggaran menjadi Rp 25,3 miliar. Naik Rp 21 miliar.

Bukan tanpa alasan, alokasi besar anggaran yang akan didistribusikan ke kecamatan itu lebih mempertimbangkan cuaca. Sebab saat ini mulai masuk musim hujan.

Biasanya keluhan jalan rusak akan meningkat saat hujan. Terutama jalan aspal yang akan cepat rusak ketika tergenang air.

Dengan alokasi anggaran itu diharapkan eksekutif dapat cepat merespon jika ada keluhan soal kerusakan jalan. Tahun lalu, keluhan jalan rusak memang banyak mencuat di Sidoarjo ketika musim hujan. Seperti di daerah Sedati, Krian, hingga Prambon.

Program pelimpahan sebagian kewenangan bupati kepada Camat itu mulai dilaksanakan sejak awal tahun 2021. Seluruh camat di Sidoarjo juga telah menjalankan perbaikan jalan. Caranya dengan sewa alat berat ataupun swakelola. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/