alexametrics
27 C
Sidoarjo
Friday, 22 October 2021

Lulusan SMK Itaba Siap Terjun ke Dunia Kerja

SIDOARJO -Sejumlah siswa dan siswi SMK Islam Tarbiyatul Badriyah (Itaba) Gedangan menerima penyuluhan bimbingan jabatan bursa kerja khusus, Selasa (14/9). Penyuluhan itu diberikan kapada siswa yang akan memasuki dunia kerja.

Penyuluhan itu meliputi sistem antarkerja dalam jejaring info lowongan kerja antarkerja lokal (AKL), antarkerja antardaerah (AKAD) dan antarkerja antarnegara (AKAN). Kegiatan itu dihadiri langsung Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor.

“Penyuluhan bimbingan jabatan bursa kerja khusus ini merupakan program Disnaker Sidoarjo yang ditempatkan di SMK ITABA”  kata Kepala SMK Itaba Gedangan, Joko Siswanto, M.Pd.l.

Menurutnya, kegiatan itu digelar untuk mengoptimalkan penyerapan lulusan SMK Itaba dalam dunia kerja. Program semacam itu diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah Sidoarjo dalam menciptakan 100 ribu lapangan pekerjaan baru.

Joko menambahkan, sejauh ini sudah ada 42 industri yang menjalin kerjasama dengan sekolah kejuruan berbasis pesantren tersebut. Bahkan 15 industri di antaranya sudah bekerja sama hingga tahap penyerapan kerja. SMK ITABA terus berkomitmen untuk mengantarkan lulusannya bukan hanya sampai lulus sekolah tetapi sampai masuk dunia kerja dengan masa tunggu maksimal 6 bulan. Strategi yang diterapkan adalah dengan mengoptimalkan BKK yang ada di sekolah dengan berkolaborasi dengan BKK Kabupaten Sidoarjo.

“Nah, kami ingin penyuluhan seperti ini semakin menambah wawasan para siswa yang akan terjun dalam dunia kerja, karena banyak yang menanti,” ujarnya.

Bupati Sidarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, selama pandemi tingkat pengangguran di Sidoarjo paling banyak. Yaitu mencapai 10,98 persen atau 131 ribu pengangguran terbuka, dan 43 ribu atau 14,57 persen pengangguran terbuka adalah lulusan SMK.

“Maka sekarang Sidoarjo sudah memulai satu kebijakan baru. Setiap perusahaan besar yang berada di Sidoarjo, harus lebih mengutamakan 75 persen pekerja dari warga Sidoarjo dan Balai Latihan Kerja,” katanya.

Muhdlor juga sangat mengapresiasi program dari Disnaker Sidoarjo untuk mengoptimalkan BKK tiap sekolah sebagai solusi penyaluran kerja bagi lulusan SMK dan memberikan suport anggaran untuk peningkatan kualitas BKK di kabupaten Sidoarjo (far/vga)


SIDOARJO -Sejumlah siswa dan siswi SMK Islam Tarbiyatul Badriyah (Itaba) Gedangan menerima penyuluhan bimbingan jabatan bursa kerja khusus, Selasa (14/9). Penyuluhan itu diberikan kapada siswa yang akan memasuki dunia kerja.

Penyuluhan itu meliputi sistem antarkerja dalam jejaring info lowongan kerja antarkerja lokal (AKL), antarkerja antardaerah (AKAD) dan antarkerja antarnegara (AKAN). Kegiatan itu dihadiri langsung Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor.

“Penyuluhan bimbingan jabatan bursa kerja khusus ini merupakan program Disnaker Sidoarjo yang ditempatkan di SMK ITABA”  kata Kepala SMK Itaba Gedangan, Joko Siswanto, M.Pd.l.

Menurutnya, kegiatan itu digelar untuk mengoptimalkan penyerapan lulusan SMK Itaba dalam dunia kerja. Program semacam itu diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah Sidoarjo dalam menciptakan 100 ribu lapangan pekerjaan baru.

Joko menambahkan, sejauh ini sudah ada 42 industri yang menjalin kerjasama dengan sekolah kejuruan berbasis pesantren tersebut. Bahkan 15 industri di antaranya sudah bekerja sama hingga tahap penyerapan kerja. SMK ITABA terus berkomitmen untuk mengantarkan lulusannya bukan hanya sampai lulus sekolah tetapi sampai masuk dunia kerja dengan masa tunggu maksimal 6 bulan. Strategi yang diterapkan adalah dengan mengoptimalkan BKK yang ada di sekolah dengan berkolaborasi dengan BKK Kabupaten Sidoarjo.

“Nah, kami ingin penyuluhan seperti ini semakin menambah wawasan para siswa yang akan terjun dalam dunia kerja, karena banyak yang menanti,” ujarnya.

Bupati Sidarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, selama pandemi tingkat pengangguran di Sidoarjo paling banyak. Yaitu mencapai 10,98 persen atau 131 ribu pengangguran terbuka, dan 43 ribu atau 14,57 persen pengangguran terbuka adalah lulusan SMK.

“Maka sekarang Sidoarjo sudah memulai satu kebijakan baru. Setiap perusahaan besar yang berada di Sidoarjo, harus lebih mengutamakan 75 persen pekerja dari warga Sidoarjo dan Balai Latihan Kerja,” katanya.

Muhdlor juga sangat mengapresiasi program dari Disnaker Sidoarjo untuk mengoptimalkan BKK tiap sekolah sebagai solusi penyaluran kerja bagi lulusan SMK dan memberikan suport anggaran untuk peningkatan kualitas BKK di kabupaten Sidoarjo (far/vga)


Most Read

Berita Terbaru