alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

BHS Dorong Percepatan Perbaikan Gedung Joang 45 di Sidoarjo

SIDOARJO  –  Ir H Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong percepatan rehab atau perbaikan Gedung Joang 45 di Jl Ahmad Yani Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Pihaknya juga berharap Pemkab Sidoarjo dan stakeholder terkait maupun pihak perusahaan di Kota Delta turut peduli terhadap gedung yang punya nilai sejarah tersebut.

“Saya pikir semua konstruksinya sudah berumur jadi sudah perlu dilakukan perbaikan. Sekarang ini sudah dilakukan perbaikan tapi dana, anggarannya masih kurang,” kata  Ir H Bambang Haryo Soekartono saat ditemui di Gedung Joang 45, Jl Ahmad Yani, Sidoarjo, Rabu (15/9).

Pihaknya datang ke lokasi gedung Joang 45 setelah mendapatkan laporan dan masukan dari pihak pemakai gedung Joang seperti dari elemen Pepabri. Dimana gedung tersebut kondisi ruang di dalamnya kurang layak ditempati. Seperti atap yang jebol dan sekarang ini belum tuntas dilakukan perbaikan.

“Jadi ini kita sambil menunggu bantuan dari pemerintah daerah, kita juga berikan bantuan juga. Semoga pihak perusahaan yang ada di Sidoarjo bisa menyalurkan CSR (corporate social responsibility)-nya untuk bantuan perbaikan gedung Joang ini,” tambah Ketua Dewan Penasihat DPD Gerindra Jatim itu.

Dia mencontohkan, di semua kota yang mempunyai gedung juang biasanya mendapatkan perhatian lebih. Misalnya di Surabaya yang punya gedung juang yang luar biasa.

“Harus ada perhatian lebih untuk gedung Juang ini karena punya sejarah bagi pejuang yang telah memperjuangkan kemerdekaan hingga bisa seperti ini,” terang anggota dewan pakar DPP Partai Gerindra itu.

Pemanfaatan gedung juga bisa dimaksimalkan mulai dari wisata edukasi bagi pelajar, hingga tempat pelatihan kepada para pemuda-pemudi termasuk anak para pejuang yang ada di Sidoarjo.

Karena selain ruangan gedung yang luas, terdapat juga beberapa barang peninggalan penjajahan Jepang yang bisa digunakan untuk wisata sejarah.

“Banyak potensi wisata dari gedung ini. Kita akan dorong pemanfaatannya agar bisa digunakan untuk wisata edukasi dan sejarah,” tegasnya.

Sebenarnya pihak Pepabri Sidoarjo telah mengajukan proposal bantuan rehab kepada Pemkab Sidoarjo sejak Mei 2021 lalu. Namun karena proses birokrasi yang memerlukan waktu, sampai saat ini anggaran bantuan tersebut belum turun. (rud/vga)

 

SIDOARJO  –  Ir H Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong percepatan rehab atau perbaikan Gedung Joang 45 di Jl Ahmad Yani Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Pihaknya juga berharap Pemkab Sidoarjo dan stakeholder terkait maupun pihak perusahaan di Kota Delta turut peduli terhadap gedung yang punya nilai sejarah tersebut.

“Saya pikir semua konstruksinya sudah berumur jadi sudah perlu dilakukan perbaikan. Sekarang ini sudah dilakukan perbaikan tapi dana, anggarannya masih kurang,” kata  Ir H Bambang Haryo Soekartono saat ditemui di Gedung Joang 45, Jl Ahmad Yani, Sidoarjo, Rabu (15/9).

Pihaknya datang ke lokasi gedung Joang 45 setelah mendapatkan laporan dan masukan dari pihak pemakai gedung Joang seperti dari elemen Pepabri. Dimana gedung tersebut kondisi ruang di dalamnya kurang layak ditempati. Seperti atap yang jebol dan sekarang ini belum tuntas dilakukan perbaikan.

“Jadi ini kita sambil menunggu bantuan dari pemerintah daerah, kita juga berikan bantuan juga. Semoga pihak perusahaan yang ada di Sidoarjo bisa menyalurkan CSR (corporate social responsibility)-nya untuk bantuan perbaikan gedung Joang ini,” tambah Ketua Dewan Penasihat DPD Gerindra Jatim itu.

Dia mencontohkan, di semua kota yang mempunyai gedung juang biasanya mendapatkan perhatian lebih. Misalnya di Surabaya yang punya gedung juang yang luar biasa.

“Harus ada perhatian lebih untuk gedung Juang ini karena punya sejarah bagi pejuang yang telah memperjuangkan kemerdekaan hingga bisa seperti ini,” terang anggota dewan pakar DPP Partai Gerindra itu.

Pemanfaatan gedung juga bisa dimaksimalkan mulai dari wisata edukasi bagi pelajar, hingga tempat pelatihan kepada para pemuda-pemudi termasuk anak para pejuang yang ada di Sidoarjo.

Karena selain ruangan gedung yang luas, terdapat juga beberapa barang peninggalan penjajahan Jepang yang bisa digunakan untuk wisata sejarah.

“Banyak potensi wisata dari gedung ini. Kita akan dorong pemanfaatannya agar bisa digunakan untuk wisata edukasi dan sejarah,” tegasnya.

Sebenarnya pihak Pepabri Sidoarjo telah mengajukan proposal bantuan rehab kepada Pemkab Sidoarjo sejak Mei 2021 lalu. Namun karena proses birokrasi yang memerlukan waktu, sampai saat ini anggaran bantuan tersebut belum turun. (rud/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/