alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Tak Bermasker, Lemas Didenda Rp 200 Ribu

SIDOARJO – Gunadi nampak resah setelah aparat gabungan memintanya agar bisa menepikan motornya, di Jalan Raya Waru, Senin pagi (15/9). Maklum, pria paruh baya itu tengah berkendara dan tak memakai masker. Hal itu harus dibayar dengan mengikuti sidang di depan Pos Lantas Waru.

Saat diminta duduk di meja persidangan sederhana itu, dia nampak acuh. Bahkan hakim tunggal, Achmad Peten Sili, yang bersiap menyidangnya, nampak tak digubris. Sesekali iya mengeluh tak memiliki uang Rp 150 ribu, untuk membayar denda itu. “Uang dari mana? Uang segitu sulit dicari, saya enggak mau bayar,” katanya.

Bahkan masker yang diberikan petugas hanya dipasang di dagu. Hakim yang tengah memproses pria itu sempat terpancing tingkah Gunadi. Tak ada pilihan, dia akhirnya didenda Rp 200 ribu subsider tujuh hari. Saat diminta membayar denda itu, Gunadi nampak lemas dan hampir pingsan.

Kejadian itu sempat menjadi tontonan aparat gabungan dalam operasi yustisi tersebut. Di sisi lain, rata-rata para pelanggar mengaku jika mereka lupa tidak membawa masker. Meski begitu, mereka bisa didenda lebih besar lagi jika masih ketahuan tak mematuhi protokol kesehatan. “Kami menindaklanjuti Perda Jawa Timur no 2 tahun 2020, bagi pelanggar akan dikenakan sanksi administratif maksimal Rp 500 ribu,” kata Pelaksana Harian (PLH) Bupati Sidoarjo Achmad Zaini.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menuturkan, operasi itu akan digelar dengan berpindah tempat. Sebab selama ini, sanksi sosial tidak membuat warga jera. Pihaknya berharap dengan adanya sanksi administratif itu masyarakat dapat benar-benar patuh prorokol kesehatan. “Maka dengan cara ini, masyarakat kami harap mau mentaati protokol kesehatan,” jelasnya. (far/opi)

SIDOARJO – Gunadi nampak resah setelah aparat gabungan memintanya agar bisa menepikan motornya, di Jalan Raya Waru, Senin pagi (15/9). Maklum, pria paruh baya itu tengah berkendara dan tak memakai masker. Hal itu harus dibayar dengan mengikuti sidang di depan Pos Lantas Waru.

Saat diminta duduk di meja persidangan sederhana itu, dia nampak acuh. Bahkan hakim tunggal, Achmad Peten Sili, yang bersiap menyidangnya, nampak tak digubris. Sesekali iya mengeluh tak memiliki uang Rp 150 ribu, untuk membayar denda itu. “Uang dari mana? Uang segitu sulit dicari, saya enggak mau bayar,” katanya.

Bahkan masker yang diberikan petugas hanya dipasang di dagu. Hakim yang tengah memproses pria itu sempat terpancing tingkah Gunadi. Tak ada pilihan, dia akhirnya didenda Rp 200 ribu subsider tujuh hari. Saat diminta membayar denda itu, Gunadi nampak lemas dan hampir pingsan.

Kejadian itu sempat menjadi tontonan aparat gabungan dalam operasi yustisi tersebut. Di sisi lain, rata-rata para pelanggar mengaku jika mereka lupa tidak membawa masker. Meski begitu, mereka bisa didenda lebih besar lagi jika masih ketahuan tak mematuhi protokol kesehatan. “Kami menindaklanjuti Perda Jawa Timur no 2 tahun 2020, bagi pelanggar akan dikenakan sanksi administratif maksimal Rp 500 ribu,” kata Pelaksana Harian (PLH) Bupati Sidoarjo Achmad Zaini.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menuturkan, operasi itu akan digelar dengan berpindah tempat. Sebab selama ini, sanksi sosial tidak membuat warga jera. Pihaknya berharap dengan adanya sanksi administratif itu masyarakat dapat benar-benar patuh prorokol kesehatan. “Maka dengan cara ini, masyarakat kami harap mau mentaati protokol kesehatan,” jelasnya. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/