alexametrics
28 C
Sidoarjo
Sunday, 22 May 2022

Forkopimda Cek Akses Masuk Sidoarjo

SIDOARJO – Jumat (7/5) lalu Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali bersama jajaran Forkopimda mengecek kesiap-siagaan petugas gabungan di dua titik check point. Termasuk kesiap-siagaan petugas medis yang ikut diterjunkan untuk membantu di lapangan.

Pertama Forkopimda meninjau check point di exit Tol Tambak Sumur Waru. Jalan ini menghubungkan Sidoarjo dan Surabaya bagian timur, termasuk jalan yang ramai dan menjadi alternatif kendaraan masuk ke Sidoarjo.

Titik kedua yang dikunjungi Forkopimda adalah pertigaan Gempol, Pasuruan. Di tempat ini penjagaan dilakukan sangat ketat. Petugas gabungan dari Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan siap siaga 24 jam mengecek setiap kendaraan yang lewat.

“Apabila ada yang berniat mudik ke Kabupaten Sidoarjo lebih baik dibatalkan saja dari pada nanti diminta putar balik oleh petugas,” himbau Muhdlor.

Di lapangan ia menilai secara umum persiapan petugas check point di lapangan sudah baik. “Penyekatan kita lakukan karena pemerintah pusat sudah memutuskan larangan mudik. Selain itu, ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar tetap di rumah saja selama merayakan Idul Fitri,” imbuhnya.

Sejak mulai diberlakukannya penyekatan jalan akses masuk dan keluar kota Sidoarjo pada 6 Mei, sudah ada puluhan kendaraan plat luar kota, kecuali plat Surabaya, Gresik dan Mojokerto yang diminta putar balik karena tidak bisa menunjukkan surat tugas atau surat izin masuk.

Ada lima titik akses jalan masuk ke Sidoarjo yang dijaga ketat oleh petugas gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Pol PP dan Dinas Perhubungan kabupaten Sidoarjo.

Lima titik tersebut antara lain exit Tol Sidoarjo, exit Tol Tambak Sumur, Bundaran Waru akses masuk Sidoarjo, exit Tol Tanggulangin dan pertigaan Gempol. Penyekatan dilakukan mulai tanggal 6 – 17 Mei.

Pemkab Sidoarjo juga sudah menyiapkan tempat karantina bagi pemudik yang nekat masuk Sidoarjo. Lokasinya di hotel Delta Sinar Mayang dan karantina dilakukan selama lima hari.

Sementara itu Kapolres Sidoarjo Kombespol Sumardji mengatakan dari hasil evaluasi yang dilakukan Polresta Sidoarjo sejak diberlakukan penyekatan selama dua hari ini sudah ada 50-an kendaraan yang diminta putar balik karena pengemudinya tidak bisa menunjukkan persyaratan untuk masuk ke Sidoarjo.

“Kegiatan ini (penyekatan, Red) akan berdampak kalau dilaksanakan dengan tegas,” ungkapnya.

Sumardji mengimbau agar tidak ada yang nekat mudik ke Sidoarjo, karena pemkab Sidoarjo sudah menyiapkan tempat karantina.

“Tempat karantina sudah disiapkan. Jika masih ada yang nekat mudik ke Sidoarjo resikonya karantina terlebih dulu selama lima hari di Delta Sinar Mayang,” tandasnya. (rpp/opi)

SIDOARJO – Jumat (7/5) lalu Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali bersama jajaran Forkopimda mengecek kesiap-siagaan petugas gabungan di dua titik check point. Termasuk kesiap-siagaan petugas medis yang ikut diterjunkan untuk membantu di lapangan.

Pertama Forkopimda meninjau check point di exit Tol Tambak Sumur Waru. Jalan ini menghubungkan Sidoarjo dan Surabaya bagian timur, termasuk jalan yang ramai dan menjadi alternatif kendaraan masuk ke Sidoarjo.

Titik kedua yang dikunjungi Forkopimda adalah pertigaan Gempol, Pasuruan. Di tempat ini penjagaan dilakukan sangat ketat. Petugas gabungan dari Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan siap siaga 24 jam mengecek setiap kendaraan yang lewat.

“Apabila ada yang berniat mudik ke Kabupaten Sidoarjo lebih baik dibatalkan saja dari pada nanti diminta putar balik oleh petugas,” himbau Muhdlor.

Di lapangan ia menilai secara umum persiapan petugas check point di lapangan sudah baik. “Penyekatan kita lakukan karena pemerintah pusat sudah memutuskan larangan mudik. Selain itu, ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar tetap di rumah saja selama merayakan Idul Fitri,” imbuhnya.

Sejak mulai diberlakukannya penyekatan jalan akses masuk dan keluar kota Sidoarjo pada 6 Mei, sudah ada puluhan kendaraan plat luar kota, kecuali plat Surabaya, Gresik dan Mojokerto yang diminta putar balik karena tidak bisa menunjukkan surat tugas atau surat izin masuk.

Ada lima titik akses jalan masuk ke Sidoarjo yang dijaga ketat oleh petugas gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Pol PP dan Dinas Perhubungan kabupaten Sidoarjo.

Lima titik tersebut antara lain exit Tol Sidoarjo, exit Tol Tambak Sumur, Bundaran Waru akses masuk Sidoarjo, exit Tol Tanggulangin dan pertigaan Gempol. Penyekatan dilakukan mulai tanggal 6 – 17 Mei.

Pemkab Sidoarjo juga sudah menyiapkan tempat karantina bagi pemudik yang nekat masuk Sidoarjo. Lokasinya di hotel Delta Sinar Mayang dan karantina dilakukan selama lima hari.

Sementara itu Kapolres Sidoarjo Kombespol Sumardji mengatakan dari hasil evaluasi yang dilakukan Polresta Sidoarjo sejak diberlakukan penyekatan selama dua hari ini sudah ada 50-an kendaraan yang diminta putar balik karena pengemudinya tidak bisa menunjukkan persyaratan untuk masuk ke Sidoarjo.

“Kegiatan ini (penyekatan, Red) akan berdampak kalau dilaksanakan dengan tegas,” ungkapnya.

Sumardji mengimbau agar tidak ada yang nekat mudik ke Sidoarjo, karena pemkab Sidoarjo sudah menyiapkan tempat karantina.

“Tempat karantina sudah disiapkan. Jika masih ada yang nekat mudik ke Sidoarjo resikonya karantina terlebih dulu selama lima hari di Delta Sinar Mayang,” tandasnya. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/